Senin, 11 Mei 2026

Piala Asia U23

Dapat Kartu Merah dan Own Goal, Tangis Rizky Ridho dan Pratama Arhan Pecah di Pelukan Nova Arianto

Tangis Rizky Ridho dan Pratama Arhan pecah setelah pertandingan Semifinal Piala Asia U-23 2024 usai.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anabel Lerrick CC | Editor: Teddy Malaka
Tribun
Dapat Kartu Merah dan Own Goal, Tangis Rizky Ridho dan Pratama Arhan Pecah Dipelukan Nova Arianto 

BANGKAPOS.COM - Tangis Rizky Ridho dan Pratama Arhan pecah setelah pertandingan Semifinal Piala Asia U-23 2024 usai.

Rizky Ridho dan Pratama Arhan menangis di pelukan asisten pelatih Timnas Indonesia U-23, Nova Arianto.

Sebelumnya, Timnas U-23 Indonesia harus menerima kekalahan dengan Uzbekistan pada pertandingan yang berlangsung Senin (29/4/2024).

Timnas U23 Indonesia dipastikan gagal ke Final Piala Asia U23 2024 setelah takluk 0-2 dari Uzbekistan di Stadion Abdullah bin Khalifa.

Muhammad Ferrari sempat mencetak gol di menit ke-61. Namun, golnya dianulir karena offside Ramadan Sananta.

Uzbekistan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-68. Pemain pengganti Norchaev Khusayin yang membobol gawang Timnas U23 Indonesia.

Petaka kembali menimpa Indonesia pada menit ke-83 akibat kartu merah Rizky Ridho.

Uzbekistan menambah gol di menit ke-87 melalui gol bunuh diri Pratama Arhan.

Hasil ini membuat Uzbekistan lolos ke final dan menyegel tiket ke Olimpiade 2024. Indonesia masih akan menjalani perebutan juara ketiga demi bisa lolos ke Paris.

Sorotan tertuju kepada dua pemain bertahan Timnas U23 Indonesia, Rizky Ridho dan Pratama Arhan.

Pada menit ke-82 bek Timnas U23 Indonesia, Rizky Ridho mendapatkan kartu merah karena dinilai melakukan pelanggaran ketika membuang bola karena kakinya melayang ke area vital di antara kedua paha pemain Uzbekistan, Jasurbek Jalliddinov.

Wasit Shen Yinhao mengecek VAR untuk memutuskan kartu merah untuk Rizky Ridho pada menit ke-82.

Sedangkan Pratama Arhan, mengalami hari apes karena mencetak gol bunuh diri. Dia salah dalam mengantisipasi arah bola sundulan pemain Uzbekistan yang memantul ke tiang gawang.

Setelah laga, raut suram nampak dari wajah pemain Timnas U23 Indonesia.

Bahkan Rizky Ridho dan Pratama Arhan sampai menangis. Keduanya menumpahkan air mata di pelukan Nova Arianto.

Sebagai asisten pelatih, Nova pun memberikan semangat kepada keduanya. Bahkan eks pemain bertahan Persib Bandung itu cukup lama untuk menenangkan Pratama Arhan.

Sejatinya, Arhan bermain sangat baik di laga kali ini. Terlepas bagaimana own goalnya, penggawa Suwon FC ini nyaris menngukir key-pass untuk gol Muhammad Ferarri (61').

Sayangnya, lesakan Ferarri dianulir karena dalam prosesnya, Ramadhan Sananta yang berikan umpan, diklaim wasit lebih dulu terjebak offside.

Kini, Timnas U23 Indonesia tersisa peluang untuk perebutan juara tiga Piala Asia U23 2024. Skuad Garuda Muda akan menantang tim yang kalah dari semifinal Jepang vs Irak.

Jika Arhan dkk bisa menyegel juara 3 Piala Asia U23 2024, dipastikan Timnas U23 Indonesia tampil di Olimpiade Paris 2024.

Namun andai sebaliknya, maka asa tampil di Olimpiade 2024 masih terjaga. Syaratnya, tim asuhan Shin Tae-yong wajib menang di laga play-off melawan wakil Afrika, Guinea.

Wasit Shen Yinhao Musuh Besar Muhammad Ferrari

Gol yang sempat dicetak oleh Muhammad Ferrari dianulir oleh wasit Shen Yinhao yang memimpin pertandingan semi final Piala Asia U-23 2024 Indonesia vs Uzbekistan.

Pada menit ke 61, Muhammad Ferrari mencetak gol ke gawang Uzbekistan.

Namun, hasil gol yang dicetak oleh Muhammad Ferrari dianulir oleh wasit Shen Yinhao usai melakukan pengecekan VAR.

Gol Ferarri dianggap tidak sah karena dalam prosesnya, Ramadhan Sananta yang memberikan umpan, diklaim terjebak offside.

Keputusan Shen Yinhao dianggap kontroversi, karena untuk meng-call Ramadhan Sananta terjebak offside masih terbilang fifty-fifty.

Dan yang paling merugikan adalah, lesakan Muhammad Ferarri terjadi dalam situasi Timnas U23 Indonesia dan Uzbekistan masih imbang 0-0.

Menariknya jika ditarik ke belakang, Ferrari ternyata sudah kali kedua dirugikan oleh Shen Yinhao.

Sebelum di Piala Asia U23 2024, Shen Yinhao pernah memimpin laga yang melibatkan Timnas Indonesia.

Momen itu terjadi ketika Garuda Muda bertanding melawan Kamboja di SEA Games 2023 yang berlangsung di Stadion Olimpiade Nasional, Phnom Penh, pada Rabu (10/5/2023).

Namun, pada saat itu, terdapat beberapa keputusan Shen Yinhao yang dinilai ganjil.

Paling fatal, Shen Yinhao menjatuhkan hukuman pinalti Timnas U22 Indonesia lantaran Muhammad Ferarri melanggar pemain Kamboja.

Padahal, dalam tayangan ulang di televisi, pelanggaran yang dilakukan Ferarri terjadi di luar kotak pinalti.

Beruntung, tendangan Lim Pisoth sebagai eksekutor berhasil ditangkis oleh Kiper Timnas U22 Indonesia, Adi Satryo.

Dan yang terbaru pada pertandingan semifinal Piala Asia U23 2024, gol Ferarri juga dianulir.

Di mana endingnya memang hasil tidak berpihak kepada Timnas U23 Indonesia.

Selain itu, ragam kontroversi lain juga mengiringi kepemimpinan Shen Yinhao.

Mulai dari kartu merah Rizky Ridho, dua pelanggaran berpotensi hadiah penalti bagi skuad Garuda Muda, hingga diabaikannya Pratama Arhan saat terkapar di tepi lapangan pertandingan.


(Tribun Trends/Bangkapos.com/Anabel Lerrick)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved