Rabu, 20 Mei 2026

Berita Belitung

Satpol PP Kabupaten Belitung Amankan Puluhan Botol Minuman Arak Tak Berizin

Razia yang digelar oleh Satpol PP Kabupaten Belitung berhasil mengamankan minuman keras sebanyak sebanyak 49 botol dan 21 kampil plastik.

Tayang:
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Hendra
(posbelitung.co/dede s) 
Kasat Pol PP Kabupaten Belitung Hendri Suzanto menunjukan arak tak berizin hasil razia pada Kamis (15/8/2024). 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Razia yang digelar oleh Satpol PP Kabupaten Belitung berhasil mengamankan minuman keras sebanyak sebanyak 49 botol dan 21 kampil plastik.

Puluhan botol minuman keras jenis arak diamankan dari sebuah toko kelontong yang berada di  Jalan Hasan Sai'e, Desa Air Raya dan bekas rumah makan di Jalan Bambang Utoyo, Kelurahan Kampung Damai, Kamis (15/8/2024). 

Minuman keras tak berizin tersebut diamankan dalam botol air kemasan dan plastik.

"Razia ini berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan maraknya penjualan minuman beralkohol. Jadi kami tindak lanjuti dan ini hasilnya," ujar Kasat Pol PP Kabupaten Belitung Hendri Suzanto kepada posbelitung.co.

Ia menjelaskan sebenarnya berdasarkan pematauan tim pengintai, terdapat tujuh sampai delapan tempat yang diduga menjual arak

Tetapi, ketika tim turun razia pukul 20.00 WIB hanya dua tempat yang beroperasi yaitu di Jalan Bambang Utoyo dan Hasan Sai'e. 

Sedangkan sisa targetnya lainnya tidak beroperasi. 

"Jadi di Jalan Hasan Sai'e kami temukan 21 kampil dan di Jalan Bambang Utoyo kami temukan 49 botol," katanya. 

Ia menjelaskan usaha jual beli miras jenis arak tersebut melanggar dua perda sekaligus yaitu Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Tibum dan Perda Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Pengawasan Pengendalian Minol. 

Selidiki Hingga Pabrik

Hendri menegaskan pihaknya akan memanggil pihak yang menjual minol arak tersebut untuk dimintai keterangan. 

Tetapi dirinya memastikan tidak akan berhenti kepada penjual saja tapi diusahakan sampai pada pabrik pembuatannya. 

Hanya saja untuk mengarah ke pabrik, dibutuhkan waktu dan penyelidikan lebih mendalam. 

"Kami memang belum tahu produksinya dimana tapi kami akan berusaha sampai pada tingkat produksinya," kata Hendri. 

Sementara ini, lanjutnya, jika jumlahnya sedikit kemungkinan diarahkan dengan pendekatan pembinaan. 

Tapi jika dalam jumlah besar maka akan diupayakan penyelesaian dengan cara tipiring. 

"Tapi kami tidak akan berhenti sampai di sini," katanya. (posbelitung.co/dede s) 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved