Rabu, 15 April 2026

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap Keutamaannya 

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menetapkan 1 Dzulhijjah 1445 Hijriyah jatuh pada Sabtu (8/6/2024).

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Serambinews
Niat Puasa tarwiyah dan Arafah 

BANGKAPOS.COM - Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Lengkap Keutamaannya.

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menetapkan 1 Dzulhijjah 1445 Hijriyah jatuh pada Sabtu (8/6/2024).

Dengan demikian, Puasa Tarwiyah jatuh pada Sabtu, 15 Juni 2024.

Sementara Puasa Arafah pada Minggu, 16 Juni 2024.

Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah merupakan diantara puasa sunah yang dianjurkan selama bulan Dzulhijjah.

Puasa Tarwiyah merupakan puasa yang disunnahkan sebelum Idul Adha, tepatnya pada tanggal 8 Dzulhijjah atau dua hari jelang Idul Adha.

Seperti puasa lainnya, Puasa Tarwiyah juga wajib diawali dengan niat.

Berikut niat Puasa Tarwiyah:

نويت صوم التروية سنة لله تعالى

Nawaitu shauma al tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: "Saya niat ber puasa sunnah tarwiyah karena Allah ta’ala."

Puasa ini bersifat sunah dan dilakukan menjelang Idul Adha, tepatnya hari ke delapan pada Dzulhijjah.

Puasa ini dianjurkan untuk dilaksanakan bagi umat muslim, selain karena keutamaannya.

Puasa ini memiliki sejarah yang cukup sakral, yakni tentang definisi Tarwiyah atau proses berpikir Nabi Ibrahim AS saat menerima mimpi pada malam 8 Dzulhijjah.

Dalam mimpi itu, Nabi Ibrahim AS diperintahkan Allah SWT untuk mengurbankan anaknya, yaitu Nabi Ismail AS.

Sejak malam itu, Nabi Ibrahim berpikir hingga kemudian tetap diberi mimpi sama pada 9 Dzulhijjah, yakni perintah menyembelih putranya.

Hingga kemudian, pada 10 Dzulhijjah barulah perintah itu diwujudkan dengan menggantinya dengan seekor domba.

Dengan mengerjakan puasa Tarwiyah umat Islam dimotivasi dengan keutamaan yang berupa dihapusnya dosa selama satu tahun.

Namun, hadits riwayat Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar itu dinilai bermasalah oleh sebagian ahli hadis.

Namun begitu, anjuran untuk ber puasa pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dapat ditemukan dari dalil umum, seperti hadis riwayat Ibnu ‘Abbas RA dalam Sunan At-Tirmidzi:

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini,’” (HR At-Tirmidzi).

Setelah Puasa Tarwiyah, umat Islam juga dianjurkan mengerjakan Puasa Arafah.

Dilansir laman kemenag.go.id, puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada 9 Zulhijah, bertepatan dengan pelaksanaan ibadah wukuf di Arafah bagi jemaah haji.

Ibadah puasa ini dianjurkan untuk diamalkan oleh mereka yang sedang tidak menjalankan ibadah haji di tanah suci.

Hukum puasa Arafah adalah sunah muakkadah yaitu sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu, kecuali bagi jemaah haji yang sedang melakukan wukuf.

Keutamaan puasa Arafah bagi yang menjalankan adalah mendapatkan ampunan dosa setahun yang telah lalu dan setahun lagi yang akan datang, sebagaimana hadis Rasulullah SAW:

Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata),” Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?” Maka dia menjawab, 'Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya.'” (HR. Muslim no.1162).

Berikut niat Puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Arafah lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku ber niat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT."

Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah di saat para jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

"(dengan) ber puasa pada hari Arafah aku mengharap Allah dapat menghapus dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang" (HR. Muslim)

Keutamaannya

Menurut Mujazin, S.Pd., M.A., puasa Arafah merupakan puasa sunah yang dilaksanakan satu hari sebelum Iduladha.

Puasa Arafah dilaksanakan tanggal 9 Zulhijah. Puasa Arafah tahun 2024 akan jatuh pada tanggal 16 Juni 2024.

Di antara waktu yang sangat dianjurkan untuk berpuasa sunnah dalam Islam adalah saat Bulan Dzulhijjah. 

Tepatnya pada 1-9 Dzulhijjah. Adapun 1 Dzulhijjah 1445 Hijrah jatuh pada hari ini, Sabtu, 8 Juni 2024. 

Pada sembilan hari pertama di bulan Dzulhijjah, sangat dianjurkan melakukan puasa sunnah karena keutamaannya yang luar biasa.

Di antara sembilan hari itu, puasa Arafah-lah (tanggal 9 Dzulhijjah) yang paling utama dan tahun ini jatuh pada Minggu, 16 Juni 2024 atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah. 

Sebab balasan dari amalan Puasa Arafah sebagaimana disampaikan Rasulullah Muhammad SAW, setiap muslim akan diampuni dosanya tahun lalu dan tahun yang akan datang.

Untuk diketahui, puasa Arafah merupakan puasa yang dianjurkan Rasulullah Muhammad SAW bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.

Waktu Puasa Arafah bersamaan dengan saat jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Dalam ceramah Buya Yahya yang diunggah dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV, disebutkan bahwa Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang paling dahsyat.

“Puasa yang paling hebat dan paling dahsyat nanti adalah puasa Arafah,” tegas Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan bahwa puasa Arafah adalah hari kesembilan bulan Dzulhijjah.

Disebutkan dalam Hadist Riwayat Imam Muslim,

“Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, dengan berpuasa Arafah itu akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya,”

Buya melanjutkan bahwa yang akan dihapus dosanya adalah dosa-dosa kecil.

“Kalau dosa gede harus ada taubat khusus, misalnya perzinaan, meninggalkan shalat. Ini harus ada taubat khusus,” jelas Buya Yahya.

Puasa Arafah adalah salah satu kemurahan yang datang dari Allah SWT.

“Dengan berpuasa Arafah akan menjadi sebab diampuni dosa-dosa kecil kita. Sebagian ulama mengatakan dosa besar, akan tetapi tetap ada syaratnya,” terang Buya Yahya.

Lebih lanjut, Buya Yahya, mengatakan menyesallah kalau sudah pernah melakukan dosa besar, tapi jangan lupa puasa Arafah adalah pintu luar biasa untuk memasuki pintu taubat.

“Dari yang sembilan ini, puasa Arafah adalah yang paling utama,” kata Buya Yahya.

Buya mengungkapkan bahwa jangan sampai tanggal 1 hingga 8 Dzulhijjah puasa, namun giliran tanggal 9 Dzulhijjah-nya tidak puasa.

“Kalau bisa dari awal sampai tanggal 9 (Dzulhijjah) berpuasa, tanggal 10 (Dzulhijjah) menyembelih kurban dan ini amalan sunnah setiap tahun,” jelas Buya Yahya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1445 H jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024, dan Idul Adha 1445 H pada 17 Juni 2024.

Pada dua hari menjelang Idul Adha, umat Islam disunnahkan untuk mengerjakan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah sehari sebelum Idul Adha.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah 1445 H atau Sabtu, 15 Juni 2024.

Kemudian, Puasa Arafah dikerjakan pada 9 Dzulhijjah 1445 H atau satu hari sebelum Idul Adha yakni Minggu, 16 Juni 2024

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved