Arti Astaghfirullaahalazim Alladzi Laailaha Illahuwal Hayyul Qoyyuum, Dzikir setelah Sholat Taubat
Artinya: "Saya mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Aku bertaubat...
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM -- Taubat adalah tanda bahwa seorang hamba tidak pernah luput dari kesalahan.
Taubat berarti sadar dan menyesal akan dosa, dan berniat akan memperbaiki tingkah laku serta perbuatan.
Sebagai seorang muslim, kita sangat dianjurkan untuk terus bertaubat.
Bahkan Nabi Muhammad, seorang Rasul dan kekasih Allah taubat sebanyak 100 kali sehari.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Jami'us Sirah mengemukakan bahwa Nabi SAW adalah manusia yang paling banyak tobatnya.
Beliau juga adalah manusia yang paling sering beristighfar.
Para sahabat mendengar beliau membaca istighfar lebih dari 100 kali dalam sekali duduk.
Dalam sejumlah hadits disebutkan pula kalau Rasul SAW bertobat dan meminta ampun lebih dari 70 kali atau sebanyak 100 kali setiap harinya.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA bahwa beliau SAW bersabda:
"Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya aku (sendiri) bertobat kepada-Nya sebanyak 100 kali dalam sehari." (HR Ahmad [4/211] dan Muslim [2702])
Abu Hurairah RA mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah SWT dan bertobat kepada-Nya dalam sehari sebanyak lebih dari 70 kali.'" (HR Bukhari).
Dzikir setelah Sholat Taubat
Setelah membaca salah pada akhir rakaat sholat taubat, dianjurkan untuk tetap duduk dan memperbanyak membaca istigfar, misalnya 33x atau 100x.
تَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم الَّذِي لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullaahal'adziim, alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih.
Artinya: "Saya mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada Nya."
Kalimat istigfar tersebut sangat baik dibaca sebanyak 100x setiap berdzikir.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا أَصْبَحْتُ غَدَاةً قَطٌّ إِلاَّ اِسْتَغْفَرْتُ اللهَ مِائَةَ مَرَّةٍ
Artinya: "Tidaklah aku berada di pagi hari (antara terbit fajar hingga terbit matahari, kecuali aku telah beristigfar pada Allah sebanyak 100 kali." (HR. An Nasa’i. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 1600. Lihat Al Mu’jam Al Awsath lith Thobroniy, 8/432, Asy Syamilah)
Istighfar mengandung banyak manfaat dan keutamaan, selain memohon ampunan kepada Allah SWT.
Bacaan Doa setelah Sholat Taubat
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا
تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا
Astaghfirullah al-'Adzim al-ladzi la ilaha illa Huwa al-Hayyu al-Qayyum wa atubu ilaihi tawbatan 'abdin dhalimin la yamliku li nafsihi wa atubu ilaihi tawbatan 'abdin dhalimin la yamliku li nafsihi dharan wa la naf'an wa la mautan wa la hayatan wa la nusyuran.
Artinya: “Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang senantiasa hidup dan mengawasi, saya memohon taubat kepada-Nya sebagaimana taubatnya hamba yang dholim yang berdosa tidak memiliki daya upaya untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.”
Selain itu, ada pula bacaan doa setelah sholat taubat yang berbunyi:
اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ من شَرِّمَاصَنَعْتَ. اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَي وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ
Allahumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta, Kholaqtanii Wa Ana ‘Abduka Wa Ana ‘Ala ‘Ahdika Wa Wa’dika Mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-U Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-U Bi Dzanbii, Faghfirlii Fainnahuua Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta.
Artinya: "Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hambamu dan aku di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmatmu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku padamu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau."
(Bangkapos.com/TribunSumsel.com)
Kecanduan Nonton Video Panas, Ayah di Kabupaten Bangka Sudah Tiga Kali Cabuli Putrinya |
![]() |
---|
Seruan Indonesia Cemas Bergema di Kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung |
![]() |
---|
Istri Pati Polri Hendra Kurniawan Posting Soal Nikmat Seusai Rantis Brimob Gilas Driver Ojol Affan |
![]() |
---|
1 Drivel Ojol Affan Tewas, Ada yang Luka Dipukul, 10 Polisi Jadi Korban Demo DPR Berakhir Ricuh |
![]() |
---|
JADWAL Timnas U23 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U23, Korsel Lawan Terberat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.