Berita Bangka Selatan
Bupati Bangka Selatan Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem, Khawatir Puting Beliung dan Banjir
Beberapa bulan terakhir cuaca ekstrem melanda beberapa daerah di Bangka Selatan seperti terjadinya banjir hingga puting beliung.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Masyarakat Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung diminta waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Beberapa bulan terakhir cuaca ekstrem melanda beberapa daerah di Bangka Selatan seperti terjadinya banjir hingga puting beliung.
“Karena dalam beberapa bulan terakhir peristiwa angin puting beliung dan banjir terjadi di wilayah Kabupaten Bangka Selatan,” kata Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, kepada Bangkapos.com, Jumat (24/5/2024).
Riza Herdavid memaparkan, pentingnya mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan akan kemungkinan terjadinya bencana, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
Upaya ini penting dilakukan mengingat Kabupaten Bangka Selatan adalah daerah rawan bencana. Masyarakat lebih siap siaga menghadapi potensi bencana, termasuk saat musim hujan.
Riza menekankan upaya mitigasi atau antisipasi bencana alam. Untuk itu, masyarakat yang bermukim di pesisir pantai, bantaran kali hingga tebing yang rawan longsor diminta untuk tetap waspada.
Bahwa saat ini masih berlangsung cuaca ekstrem yang susah untuk diprediksi.
“Menyikapi perubahan iklim yang cukup ekstrem dan tiba tiba ini masyarakat saya minta lebih waspada. Terpenting perkuat gotong-royong membersihkan lingkungan,” jelas Riza Herdavid.
Di sisi lain sambung dia, pemerintah daerah akan terus berusaha mengantisipasi dan mengurangi imbas dari bencana alam melalui dinas terkait.
Jika menjadi korban bencana alam diharapkan warga dapat segera berkomunikasi dengan desa ataupun RT setempat. Supaya bencana alam yang dialami bisa diteruskan untuk ditindak lanjuti.
Tidak hanya itu, untuk mengatasi banjir di beberapa titik sudah dilakukan rapat teknis dan berkoordinasi guna mencari solusi agar permasalahan itu dapat diantisipasi.
Dirinya telah mendorong agar perangkat daerah seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera dibentuk. Upaya penanggulangan saat bencana maupun pasca lebih terkonsentrasi.
“Secepat mungkin pengembangan perangkat daerah, khususnya BPBD dapat segera dibentuk. Supaya penanganan bencana bisa lebih terkonsentrasi,” ucapnya.
Sementara itu kata Riza Herdavid, dirinya juga minta para nelayan dan nakhoda kapal antarpulau agar dapat menahan keberangkatannya.
Utamanya apabila melihat kondisi laut tak memungkinkan. Bila curah hujan yang cukup tinggi diimbau kepada masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon atau tempat-tempat terbuka guna menghindari sambaran petir.
“Begitu juga nelayan maupun masyarakat yang menggunakan transportasi laut agar bisa mengamati kondisi cuaca. Jangan sampai gelombang tinggi yang dapat mengganggu atau membahayakan nyawa,” pungkas Riza Herdavid. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Penyebab SPPG Angsana Toboali Meledak, BGN Sebut Berasal dari Mesin Pengering Ompreng |
|
|---|
| Dapur SPPG Angsana Meledak, Warga Toboali Panik, Kaca Pecah dan Dinding Rumah Mengalami Retak |
|
|---|
| 5.000 KPM di Bangka Selatan Masuk Sasaran Sekolah Rakyat Berasrama |
|
|---|
| Dua Lokasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Bangka Selatan Sudah Siap, Tinggal Tunggu Survei dari Pusat |
|
|---|
| Duda di Bangka Selatan Ancam ABG yang Dipacari dengan Video Hubungan Asusila, Kini Ditangkap Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/10012024riza4.jpg)