Berita Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan Sediakan Rumah Singgah Gratis di Dua Daerah Ini
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung menyediakan rumah singgah di dua daerah yang menjadi rujukan berobat warga.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung menyediakan rumah singgah di dua daerah yang menjadi rujukan berobat warga dari daerah itu. Dengan harapan mampu meringankan pasien dan keluarga pasien yang terkendala masalah finansial selama menjalani pengobatan.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Bangka Selatan, Sumindar bilang, pemerintah setempat saat ini telah menyiapkan fasilitas rumah singgah bagi keluarga pasien.
Rumah singgah tersebut didirikan di dua daerah, yakni di Kota Palembang, Sumatera Selatan dan Jakarta.
Langkah tersebut guna memberikan kemudahan bagi keluarga yang harus mendampingi pasien yang dirawat di rumah sakit yang ada di luar daerah.
“Selain berobat gratis, kita juga telah menyiapkan dua rumah singgah di dua daerah. Yakni di Kota Jakarta dan Kota Palembang untuk pasien rujukan yang berobat di dua kota tersebut,” kata dia kepada Bangkapos.com, Sabtu (3/8/2024).
Sumindar memaparkan, fasilitas rumah singgah tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan layanan masyarakat.
Adanya rumah singgah ditargetkan keluarga pasien dapat tinggal lebih dekat dengan pasien yang sedang dirawat.
Rumah singgah itu diperuntukkan khusus bagi keluarga pasien, bahkan sesuai arahan Bupati Bangka Selatan rumah singgah tersebut turut digratiskan bagi masyarakat.
Lokasi rumah singgah tersebut pertama berada di Jalan Macan Kumbang III A, Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat, Kota Palembang.
Sedangkan di Jakarta berada di Komplek Setneg Lama, Jalan Cempaka Putih Barat blok 19 nomor 61, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Untuk fasilitas rumah singgah yang disiapkan ini terdapat kamar, tempat tidur, dapur dan juga penjaga yang dapat membantu memfasilitasi pasien dalam berobat.
Untuk fasilitas rumah singgah yang disiapkan ini terdapat kamar, tempat tidur, dapur dan juga penjaga yang dapat membantu memfasilitasi pasien dalam berobat.
“Biaya untuk berobat keluar daerah cukup besar, mulai dari makan keluarga pasien, penginapan keluarganya. Belum lagi kalau ada yang berobat jalan, sehingga rumah singgah ini cukup membantu,” papar Sumindar.
Selain penyediaan rumah singgah lanjut dia, pemerintah setempat turut menyiapkan dana pendamping bagu pasien yang hendak berobat ke luar daerah.
Dana pendamping yakni dana untuk mendampingi pasien yang akan melakukan pengobatan rujukan, baik ke Kota Pangkalpinang maupun ke luar daerah Pulau Bangka.
Syarat utama untuk mengklaim dana pendamping adalah masyarakat yang tidak mampu dibuktikan dengan beberapa dokumen yang dikeluarkan oleh pejabat terkait di wilayah pasien tinggal.
Dana pendamping hanya dibatasi untuk dua orang pendamping pasien, sementara pasien telah ditanggung oleh pemerintah.
Dana dapat diklaim yakni transportasi dan akomodasi, dibuktikan dengan tiket pesawat atau boarding pass maupun kwitansi sewa kendaraan antar jemput saat berangkat dan pulang.
Sedangkan klaim akomodasi berupa makan harian untuk pendamping pasien dibatasi untuk dua orang sebesar Rp75 ribu perhari per satu orang dengan maksimal perawatan atau pengobatan 30 hari.
“Dana pendamping kesehatan untuk masyarakat kurang mampu yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tahun ini sebesar Rp50 juta,” ucapnya.
Kendati demikian kata Sumindar, bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan rumah singgah dapat melapor terlebih dahulu ke DinsosPPPA sebelum berangkat berobat.
Langkah tersebut diambil agar petugas dapat menyiapkan tempat yang hendak dihuni oleh keluarga pasien.
Sekaligus mengetahui okupansi rumah singgah jika ada keluarga pasien lainnya. Mengingat saat ini penyediaan rumah singgah masih terbatas.
“Semoga dengan rumah singgah ini bisa membantu masyarakat Kabupaten Bangka Selatan yang menjalani pengobatan di luar daerah,” pungkas Sumindar. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Masalah Sampah Makin Kompleks, KIE Jadi Senjata Utama Pemkab Bangka Selatan |
|
|---|
| Jelang Ramadhan, Kuota Gas Elpiji di Bangka Selatan Naik 20 Persen |
|
|---|
| Ciri-ciri Jenazah di Pantai Desa Sebagin Basel Identik dengan Jasad di Laut Tembelok |
|
|---|
| Jelang Ramadhan, Polisi Perketat Penertiban Lalu Lintas di Bangka Selatan |
|
|---|
| Akhiri Perjalanan 155 Kilometer Warga, Pembangunan Dua Pengadilan di Bangka Selatan Dipercepat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210709-rumah-singgah-kabupaten-bangka-selatan-di-cempaka-putih-barat-dki-jakarta.jpg)