Minggu, 26 April 2026

Menu Makan Atlet PON Aceh-Sumut Seharga Rp 50 Ribu per Porsi Disentil Warganet: Kasihan, Gitu Doang

Menu makanan yang terlihat yaitu satu porsi nasi, satu potong ayam, telur, dan beberapa potong wortel serta kacang panjang.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
Kolase Bangkapos.com / Tribun / Kompas.com
Menu Makan Atlet PON Aceh-Sumut Seharga Rp 50 Ribu per Porsi Disentil Warganet: Kasihan, Gitu Doang 

BANGKAPOS.COM -- Serba-serbi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh, Sumatera Utara menjadi sorotan.

Mulai dari fasilitas yang  kurang memadai, hingga menu makan untuk para atlet yang dinilai sangat memprihatinkan.

Sepanjang bergulirnya acara, berbagai keluhan datang dari para atlet.

Di media sosial viral penampakan menu makan atlet PON 2024.

Salah satu kompilasi videonya dibagikan oleh akun Instagram @undercover.id.

Dalam video pertama yang diduga direkam oleh salah satu atlet, mengeluhkan menu makanan yang tersedia.

"Inilah makanan hari-hari PON Aceh nih, atlet disuruh makan kering enggak berkuah ini, aduh," ucap perekam video.

Menu makanan yang terlihat yaitu satu porsi nasi, satu potong ayam, telur, dan beberapa potong wortel serta kacang panjang.

Dalam video lainnya, terlihat pula menu makanan atlet lain yang berisikan satu porsi nasi, satu potong ayam berbumbu, potongan sosis, dan potongan sayuran serta air mineral.

Kemudian, di video lainnya, menu makanan yang didapat yaitu satu bungkus nasi, dua potong tempe, satu potong ikan, satu potong ayam, beberapa potong kacang panjang, satu buah pisang, dan satu makanan ringan.

Selain makanan berat, ada pula box makanan ringan yang berisi dua roti dan satu air mineral.

Adapun, harga satuan makanan atlet PON ini diduga sebesar Rp50.900 per porsi. Sedangkan makanan ringannya Rp18.900 per boks.

Sontak, potret menu makanan atlet di PON ini menuai berbagai komentar dari warganet.

"Wah ini makanan buat atlet? Bagusan nasi berkah Jumat," tulis seorang warganet.

"Apa ngga pada lemas itu atlet dikasih makan begitu?" kata warganet lainnya.

"Kesian atlet yang mau bertanding dapat asupan gizi kayak gitu doang," ucap warganet lainnya.

"Waduh anggarannya segitu isinya begitu," timpal warganet lainnya.

Sederet Masalah PON 2024

Pekan pertama penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 diwarnai sejumlah masalah.

Kompetisi olahraga multicabang yang digelar di Aceh dan Sumatera Utara pada 8-20 September 2024 tersebut dinilai belum memadai, baik dari segi infrastruktur,  akomodasi, dan pelayanan kepada atlet dan ofisial.

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo berencana melaporkan dugaan penyelewengan dana PON ke Kejaksaan Agung dan Badan Reserse Kriminal Polri setelah mendapati sejumlah masalah pada kompetisi ini.

Beberapa masalah yang terjadi di PON 2024 sudah dikeluhkan atlet dan ofisial sebelum kompetisi ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh pada Senin (9/9/2024).

Lantas, apa saja masalah yang terjadi di pekan pertama PON 2024?

1. Kamar mandi kotor dan air bersih kurang

Tim Voli DKI Jakarta mengeluhkan kondisi kamar mandi yang kotor dan kurangnya air bersih ketika mereka tiba di Gelanggang Olahraga (GOR) Voli Indoor Sumut Sport Center di Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang.

Kapten Tim Voli DKI Jakarta Okky Damar mengatakan, ia memiliki ekspektasi venue PON 2024 lebih baik dari PON Papua 2020.

Tetapi, harapan tersebut sirna setelah Okky merasakan akses jalan menuju GOR Voli Indoor Sumut Sport Center yang belum memadai.

Ia juga menyampaikan, kondisi kamar mandi dan tempat ganti di GOR Voli Indoor Sumut Sport Center sangat kotor.

Tim Voli DKI Jakarta dibuat tak habis pikir dengan ketersediaan air bersih yang kurang ditambah kondisi lapangan voli yang licin sehingga berbahaya bagi pemain.

“Kalau dilihat sekarang ini, lapangan untuk pertandingan ini kalau menurut saya kurang layak."

"Kedua, jalan untuk ke venue sangat-sangat tidak layak,” katanya dikutip dari Kompas.com, Selasa (10/9/2024).

Terkait kurangnya fasilitas di GOR Voli Indoor Sumut Sport Center, Ketua Harian Pengurus Besar PON Baharuddin Siagian menyatakan, venue ini sudah bisa digunakan pada Selasa setelah dilakukan pengunduran jadwal pertandingan.

Meski begitu, ia menyampaikan, beberapa fasilitas tambahan belum dipasang walau arena voli indoor sudah siap digunakan.

"Sebenarnya sudah selesai, hanya saja fasilitas lain, seperti tempat pemanasan, belum dipasang. Tapi sekarang sudah dipasang, termasuk akses menuju arena juga sudah bagus," jelasnya, dikutip dari Kompas.com, Selasa.

Lebih lanjut, Baharuddin menjelaskan, pembangunan GOR Voli Indoor Sumut Sport Center baru dimulai satu bulan yang lalu karena pendanaan terlambat cair.

2. Jalan menuju GOR masih berkubang

Pantauan Kompas.com di GOR Voli Indoor Sumut Sport Center, jalan yang menjadi akses menuju venue ini, belum rampung digarap.

Akibat jalan yang belum jadi, kawasan sekitar GOR dikelilingi genangan air, serpihan triplek, dan potongan kayu yang berserakan.

Atlet dan ofisial juga kesulitan mengakses GOR Voli Indoor Sumut Sport Center karena jalan masih berlumpur.

Di samping pengerjaan akses venue yang belum selesai, kawasan sekitar GOR Voli Indoor Sumut Sport Center masih dihiasi dengan tanaman jagung milik warga.

Tampak pula dua alat berat yang masih mengerjakan proses pemerataan tanah di sekeliling GOR tersebut.

Menurut Baharuddin, jalan menuju GOR masih berlumpur karena pembangunan jalan dalam tahap pengerjaan dan belum rampung karena faktor hujan.

Baharuddin menekankan, pengerjaan jalan tersebut merupakan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sumut serta Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BP2JN).

"Jalannya memang sedang dibuat, jadi becek karena hujan," ujar Baharuddin dikutip dari Kompas.com, Selasa (10/9/2024).

3. Konsumsi atlet sering telat

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengeluhkan sekaligus mengirimkan surat protes kepada panitia PON 2024 karena konsumsi atlet yang sering telat.

Menurut Koordinator Wilayah Aceh Sekretariat Kontingen Kalteng Mikhael Agusta, atlet yang sering mengalami keterlambatan konsumsi berasal dari cabang olahraga (cabor) panahan dan panjat tebing.

Mikhael mencontohkan, kontingennya yang berada di Banda Aceh baru menerima makan malam pada Sabtu (7/9/2024) pukul 22.30 WIB.

Tak sampai di situ, sarapan untuk Kontingen Kalteng baru diterima pada Minggu (8/9/2204) pukul 09.50 WIB.

Mikhael menegaskan, terlambatnya konsumsi untuk atlet membuat persiapan kontingen Kalteng menjadi terganggu.

“Kami menyampaikan nota protes atas pelayanan yang diberikan kepada kontingen Kalimantan Tengah, khususnya cabor panahan dan panjat tebing,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Selasa.

Terkait protes yang diajukan Kontingen Kalteng, Ketua Bidang Konsumsi PB PON XXI Wilayah Aceh, Diaz Furqan, menyampaikan permintaan maaf.

Ia mengklaim, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan konsumsi atlet.

Diaz juga berjanji akan memperbaiki layanan distribusi konsumsi agar tidak ada lagi keterlambatan dan kualitas konsumsi tetap terjaga.

"Kami telah menegur rekanan dan meminta agar layanan distribusi dilakukan tepat waktu dan dengan kualitas yang baik," ujarnya.

4. Bus atlet datang terlambat

 Selain infrastruktur dan konsumsi, PON 2024 juga diwarnai terlambatnya bus yang membawa atlet dan ofisial menuju venue.

Asisten pelatih kriket Sumut Dede Dharmawan mengeluhkan hal tersebut sebelum timnya bertanding di semifinal kriket, tapi bus tidak kunjung datang menjemput.

Terkait masalah itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumut Agustinus Panjaitan mengatakan, pihaknya memohon maaf atas insiden tersebut.

Ia juga berjanji, penyelenggaraan PON 2024 dalam hal transportasi atlet akan semakin baik setelah kontingen Sumut mengeluhkan bus yang datang terlambat.

“Kami ingin memastikan layanan transportasi akan lebih lancar. Kami akan terus berusaha meningkatkan mutu layanan transportasi PON,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Senin.

“Kami akan menyediakan sembilan kendaraan untuk memastikan para atlet kriket tiba tepat waktu di venue,” tambahnya.

Itulah sederet masalah PON 2024 mulai dari infrastruktur, konsusmi, air, dan fasilitas yang diterima atlet dan ofisial.

(Bangkapos.com/TribunJabar.id/Kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved