Senin, 27 April 2026

Berita Pangkalpinang

Tangani Stunting dan Pernikahan Dini, Tujuh Desa Terapkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Sudah ada tujuh desa yang menerapkan ramah perempuan dan peduli anak di Bangka Belitung

|
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Bangka Belitung, Asyraf Suryadin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Bangka Belitung mencatat sudah ada tujuh desa yang menerapkan ramah perempuan dan peduli anak di Bangka Belitung.

Desa ramah perempuan dan peduli anak tersebar di Desa Penyamun Kabupaten Bangka, Desa Air Anyir Kabupaten Bangka, Desa Ibul Kabupaten Bangka Barat, Desa Cupat Kabupaten Bangka Barat, Desa Payung Kabupaten Bangka Selatan, Desa Gadung Kabupaten Bangka Selatan dan Desa Simpang Tiga Belitung.

"Kita bentuk desa ramah perempuan dan peduli anak, sudah mulai ada yang berjalan di beberapa kabupaten seperti Bangka ada dua, Bangka Barat ada dua, Bangka Selatan ada dua dan Belitung ada satu," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Bangka Belitung, Asyraf Suryadin, Rabu (4/7/2024).

Dia mengatakan dari tujuh desa itu, ada enam yang dibentuk dari pusat dan satu desa yakni di Belitung dibentuk secara mandiri

"Ini inisiatif dari pusat lalu kita buatkan juga mandiri, desa ramah perempuan dan peduli anak ada program tersendiri, peduli anak dan perempuan lebih tinggi. Misalnya anak tidak ada kartu identitas anak maka desa harus mendorong itu, lalu desa harus menekankan tidak boleh menikah dalam usia anak," kata Asyraf.

Bahkan dia menekankan ada desa yang tidak akan melayani masyarakat yang usia anak untuk menikah.

"Di Payung itu kalau ada usia anak menikah maka desa tidak mau memberikan fasilitas di desa seperti tenda kursi dan sebagainya serta tidak mau menghadirinya," katanya.

Dia berharap desa-desa lain di Bangka Belitung dapat menerapkan desa ramah perempuan dan peduli anak ini.

"Ya kalau ada desa lain mau menerapkan ini silahkan studi banding ke desa ini, tidak perlu ke luar," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved