Senin, 11 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

BTS Ajak Masyarakat Bangka Belitung Bangga Mengenakan Baju Adat Melayu 

Penerapan peraturan Kemendikbud tentang pemakaian baju adat setiap hari kamis, bukanlah suatu hal yang mengejutkan

Tayang:
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Hendra
istimewa
Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ratna Purnamasari 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang, Bunda Tudung Saji  (BTS) atau Ratna Purnamasari mengajak masyarakat Bangka Belitung (Babel) khususnya Kota Pangkalpinang untuk bangga mengenakan baju adat melayu Pangkalpinang. 

Menurutnya, penerapan peraturan Kemendikbud tentang pemakaian baju adat setiap hari kamis, bukanlah suatu hal yang mengejutkan karena setiap hari masyarakat Bangka khususnya Pangkalpinang seharusnya mempunyai baju adat tersebut. 

"Kalau di daerah lain ribut Kemendikbud mengeluarkan peraturan tentang seragam sekolah pakai baju adat, kalau kita tinggal lanjutkan saja tinggal kita ikuti ketetapan harinya, kalau dulu kan ada yang pakai rabu, kamis, jumat, nah sekarang mari kita di hari kamis semuanya," kata Ratna kepada Bangkapos.com, Senin (21/5/2024).

Ke depan pun pihaknya akan menegaskan untuk pemakaian baju adat dihari jadi Kota Pangkalpinang masyarakat harus memakai baju adat, lengkap dengan destar untuk laki-laki dan tekulok untuk perempuan.

Hal ini akan ditegaskan Perda dari turunan Perda nomor 2 tahun 2015 dengan terbaru yaitu nomof 6 tahum 2023. 

"Hari jadi kota Pangkalpinang, di pasar ikan dan dimana-mana nek inginnya kita, hari itu pakai adat melayu," tuturnya. 

Ia mengatakan, lucu jika orang melayu Bangka tidak mempunyai baju adatnya, malah banyak mempunyai baju adat dari jawa, seperti batik dan kebaya. 

"Sementara di jawa semua penduduknya punya baju adatnya, nah kenapa kita buka lemari adanya baju seperti batik, kebaya, malahan ada yang menyimpang baju orang papua, kenapa tidak dari sekarang kita punya baju adat kita," katanya. 

"Untuk itu jangan teriak orang melayu kalau tidak bangga dengan bajunya, malah  harus malu karena di rumah ornag pendatang baju kurungnya banyak, baju adat melayunya banyak," tutupnya. 

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved