Senin, 18 Mei 2026

Olimpiade Paris 2024

Gregoria Mariska Tunjung Gagal ke Final Olimpiade Paris 2024, Kalah dari Peringkat 1 Dunia

Gregoria Mariska Tunjung gagal ke final bulutangkis putri Olimpiade Paris 2024 usai kalah dari ranking 1 dunia An Se-young duel tiga set.

Tayang:
Penulis: Widodo | Editor: Widodo
BADMINTON INDONESIA
Gregoria Mariska Tunjung gagal ke final bulutangkis putri Olimpiade Paris 2024 usai kalah dari ranking 1 dunia An Se-young duel tiga set. 

BANGKAPOS.COM -- Gregoria Mariska Tunjung gagal lolos ke final bulutangkis putri Olimpiade Paris 2024 usai kalah dari ranking 1 dunia, An Se-young duel tiga set.

Di gim pertama Jorji sapaan Jorji mampu menang dengan skor 21-11.

Lalu di gim kedua An Se-young yang mampu bangkit dan mengalahkan Jorji 21-13.

Di gim ketiga sebagai penentuan, tunggal putri Indonesia tersebut tak mampu berbuat banyak.

Al hasil, Jorji kalah dengan skor 21-11, 13-21 dan 16-21.

Namun ia masih bisa meraih perunggu jika mampu menang melawan He Bing Jiao atau Carolona Marin di semifinal lainnya.

Ya, wakil Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung melawan unggulan teratas sekaligus ranking satu dunia, An Se-young.

Gregoria menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bertanding di Olimpiade Paris 2024 sepanjang Minggu (4/8) hari ini.

Gregoria butuh satu kemenangan lagi guna memastikan sumbangan medali bagi Indonesia di Olimpiade Paris 2024.

Namun jika ingin menyumbangkan medali emas, Gregoria perlu memastikan menjadi juara pertama, mengalahkan An Se-young, lalu He Bing Jiao/Carolona Marin.

Melawan An Se-young sendiri bukanlah sesuatu yang muda bagi Jorji, sapaan karib Gregoria.

Dalam tujuh pertemuan diantara kedua, Jorji selalu kalah.

Pertemuan Gregoria dengan An Se-young terakhir kali terjadi di Singapore Open 2024 dimana saat itu Grego harus takluk 2 game saja melawan An Se-young.

Jika berhasil melaju ke final, torehan rekor ciamik bakal diukir oleh Gregroria.

Ia akan menyamai rekor dari Mia Audina dan Susi Susanti sebagai tunggal putri yang mampu ke final Olimpiade.

Namun jika gagal ke final, atlet asal Wonogiri itu masih berpeluang mendapatkan medali perunggu.

Ia akan menyamai prestasi Maria Kristin pada edisi Beijing 2008 silam saat menjadi juarta ketiga.

(Bangkapos.com/Widodo/Tribunnews.com/Arif Tio)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved