Selasa, 5 Mei 2026

Plh Pj Gubernur dan Tiga Kepala Dinas Ikut Rakor Stunting Serentak Se-Indonesia

Kemendagri melakukan rapat koordinasi terkait pengukuran evaluasi dan intervensi capaian penurunan jumlah angka stunting dilakukan secara daring.

Tayang:
Penulis: iklan bangkapos | Editor: M Ismunadi
Istimewa
Rakor secara daring terkait pengukuran evaluasi dan intervensi capaian penurunan jumlah angka stunting di Ruang Vidcon Kantor Gubernur Kep. Babel, Jumat (21/6/2024). 

BANGKAPOS.COM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia melakukan rapat koordinasi terkait pengukuran evaluasi dan intervensi capaian penurunan jumlah angka stunting dilakukan secara daring dan serentak se-Indonesia, Jumat (21/6/2024).

Menteri Koordinator Bidang PMK, Muhadjir Effendy memimpin rakor yang diikuti seluruh kepala daerah provinsi/kabupaten/kota se-Indonesia termasuk Plh Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Fery Aprianto didamping Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Administrasi Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB), Kepala Dinkes dan DinsosPMD di Ruang Vidcon Kantor Gubernur Kep. Babel.

“Saat ini angka stunting di Indonesia mengalami penurunan sebesar 15,7 persen dalam 10 tahun terakhir namun pada tahun 2023 penurunan angka stunting hanyalah 0,1 persen,“ ujar Menko Muhadjir.

Dikatakan lebih lanjut, saat ini pemerintah terus berkomitmen berupaya menurunkan angka stunting di Indonesia terutama dengan melakukan kajian melalui kegiatan pengukuran dan inovasi pencegahan stunting yang salah satunya bertujuan untuk merevitalisasi posyandu dengan peralatan yang ada dan kader-kader yang terlatih untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

Tentu saja sasaran inovasi tersebut mencakup calon pengantin, ibu hamil dan anak berusia di bawah lima tahun.

“Karena kelayakan dari sensus pengukuran ini, yang pertama dari segi alat yang digunakan seperti alat ukur atau alat timbang harus sesuai standar dan setiap posyandu setidaknya bisa memenuhi standar tersebut,” jelasnya.

Pada rapat tersebut, Menko PMK Muhadjir mendengar paparan upaya dan kendala dari evaluasi dan stunting dari beberapa provinsi di Indonesia. Seperti halnya daerah lain, Provinsi Kep. Babel juga mempunyai kendala dan terus berupaya mengatasi stunting di Babel dengan harapan dukungan dari semua pihak dalam penggerakan pencegahan intervensi serentak.

“Dengan sisa waktu sekian hari, selisih capaian dan target masih sekitar 27 persen. Tentu ini perlu kerja keras agar Bulan Juni ini target yang sudah kita tetapkan dapat terpenuhi,” tegasnya.

Dari permasalahan yang di hadapi pemerintah daerah, pemerintah pusat mengharapkan adanya berkomunikasi intens antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah termasuk stakeholder agar kondisi stunting tetap terpantau untuk daerah yang capaiannya rendah. (*/E1)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved