Berita Bangka Tengah
Ini Penyebab Kebakaran di Kampung Dul Bangka Tengah
Ini Penyebab Kebakaran di Kampung Dul Bangka Tengah. Simak selengkapnya di sini.
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM,BANGKA - Sebuah rumah di Kampung Dul, Bangka Tengah hangus terbakar, Jumat (5/4/2024) sekitar pukul 12.00 WIB.
Rumah semi permanen tersebut hangus terbakar dilahap si jago merah hingga nyaris rata dengan tanah.
Diketahui kobaran api tersebut mulai memporak-porandakan rumah sekitar pukul 12.00 wib atau saat warga sedang melaksanakan salat Jum'at.
"Sekitar jam 12.00 tadi lah, api itu cepat merambat karena memang rumah semi permanen," ujar Ketua RT 06 Kelurahan Dul Rismanto, Jum'at (5/4/2024).
Kian mirisnya seorang anak yang masih berumur sekitar dua tahun, justru ditemukan dalam kondisi meninggal dunia saat terjadi kobaran api.
"Iya ada dua orang anak, satu orang meninggal dunia tapi satu lagi selamat," tuturnya.
Kini rumah yang semula berdiri kokoh, hanya menyisakan abu dan kayu yang sudah menghitam akibat kobaran api.
Sedangkan dari pantauan bangkapos.com, sejumlah personel Polresta Pangkalpinang sudah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Meninggal Saat Tertidur
Sedang tertidur di dalam kamar, bocah berumur dua tahun ditemukan meninggal dunia setelah rumahnya di Kelurahan Dul dilahap si jago merah.
Kejadian nahas tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 12.00 wib, saat warga sedang melaksanakan salat jumat.
Terungkap pula, dalam kejadian tersebut kakak korban yang berusia 4 tahun yang pertama kali mengetahui rumahnya sedang dilahap api.
Teriakannya meminta tolong pun, sempat membuat warga sekitar geger.
Alhasil ibu korban yang pada saat kejadian berada di tempat pun panik, dan membuatnya tak bisa menyelamatkan buah hatinya tersebut.
"Iya kakaknya itu yang teriak-teriak minta tolong, lari ke rumah warga bilang ada api dirumahnya," ujar Randa warga sekitar.
Diakui Randa saat dirinya bersama dengan warga lain hendak menyelamatkan korban, kobaran api sudang terlanjur mebubumbung tinggi.
Sedangkan korban yang berada di posisi kamar, diduga sedang tertidur dan sulit dijangkau untuk dapat diselamatkan.
"Api itu sekitar setengah jam terbakarnya, tapi api itu besar jadi kesulitan mau masuk karena besarnya api," ucapnya.
Dari penuturan warga sekitar, api diduga berasal dari bagian dapur yang terus merambat hingga nyaris ikut membakar rumah tetangganya.
"Asalnya dari dapur gak tau obat nyamuk atau apa, tapi sempat ada suara ledakan juga kemungkinan dari freyon kulkas," ungkapnya
Penyebab Kebakaran
Kebakaran rumah semi permanen di Kelurahan Dul, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah diduga disebabkan oleh kebakaran gas di dapur.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Tengah, Yudi Sabhara saat dikonfirmasi bangkapos.com.
"Terjadi Kebakaran rumah Bondan dan Desi yang beralamat di RT 06 kelurahan Dul, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, dari laporan yang kami terima, diduga disebabkan oleh kebakaran gas di dalam dapur yang dengan cepat api merambat," ujar Yudi.
Pada saat itu korban yang meninggal dunia bernama Bilal ini sedang tertidur di kamar, ketika api membesar tak bisa diselamatkan lagi.
"Masyarakat yang pertama kali datang di lokasi adalah Husni warga RT 06 Kelurahan Dul itu, dari keterangannya ketika itu selesai melaksanakan ibadah Sholat Jumat lalu terdengar suara teriakan sehingga Husni datang ke lokasi," katanya.
Setelah Husni tiba di lokasi api sudah besar dan hanya bisa menyelamatkan satu unit sepeda motor.
"Sedangkan di dalam rumah ada anak bernama Bilal sedang tidur di kamar dan tidak bisa lagi diselamatkan karena api sudah membesar," katanya.
Sementara itu warga sekitar berupaya menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Pangkalpinang.
"Lalu datanglah tiga unit mobil Damkar Kota Pangkalpinang yang selanjutnya berupaya memadamkan Api yang sesudah membakar sekitar 80 persen rumah korban, api bisa dipadamkan sekira pukul 13.30 WIB," katanya
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy/Cici)
| Tim Pembina Posyandu Bangka Tengah Tinjau Layanan, Dorong Partisipasi Masyarakat |
|
|---|
| Jemaah Haji Bangka Tengah Masuk Asrama Haji 1 Mei, Dilepas dari Sol Marina |
|
|---|
| Serunya Wisata Edukasi di Desa Namang, Siswa SD Belajar Menanam Padi di Sawah |
|
|---|
| Dinas Kesehatan Bangka Tengah Waspadai Penambahan Kasus Kanker Payudara pada Perempuan |
|
|---|
| Ketua TP PKK Bateng Ajak Perempuan Jangan Takut Cek Kesehatan untuk Tekan Risiko Penyakit Sejak Dini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240405-Saat-evakuasi-jenazah-korban-kebakaran-di-Kelurahan-Dul111.jpg)