Kamis, 4 Juni 2026

Israel Terancam Sanksi Berat dari FIFA

PFA tidak sendiri, karena proposal mereka mendapat dukungan penuh dari Federasi Sepak Bola Aljazair, Irak, Yordania, Suriah, dan Yaman.

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
AFP/ Fabrice
Presiden FIFA Gianni Infantino 

BANGKAPOS.COM -  FIFA akan mengadakan rapat darurat untuk membahas kemungkinan mengeluarkan Israel dari sepak bola dunia karena dugaan kejahatan perang terhadap Palestina.

Rencana rapat darurat ini diumumkan oleh Gianni Infantino, presiden FIFA.

Infantino mengonfirmasi bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi hukum terhadap proposal yang diajukan oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA).

Proposal dari PFA ini baru saja diajukan kembali pada kongres tahunan FIFA di Bangkok, Thailand, yang berlangsung dari 15 hingga 17 Mei 2024.

PFA tidak sendirian dalam mengajukan proposal ini, karena mereka mendapatkan dukungan penuh dari Federasi Sepak Bola Aljazair, Irak, Yordania, Suriah, dan Yaman.

Infantino menyatakan bahwa keputusan terkait proposal ini akan diumumkan setelah rapat darurat dewan FIFA pada akhir tahun ini.

Sebenarnya, proposal tersebut telah diajukan sejak bulan lalu oleh PFA, yang menuduh Israel melakukan kejahatan perang serius di Palestina.

Selain itu, PFA menuduh tindakan Israel telah melanggar keputusan mengikat dari Mahkamah Internasional (ICJ) terkait genosida di Gaza.

"Sepak bola tidak boleh dan tidak akan pernah menjadi sandera politik," kata Gianni Infantino, seperti dikutip SuperBall.id dari The Telegraph.
 
 "Sepak bola selalu menjadi vektor perdamaian, sumber harapan, kekuatan kebaikan, menyatukan orang-orang, bukan memecah belah."

Presiden FIFA menambahkan, penilaian hukum terhadap masalah ini harus mempertimbangkan masukan dan pendapat dari kedua asosiasi anggota, baik Palestina maupun Israel.

"Hasil analisis ini dan rekomendasi yang dikeluarkan selanjutnya akan diteruskan ke dewan FIFA," tandasnya.

Sebelumnya, sindiran keras dilontarkan Jibril Rajoub sebagai Presiden PFA dalam puncak Kongres FIFA, Jumat (17/5/2024), di Bangkok.

Dia mendesak FIFA untuk tidak menutup mata terhadap kejahatan perang Israel di Gaza, dengan membandingkan perang yang terjadi di negara-negara lain.

Rajoub mencontohkan Rusia yang melakukan invasi ke Ukraina, FIFA dengan cepat melarang negara Beruang Merah itu berkompetisi di seluruh ajang sepak bola internasional.

Oleh karena itu, dia menanti keputusan adil FIFA yang saat ini berada dalam kekuasaan Infantino selaku pemimpin tertinggi organisasi.

"Berapa banyak lagi yang harus diderita keluarga sepak bola Palestina?" tanya Rajoub.

"Apakah FIFA menganggap beberapa perang lebih penting dibandingkan perang lainnya dan beberapa korban lebih penting?"

"Saya meminta Anda untuk berdiri di sisi kanan sejarah. Penderitaan jutaan orang, termasuk ribuan pesepak bola, layak mendapatkan perlakuan yang sama."

"Jika tidak sekarang, lalu kapan Tuan Presiden? Bola ada di tangan Anda," tegas Rajoub.

Sementara itu, Presiden Federasi Israel Shino Moshe Zuares menganggap sikap Palestina di depan FIFA sebagai upaya politik yang merugikan pihaknya.

Seperti biasanya, pihak Israel merasa pihaknya menjadi korban ketidakadilan dalam perang yang terjadi di Gaza saat ini.

Zuares tetap meyakini bahwa Israel memiliki hak untuk menjadi bagian dari sepak bola di bawah naungan FIFA sebagai organisasinya.

"Kami menghadapi upaya politik dan permusuhan yang sinis dari asosiasi Palestina untuk merugikan sepak bola Israel," ucapnya.

Dia lalu bercerita, "Tujuh bulan setelah hari yang mengerikan itu, ketika pertandingan sepak bola tidak bisa dimainkan di sebagian besar wilayah Israel, utara dan selatan."

"Dan lebih dari 130 warga Israel masih ditahan di Gaza adalah sebuah ketidakadilan bagi kami."

"Bahkan dalam situasi seperti ini kami harus berjuang untuk mendapatkan kebutuhan dasar, hak untuk menjadi bagian dari kehidupan ini," imbuhnya.

Hingga 11 Maret lalu, serangan Israel ke Palestina telah menghancurkan 356.900 unit pemukiman, 435 fasilitas pendidikan, termasuk universitas.

Kemudian 623 tempat ibadah yang rusak dan 10 dari 35 rumah sakit yang hanya berfungsi sebagian, dengan sisanya telah hancur.

Jika FIFA memutuskan untuk mengeluarkan Israel dari sepak bola, maka timnas negeri itu tak bisa mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, bahkan beberapa turnamen lainnya.

Kualifikasi itu akan digelar pada 21 Maret 2025 hingga 31 Maret 2026.

Dari 55 anggota UEFA di FIFA, Rusia masih menjalani skorsing sejak 28 Februari 2022 untuk mengikuti semua turnamen Eropa dan dunia.

Sedangkan untuk Piala Eropa atau Euro 2024 yang digelar bulan depan di Jerman, 14 Juni-14 Juli, Israel tak ikut karena gagal dalam kualifikasi. (*)

Sumber: bangkapos.com
Tags
FIFA
Israel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved