Pavel Durov Pendiri Telegram Ditangkap di Prancis, Ini Penyebabnya
Pavel Durov Pendiri Telegram Ditangkap di Prancis, Ini Penyebabnya. simak selengkapnya
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM - Pavel Durov Pendiri Telegram Ditangkap di Prancis, Ini Penyebabnya.
Pendiri Telegram, Pavel Durov (39), ditangkap oleh polisi Prancis di bandara utara Paris.
Pavel Durov ditahan setelah jet pribadinya mendarat di Bandara Le Bourget, menurut laporan media Prancis.
Menurut pejabat, Pavel Durov yang memiliki kewarganegaraan ganda Rusia-Prancis ditangkap berdasarkan surat perintah atas pelanggaran yang berkaitan dengan aplikasi perpesanan populer, Telegram.
"Kedutaan Besar Rusia di Prancis mengambil langkah segera untuk mengklarifikasi situasi," menurut laporan kantor berita negara Rusia TASS, Minggu (25/8/2024).
Sebelumnya, Pavel Durov dilaporkan sedang bepergian dengan jet pribadinya ke Prancis.
Penyebab
Dikutif dari berbagai sumber, penangkapan Pavel Durov disebut karena menolak untuk menyensor platform telegram miliknya.
Karena menolak, Pavel Durov dituduh mendukung tindakan terorisme, pedagang narkoba dan kasus besar lainnya dan terancam 20 tahun penjara.
Sosok Pavel Durov
Pavel Valeryevich Durov adalah seorang pengusaha asal Rusia yang dikenal sebagai sosok di balik kesuksesan dua platform digital besar, yaitu VK (VKontakte) dan Telegram. Ia sering disebut sebagai "Mark Zuckerberg-nya Rusia" karena inovasi dan pengaruhnya yang signifikan dalam dunia teknologi.
Biodata
Lahir: 10 Oktober 1984, Leningrad, Uni Soviet (sekarang Sankt Peterburg, Rusia).
Pendidikan: Menyelesaikan studi S2 di Universitas Negeri Saint Petersburg.
Kehidupan Awal: Membelah waktu kecil antara Rusia dan Italia, di mana ayahnya bekerja sebagai seorang filolog.
Karier dan Prestasi
Bersama kakaknya, Nikolai Durov, Pavel mendirikan VK pada tahun 2006.
VK dengan cepat menjadi jejaring sosial terbesar di Rusia, bersaing dengan Facebook.
Konflik dengan investor dan pemerintah memaksanya untuk meninggalkan perusahaan pada tahun 2014.
Setelah meninggalkan VK, Pavel dan timnya mengembangkan aplikasi pesan instan terenkripsi, Telegram.
Telegram dikenal karena fokusnya pada privasi pengguna dan fitur-fitur canggih seperti saluran, grup, dan bot.
Aplikasi ini dengan cepat meraih popularitas global, terutama di kalangan pengguna yang mengutamakan keamanan data.
Kekayaan dan Gaya Hidup
Pavel Durov merupakan salah satu miliarder termuda di dunia.
Meski kaya raya, ia dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana dan tidak suka memamerkan kekayaan.
Pavel Durov adalah sosok yang menginspirasi bagi banyak pengusaha muda. Keberaniannya dalam menghadapi tantangan dan komitmennya terhadap nilai-nilai yang diyakininya telah membuatnya menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi
Durov, yang kekayaannya ditaksir oleh Forbes sebesar US$15,5 miliar
Kedutaan Besar Rusia di Prancis Bereaksi
Kementerian luar negeri Rusia mengatakan kedutaan besarnya di Paris sedang mengklarifikasi situasi di sekitar Durov dan meminta organisasi non-pemerintah Barat untuk menuntut pembebasannya.
"Hampir tidak ada orang lain yang telah berbuat lebih banyak untuk pengembangan layanan digital di Rusia dan dunia," kata Wakil Ketua Duma Negara Rusia Vladislav Davankov di Telegram hari ini.
"Kita harus mengeluarkannya dari sana. Saya telah mendesak Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov untuk mengajukan banding kepada otoritas Prancis agar membebaskan Pavel Durov dari tahanan," lanjutnya.
Ia curiga bahwa penangkapan itu dimaksudkan untuk mendapat akses rahasia ke data para pengguna Telegram.
"Penangkapannya dapat dimotivasi secara politik dan digunakan untuk mendapatkan akses ke informasi pribadi pengguna Telegram. Kita tidak dapat membiarkan ini," ujarnya.
"Jika Paris menolak membebaskan Pavel Durov, segala cara harus dilakukan untuk memindahkannya ke UEA atau Rusia – jika dia setuju, tentu saja,” lanjutnya.
Wakil Duta Besar Rusia di Prancis itu menepis tuduhan terhadap Pavel Durov, dengan mengatakan aktivitas ilegal dapat ditemukan di semua platform pengiriman pesan.
“Namun, tidak ada yang menangkap atau memenjarakan pemiliknya. Dan itu seharusnya tidak terjadi kali ini," katanya, seperti diberitakan Russia Today.
Telegram sangat populer di Rusia, Ukraina dan negara-negara bekas Uni Soviet.
Aplikasi ini dilarang di Rusia pada tahun 2018, setelah sebelumnya Durov menolak menyerahkan data pengguna, namun larangan tersebut dicabut pada tahun 2021.
Telegram menduduki peringkat sebagai salah satu platform media sosial utama setelah Facebook, YouTube, WhatsApp, Instagram, TikTok, dan Wechat.
Pavel Durov mendirikan Telegram pada tahun 2013 dan meninggalkan Rusia pada tahun 2014 setelah menolak mematuhi tuntutan pemerintah untuk menutup komunitas oposisi di platform media sosial VKontakte miliknya, yang dijualnya.
"Saya lebih suka bebas daripada menerima perintah dari siapa pun," kata Pavel Durov kepada jurnalis Amerika, Tucker Carlson, pada April lalu tentang kepergiannya dari Rusia dan pencariannya untuk kantor pusat bagi perusahaannya
(Tribunnews/bangkapos.com)
| Sosok Ibu Guru Salsabila yang Viral Jadi Sorotan Usai Video Tersebar di Telegram |
|
|---|
| TR Kapolda Babel Tiga PJU Polresta Pangkalpinang Mutasi, Kapolres Pimpin Langsung Upacara Sertijab |
|
|---|
| Cara Membeli Star Telegram di Tonkeeper, Lebih Murah dan Peroses Cepat |
|
|---|
| Cara Membuat Username Telegram, Gampang Banget Cukup Lakukan 5 Langkah Ini |
|
|---|
| Harta Kekayaan Pavel Durov, CEO Telegram yang Ditangkap di Prancis, Masuk Daftar Miliarder Forbes |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pavel-durov_20170717_075857.jpg)