Senin, 20 April 2026

Berita Viral

Viral Polisi Diseret Sapi Ngamuk di Komplek Polres Dharmasraya

Video detik-detik anggota polisi bernama Brigadir Debi Awaluddin terseret sapi mengamuk viral di sosial media.

Editor: fitriadi
Tangkapan Layar Muhammad Didit 97
Anggota Polres Dharmasraya Brigadir Debi Awaluddin terseret saat sapi kurban mengamuk, Senin (17/6/2024). 

BANGKAPOS.COM - Peristiwa sapi kurban mengamuk terjadi di sejumlah tempat saat momen penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1445 H.

Di daerah Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat, seorang anggota polisi terseret beberapa meter ketika sapi kurban mengamuk.

Beruntung, polisi bernama Brigadir Debi Awaluddin anggota Polres Dharmasraya tidak mengalami luka parah.

Peristiwa tersebut terjadi di Lapangan Bola Komplek Mapolres Dharmasraya pada Senin (17/6/2024).

Video detik-detik anggota polisi bernama Brigadir Debi Awaluddin terseret viral di sosial media.

Dalam rekaman video terlihat Brigadir Debi terseret beberapa meter di sebuah lapangan hingga akhirnya turut dibantu oleh polisi lainnya.

“Saat hendak membawa sapi itu untuk disembelih tiba-tiba mengamuk dan saya terus menahan talinya supaya sapi itu berhenti berlari tapi akhirnya saya terseret tak jauh,” jelasnya saat dihubungi TribunPadang.com, Selasa (18/6/2024).

“Tujuan saya tak melepas talinya supaya sapi itu tak lari terlalu jauh dan tak membahayakan sekitar akhirnya ada teman-teman yang lain ikut memegang tali hingga sapi itu berhenti,” katanya.

Akibat terseret itu, ia tak mengalami luka-luka yang parah hanya gores-gores saja.

Ia juga menjelaskan Polres Dharmasraya berkurban lima ekor sapi saat Lebaran Iduladha 1445 H.

Daging kurban dibagikan pada masyarakat sekitar, panti asuhan dan beberapa pesantren yang ada di Kabupaten Dharmasraya.

Kejadian Sapi Mengamuk Lainnya

Beberapa peristiwa sapi mengamuk lainnya terjadi saat Hari Raya Idul Adha 2024.

Berikut adalah beberapa momen menarik tersebut.

1. Domba Meloncat ke Atap Rumah Warga di Cianjur

Peristiwa terjadi di Kampung Bongas, Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, pada Senin (17/6/2024).

Irpan Bayu Saputra (44), pemilik domba, menggiring dua ekor domba ke tempat penyembelihan. Satu domba digiring dengan tali tambang, sementara yang lain dilepas karena sudah terbiasa.

Namun, sebelum mencapai tempat penyembelihan, domba yang dilepas tanpa tali tambang tiba-tiba meloncat ke atap rumah warga.

"Saya lihat ke belakang ternyata domba yang tidak diikat kabur. Setelah disusul lagi ke belakang, ternyata sudah ada di atas genting rumah warga," jelas Irpan.

Setelah 15 menit, domba seberat 40 kilogram itu berhasil dievakuasi dari atap rumah warga dan dibawa ke tempat penyembelihan.

2. Sapi Masuk Kedai Kopi di Batam

Di Batam, Provinsi Riau, seekor sapi kurban kabur dan memasuki sebuah kedai kopi yang tengah ramai pengunjung.

Insiden ini menyebabkan kepanikan di antara pelanggan yang berhamburan keluar untuk menghindari sapi.

Beberapa pengunjung terkena tandukan sapi, dan kedai kopi mengalami kerusakan akibat sapi yang menyelonong masuk hingga dapur.

"Ada yang mengandung (hamil) untung selamat. Ada (pengunjung) yang kena tanduk sapi," ujar Iqbal, seorang karyawan kedai kopi.

3. Sapi Kabur di Tol Jagorawi dan SPBU di Jakarta

Di Jakarta, seekor sapi kabur dan berlari sejauh tujuh kilometer di Tol Jagorawi, menyebabkan kemacetan sebelum akhirnya berhasil ditangkap.

Di lokasi lain, seekor sapi kabur dari mobil pikap yang mengangkutnya dan lari ke kawasan SPBU, membuat karyawan SPBU kebingungan.

Sapi tersebut akhirnya ditangkap setelah kelelahan berlari.

4. Sapi Terjebak di Parit di Bandung

Sebuah insiden terjadi di Kota Bandung pada Minggu malam, 16 Juni 2024, sekitar pukul 20.00 WIB.

Seekor sapi kurban mengamuk dan mencoba kabur hingga jatuh dan terjebak di parit di Jalan Maleber Utara, Gg. Wibawa II, Kelurahan Maleber, Kecamatan Andir.

Petugas pemadam kebakaran segera datang dan berhasil mengevakuasi sapi tersebut.

5. Sapi Berlari di Jalan Raya di Padalarang

Di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, seekor sapi kurban kabur dan berlarian di jalan raya kompleks perumahan.

Pengendara yang melintas panik dan ikut mengejar sapi hingga ke kawasan proyek hotel.

Rupanya, sapi tersebut terlepas dari tali yang mengikatnya saat akan dinaikkan ke atas mobil untuk diantar ke tempat penyembelihan.

Kejadian-kejadian ini menambah warna tersendiri dalam perayaan Iduladha, menunjukkan betapa hewan kurban bisa memberikan tantangan tersendiri bagi para pemilik dan panitia kurban.
 
6. Pedagang Tewas Ditendang Sapi di Gunungkidul

Seorang pedagang sapi di di Gunungkidul, Yogyakarta, tewas ditendang sapi seberat 1 ton.

Kejadian dialami Sugianta (40) terjadi saat pedagang sapi tersebut membeli sapi untuk dijual kembali pada Kamis (8/6/2024).

Sugianta membeli hewan ternak di wilayah Kapanewon Semanu untuk persiapan jual beli hewan kurban saat momen Idul Adha.

Saat kejadian, Sugianta hendak menurunkan sapi dari kendaraan pengangkut.

Tak disangka, sapi seberat 1 ton itu menendang dan mengenai bagian dada Sugianta.

"Usai membeli, korban hendak menurunkan sapi tersebut dari kendaraan pengangkut.

Namun, korban tidak sengaja tertendang sapi pada bagian dadanya.

"Itu diperkirakan berat sapinya sampai 1 ton," kata Kapolsek Rongkop, AKP Wasdiyanto, dilansir Bangkapos.com dari Kompas.com, Selasa (11/6/2024).

Sesaat setelah ditendang sapi, korban langsung tak sadarkan diri.

Pihak keluarga segera membawa Sugianta ke rumah sakit, namun takdir berkata lain, ia dinyatakan meninggal dunia.

"Dari keterangan medis, korban mengalami cedera serius di bagian dada. Ada bagian tulang (dada) yang patah," ucapnya.

Atas peristiwa ini, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah.

Korban sudah dikebumikan tak lama seusai dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

"Korban dikebumikan pada Jumat (7/6/2024), sehari setelah kejadian nahas tersebut," kata Wasdiyanto.

Mengapa Sapi Mengamuk?

Salah satu momen pada perayaan Idul Adha adalah penyembelihan hewan kurban. Di berbagai daerah, ada sejumlah tantangan ketika penyembelihan hewan kurban.

Ada yang mengamuk, merusak benda di sekitarnya, hingga melukai orang-orang. Misalnya yang terjadi di Salatiga.

Ada juga sapi yang berpura-pura mati ketika hendak disembelih. Bahkan ada yang mengeluarkan air mata seperti orang menangis.

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB drh Supratikno menjelaskan, hewan kurban yang memberontak karena mengalami stres.

"Perilaku sapi atau hewan kurban itu dipengaruhi oleh breed atau bangsa hewan, sistem pemeliharaan, serta interaksi hewan dengan manusia," kata Supratikno kepada Kompas.com, Minggu (2/8/2020).

Menurut dia, sapi Bos taurus atau keturunan sapi Eropa seperti Limosin, Simental, Holstein, dan lain-lain umumnya lebih tenang atau kalem.

Sementara itu, sapi Bos indicus seperti Ongol, peranakan Ongol, Brahman, Bali, Madura, dan sapi-sapi Asia lainnya umumnya lebih temperamental.

"Sapi yang dipelihara ekstensif juga lebih penakut dan mudah stress dibandingkan dengan sapi yang dipelihara di dalam kandang," kata dia.

Supratikno menjelaskan, sapi yang pernah mendapatkan perlakuan kasar juga lebih mudah stress dibandingkan sapi yang ditangani dengan baik.

Menurut dia, reaksi sapi akan dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut. Suasana tempat pemotongan yang ramai, banyak orang, tentu akan membuat sapi menjadi stress dan akhirnya mengamuk.

Dia mencontohkan, di suatu daerah, ada polisi yang mencoba memegang sapi, kemudian sapi mengamuk. Sapi berperilaku demikian karena baginya polisi itu adalah orang asing.

"Lha ya iya itu sapi kan habis tertekan di kendaraan. Terus pak polisinya itu kan orang asing bagi si sapi. Ya dia merasa terganggu," kata Supratikno.

Oleh karena itu, menurut Supratikno, penting memperlakukan hewan dengan baik.

Sebaiknya tidak menjadikan sapi sebagai tontonan dan hanya orang yang berkepentingan saja yang ada di lokasi saat penyembelihan.

Hal itu untuk berjaga-jaga karena masyarakat tidak tahu akan seperti apa perilaku sapi merespons situasi yang dihadapinya.

Dia mengatakan, pada sapi yang sudah terbiasa dengan manusia, bisa jadi tidak akan terjadi sesuatu atau tidak terganggu.

Akan tetapi, respons berbeda bisa diberikan oleh sapi liar atau umbaran atau ekstensif. Apalagi, sapi pesisiran yang masih keturunan banteng, maka bisa jadi sapi itu mengamuk karena stress.

(TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia/Tribuncirebon.com/Kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved