Berita Sungailiat
Stunting Dipicu Pernikahan Dini di Kabupaten Bangka
Berdasarkan pengecekan dan penelitian diketahui pemicu kasus stunting sebagian besar karena pernikahan dini
Penulis: deddy_marjaya | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Angka Stunting di Kabupaten Bangka terus mengalami penurunan di tahun 2024 dibanding tahun 2023.
Berdasarkan pengecekan dan penelitian diketahui pemicu kasus stunting sebagian besar karena pernikahan dini.
Menurut Pj Bupati Bangka M Haris pernikahan dini cukup tinggi khususnya di desa-desa Kabupaten Bangka, Kamis (12/9/2024).
"Setiap saya turun ke desa, selalu bertanya usia ibu ibu yang anaknya stunting ternyata banyak sekali orang tua di desa itu kawin di usia muda atau usia dini. Padahal mereka ini masih awam soal perkawinan dan mengurusi rumah tangga yang di usia tersebut. Mereka harusnya masih menikmati usia muda mereka," kata Haris saat meninjau penanganan stunting di Desa Penagan dan Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka.
M Haris mengatakan dalam usia yang belum siap untuk berumah tangga dan belum memahami mengurus anak. Maka selain upaya untuk menangani kasus stunting yang terjadi harus dilakukan upaya pencegahan pernikahan usia dini.
"Terus dilakukan sosialisasi terus himbauan khususnya anak-anak muda yang ada di desa jangan cepat cepat menikah. Menikahlah di usia yang benar-benar matang. Sehingga saat menghadapi kenyataan dalam pernikahan dan memiliki keluarga telah benar benar siap," kata M Haris.
dr Siti Anisa yang merupakan dokter Puskesmas Penagan mengatakan untuk di Desa Penagan dan Desa Kota Kapur ada penurunan untuk anak stunting.
Di bulan Desember 2023, ada 11 anak stunting turun menjadi 8 anak di Desa Penagan. Sedangkan di Desa Kota Kapur sebelumnya ada 10 anak stunting dan telah lepas stunting 1 anak namun ada1 anak lagi bertambah jadi angkanya tetap
dr Siti Anisa membenarkan jika kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Bangka paling dominan karena pernikahan dini.
"Mereka banyak yang salah dalam pola asuh anak karena belum mengerti. Seperti kelola makan bergizi yang baik dan benar bagi anak-anak mereka. Kami juga menemukan masih ada orang tua hingga saat ini memberikan anaknya susu kental manis padahal itu tidak bergizi. Kita terus memberikan himbauan terkait pola makan bagi anak-anak," kata dr Siti Annisa.
(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)
| DPRD Bangka Sahkan Perda Perubahan Struktur Perangkat Daerah |
|
|---|
| Seleksi Paskibraka Bangka 2026 Dimulai, 137 Peserta Lolos Administrasi |
|
|---|
| Ribuan Siswa SMP di Kabupaten Bangka Ikuti TKA 2026, Dindikpora Pastikan Pelaksanaan Lancar |
|
|---|
| Waspada Karhutla di Bangka, Catat Nomor Layanan Darurat Damkar dan Imbauan Polisi |
|
|---|
| Harga TBS Sawit di Bangka Turun, APKASINDO Keluhkan Jauh di Bawah Belitung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240912-penanganan-stunting-dipimpin-Pj-Bupati-Bangka-M-Haris.jpg)