Rabu, 29 April 2026

Mengenal Suku Togutil Halmahera Timur, Muncul di Pertambangan Diduga Kelaparan

Suku Togutil adalah suku pedalaman di hutan Halmahera. Mereka hidup secara nomaden di kedalaman hutan...

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
Kolase Bangkapos.com / Tribun
Mengenal Suku Togutil Halmahera Timur, Muncul di Pertambangan Diduga Kelaparan 

BANGKAPOS.COM -- Tiga orang diduga bagian dari Suku Togutil pedalaman hutan Halmehera Maluku muncul di lokasi pertambangan.

Ketiga orang tersebut diduga kelaparan.

Mereka kemudian disambut oleh para penambang dan dibawa ke sebuah tempat.

Dalam video yang beredar, tampak tiga orang dari suku Togutil terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki.

Ketiga orang tersebut membawa beberapa tombak dan sebilah parang. 

Selain itu terdapat pula foto yang memperlihatkan tiga orang itu hendak makan.

Di depan tiga suku Togutil itu tersaji tiga piring makanan dan sejumlah minuman.

Sosok tiga orang yang diduga bagian dari Suku Togutil itu ternyata benar adanya.

Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Dosen Program Studi Sejarah Universitas Halmahera Dr. Sirayandris J. Botara MSi Teol

"Iya, itu mereka (Suku Togutil), saya sedang cek lokasinya," ungkap dia saat dihubungi oleh Kompas.com melalui pesan singkat, Senin (27/5/2024).

Sirayandris menduga lokasi dalam video tersebut masih berada di area pertambangan di Halmahera Timur.

"(Diduga) Masih lokasi tambang IWIP, tapi masih perlu dikonfirmasi lagi," imbuh dia.

Terkait tujuan Suku Togutil mendekati penambang, dia menduga hal itu disebabkan lantaran mereka lapar.

"Saya belum tahu pasti (penyebab Suku Togutil keluar). Ini kami diskusikan dengan teman-teman dari Survival Internasional, gerakan global untuk hak-hak masyarakat adat dan suku-suku di seluruh dunia. Tapi kemungkinan karena lapar," ungkapnya.

Dia mengungkap, posisi Suku Togutil sudah terdesak.

"Menurut saya suku Togutil sudah sangat terdesak. Ini posisinya di titik tengah pulau Halmahera, hutan lebat. Hutan terakhir yang lagi (sedang) ditambang ini," kata dia.

Mengenal Suku Togutil

Suku Togutil adalah suku pedalaman di hutan Halmahera. 

Mengutip dari jurnal milik UIN Raden Fatah Palembang, Suku Togutil adalah suku yang hidup secara nomaden di kedalaman hutan.

Suku Togutil tersebar di beberapa wilayah Maluku Utara, seperti di Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, dan Halmahera Utara.

Kehidupan mereka masih sangat tergantung pada keberadaan hutan-hutan asli.

Mereka bermukim secara berkelompok di sekitar sungai.

Komunitas Togutil yang bermukim di sekitar Sungai Dodaga sekitar 42 rumah tangga.

Rumah-rumah mereka terbuat dari kayu, bambu dan beratap daun palem sejenis Livistonia sp. 

Umumnya rumah mereka tidak berdinding dan berlantai papan panggung.

Suku Togutil yang dikategorikan suku terasing tinggal di pedalaman Halmahera bagian utara dan tengah, menggunakan bahasa Tobelo sama dengan bahasa yang dipergunakan penduduk pesisir, orang Tobelo.

Mereka hidup dari memukul sagu, berburu babi dan rusa, mencari ikan di sungai-sungai, di samping berkebun.

Mereka juga mengumpulkan telur megapoda, damar, dan tanduk rusa untuk dijual kepada orang-orang di pesisir.

Kebun-kebun mereka ditanami dengan pisang, ketela, ubi jalar, pepaya dan tebu.

Namun karena mereka suka berpindah-pindah, dapat diduga kalau kebun-kebun itu tidak diusahakan secara intesif.

Dengan begitu, sebagaimana lazimnya di daerah-daerah yang memiliki suku primitif, hutan di daerah ini tidak memperlihatkan adanya gangguan yang berarti

Masyarakat Togutil sebenarnya tidak mengakui sebutan 'Togutil' karena memiliki makna yang negatif yaitu terbelakang atau primitif.

Suku ini dulunya meyakini adanya kekuatan dan kekuasaan tertinggi yaitu Jou Ma Dutu.

Oleh karena itu mereka sangat memelihara alam.

Melansir jurnal radenfatah.ac.id, hutan adalah rumah bagi Suku Togutil, sehingga pohon dianggap sebagai sumber kelahiran generasi baru.

(Bangkapos.com/Kompas.com/Wartakotalive.com/TribunJateng.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved