Minggu, 12 April 2026

Nelayan Jatuh di Laut Belinyu

Perahu Korban Sempat Terombang-ambing di Tengah Laut

Nelayan sekitar atau teman dari korban melihat kondisi perahu terombang-ambing di tengah laut, dengan kondisi mesin menyala dan tanpa ada korban

Penulis: Adi Saputra | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Adi Saputra
Keluarga saat membawa korban keluar dari kamar jenazah RSUD Depati Bahrin Sungailiat, dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan, Rabu (22/05/2024) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, perahu yang ditumpangi korban jatuh dari perahu di perairan Tangkala Tanjung Tuing, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Rabu (22/05/2024).

Nelayan sekitar atau teman dari korban melihat kondisi perahu terombang-ambing di tengah laut, dengan kondisi mesin menyala dan tanpa ada korban di dalam perahu.

"Kami berangkat bersama-sama dari Pelabuhan Sungailiat lewat Muara Jelitik, pada Jumat (17/05/2024) sekitar pukul 23.00 WIB keluar dari Muara dan berangkat ke laut Sabtu Pagi," ungkap Arman nelayan yang berangkat bersama korban.

Diakui Arman dari hari pertama hingga hari ketiga, dirinya masih bertemu dengan korban saat siang hari di perairan Tangkala Tanjung Tuing, Kabupaten Bangka termasuk di hari korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Sabtu sampai kemarin (Senin) kita masih berjumpa, terus malamnya kami dapat kabar dari teman bahwa perahu korban ini menyala dan korban tidak berada di kapal, kemudian kami cari sekitar pukul 23.00 WIB korban tidak ditemukan," terangnya.

"Apalagi kondisi tadi malam hujan deras dan tidak stabil, maka pencarian kami hentikan hingga pagi hari tadi dan korban ditemukan dalam kondisi telentang dan minggal dunia jarak dari perahu kurang lebih empat mil," kata Arman.

Ia tidak mengetahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia, tapi korban sering pergi melaut sendirian dan berlayar selama kurang lebih empat hingga satu pekan berada di laut.

"Tidak tahu saya dia meninggalnya seperti apa, tapi pas kami temukan korban sudah meninggal dunia dan kondisi perahu korban menyala. Padahal kami berangkat bersama-sama, tidak ada rasa curiga atau gelagat yang ditimbulkan dari korban," ucapnya.

Hal serupa diungkapkan keluarga korban Adam, pihak keluarga mendapatkan kabar dari teman korban dilaut bahwa korban dikabarkan hilang dari perahu dan kondisi perahu menyala tanpa ada orang di dalamnya.

"Dapat telepon dari temannya korban, bilang kalau korban tidak ada diperahu dan kami langsung melakukan pencarian dengan mengerahkan sebanyak tujuh perahu kelokasi tempat ditemukannya perahu korban," ungap Adam.

Namun upaya pencarian sempat terkendala kondisi cuaca yang kurang bagus, sehingga membuat pencarian terkendala dan baru ditemukan di pagi harinya.

"Memang korban bekerja sehari-hari sebagai nelayan, dia memang kalau melaut sering menginap dan kami terkejut saat mendapatkan kabar korban hilang dari perahu dan mencari keberadaan korban hingga ditemukan meninggal dunia," bebernya.

Sementara korban setelah kurang lebih setengah jam di kamar jenazah RSUD Depati Bahrin Sungailiat, korban langsung dibawa rumah duka dan dimakamkan dihari yang sama oleh pihak keluarga. 

Korban sendiri warga Nelayan 2 Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

(Bangkapos.com/Adi Saputra)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved