Selasa, 21 April 2026

Hasil Psikologi Forensik hingga IQ Pegi Setiawan Dibongkar Polda Jabar, Begini Hasilnya

Hasil Psikologi Forensik hingga IQ Pegi Setiawan Dibongkar Polda Jabar, Begini Hasilnya. Simak selengkapnya

Editor: Evan Saputra
tribun
Hasil Pemeriksaan Psikolog Pegi Setiawan Cenderung Berbohong dan Manupulatif 

BANGKAPOS.COM - Hasil Psikologi Forensik hingga IQ Pegi Setiawan Dibongkar Polda Jabar, Begini Hasilnya.

Babak baru kasus pembunuhan Vina Cirebon dan Eky.

Hal ini lantaran Polda Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan Pegi Setiawan, tersangka pembunuhan Vina dan Eky, memiliki kecendurungan sikap berbohong dan manipulatif.

Pernyataan ini disampaikan tim Kuasa Hukum Polda Jabar berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi forensik Pegi Setiawan.

"Bahwa dalam diri Pegi Setiawan ada sikap kecenderungan sikap berbohong atau menutupi yang sebenarnya dan manipulatif," kata salah satu kuasa hukum Polda Jabar dalam sidang praperadilan Pegi Setiawan, Selasa (2/7/2024).

"Karena ditemukan beberapa cerita berbeda antara Pegi Setiawan dan ayah kandungnya, pada saat ditanyakan peristiwa yang sama di antara keduanya."

Tim Hukum Polda Jabar menguraikan, saat Pegi Setiawan ditanya secara langsung mengenai peristiwa tersebut, yang bersangkutan menjawab tidak tahu.

Akan tetapi jika dilakukan pemeriksaan secara kolateral yaitu dengan data-data yang secara tidak langsung dihubungkan dengan data-data yang lain seperti pada saat dilakukan tes dengan alat kuarsal ada perubahan reaksi emosi.

Tepatnya, lanjut ia, di saat Polda Jabar memperlihatkan secara tiba-tiba dan cepat memperlihatkan  foto koran yakni Eky dan Vina.

"Sempat terjadi perubahan emosi pada saat melihat foto tersebut, sehingga tergambar adanya indikasi bahwa saudara Pegi Setiawan mengetahui peristiwa tersebut di atas," jelasnya.

Meski demikian, untuk lebih mengetahui secara mendalam, ia menyebut perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Lebih lanjut, Tim Hukum Polda Jabar mengungkap fakta lain dalam proses pemeriksaan psikologi terhadap Pegi Setiawan.

Di mana pada pemeriksaan pertama, Pegi Setiawan mengaku tidak mengenal Sudirman, salah satu terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky.

"Akan tetapi, pada saat pemeriksaan kedua, saudara Pegi Setiawan mengaku mengenal saudara Sudirman karena teman sekolahnya," ungkapnya.

"Bahwa saudara Pegi Setiawan memiliki karakter manipulatif dan saudara Pegi Setiawan dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakukannya."

Tim kuasa hukum Polda Jabar juga mengungkapkan terdapat riwayat tingkahlaku pelanggaran hukum sejak remaja oleh Pegi Setiawan.

"Keterlibatan Pegi dalam lingkungan pergaulan negatif saat memasuki usia remaja, yang ditandai dengan penggunaan alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan," tegasnya.

IQ Pegi 78

Tim hukum Polda Jabar mengungkapkan bahwa fungsi intelektual ambang (borderline intelligence functioning) atau IQ dari tersangka kasus pembunuhan Vina Cirebon, Pegi Setiawan, berada di angka 78.

Hal ini diungkapkan saat membacakan jawaban atas gugatan pemohon dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

“Fungsi intelektual ambang borderline intelligence functioning, dengan nilai IQ 78,” demikian pernyataan salah satu anggota tim hukum Polda Jabar dalam sidang, Selasa (2/7/2024).

Dalam sidang tersebut, hasil pemeriksaan psikologis forensik Pegi juga dibeberkan, meliputi gambaran tentang aspek intelegensi, kepribadian, dan status mental Pegi. 

Selama menjalani pemeriksaan, Pegi kerap menunjukkan sikap memegang dan menggaruk tangan, menggaruk kepala ketika merespons pertanyaan, kontak mata kurang terjaga dan cenderung menghindari kontak mata.

Dalam komunikasi, Pegi memerlukan waktu untuk merespons pertanyaan yang disampaikan pemeriksa. Ia juga kerap menjawab tidak tahu dan tampak kebingungan ketika ditanya.

Dalam hal memori, Pegi dinilai kesulitan menyampaikan informasi secara detail dan tidak konsisten dalam beberapa informasi yang disampaikan.

Berdasarkan hasil tes psikologi, Polda Jabar menetapkan bahwa status mental Pegi relatif memadai dan memiliki kompetensi untuk memberikan keterangan.

Namun demikian, pihaknya menduga jika Pegi cenderung berbohong dalam memberikan keterangan.

"Bahwa dalam diri Pegi Setiawan ada sikap kecenderungan sikap berbohong atau menutupi yang sebenarnya dan manipulatif," katanya.

"Karena ditemukan beberapa cerita berbeda antara Pegi Setiawan dan ayah kandungnya, pada saat ditanyakan peristiwa yang sama di antara keduanya."

(*/Kompas/Tribunnews)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved