Rabu, 8 April 2026

Berita Sungailiat

Stunting Dipicu Pernikahan Dini di Kabupaten Bangka

Berdasarkan pengecekan dan penelitian diketahui pemicu kasus stunting sebagian besar karena pernikahan dini

Penulis: deddy_marjaya | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Kegiatan penanganan stunting dipimpin Pj Bupati Bangka M Haris di Desa Penagan, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka, Kamis (12/9/2024). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Angka Stunting di Kabupaten Bangka terus mengalami penurunan di tahun 2024 dibanding tahun 2023.

Berdasarkan pengecekan dan penelitian diketahui pemicu kasus stunting sebagian besar karena pernikahan dini.

Menurut Pj Bupati Bangka M Haris pernikahan dini cukup tinggi khususnya di desa-desa Kabupaten Bangka, Kamis (12/9/2024).

"Setiap saya turun ke desa, selalu bertanya usia ibu ibu yang anaknya stunting ternyata banyak sekali orang tua di desa itu kawin di usia muda atau usia dini. Padahal mereka ini masih awam soal perkawinan dan mengurusi rumah tangga yang di usia tersebut. Mereka harusnya masih menikmati usia muda mereka," kata Haris saat meninjau penanganan stunting di Desa Penagan dan Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka.

M Haris mengatakan dalam usia yang belum siap untuk berumah tangga dan belum memahami mengurus anak. Maka  selain upaya untuk menangani kasus stunting yang terjadi harus dilakukan upaya pencegahan pernikahan usia dini.

"Terus dilakukan sosialisasi terus himbauan khususnya anak-anak muda yang ada di desa jangan cepat cepat menikah. Menikahlah di usia yang benar-benar matang. Sehingga saat menghadapi kenyataan dalam pernikahan dan memiliki keluarga telah benar benar siap," kata M Haris.

dr Siti Anisa yang merupakan dokter Puskesmas Penagan mengatakan untuk di Desa Penagan dan Desa Kota Kapur ada penurunan untuk anak stunting.

Di bulan Desember 2023, ada 11 anak stunting turun menjadi 8 anak di Desa Penagan. Sedangkan di Desa Kota Kapur sebelumnya ada 10 anak stunting dan telah lepas stunting 1 anak namun ada1 anak lagi bertambah jadi angkanya tetap 

dr Siti Anisa membenarkan jika kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Bangka paling dominan karena pernikahan dini.

"Mereka banyak yang salah dalam pola asuh anak karena belum mengerti. Seperti kelola makan bergizi yang baik dan benar bagi anak-anak mereka. Kami juga menemukan masih ada orang tua hingga saat ini memberikan anaknya susu kental manis padahal itu tidak bergizi. Kita terus memberikan himbauan terkait pola makan bagi anak-anak," kata dr Siti Annisa.

(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: babel news
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved