Rabu, 20 Mei 2026

Berita Belitung

Bimma Anantha, Pemuda Belitung Raih Juara 2 MTQ Nasional 2024 Berkat Karya Ilmiah Tentang Judol

Alhamdulillah yang jelas bersyukur, apalagi persiapan juga sudah maksimal. Karena saya persiapannya itu berlanjut semenjak awal ikut MTQ beberapa...

Tayang: | Diperbarui:
posbelitung.co/dede s
Bimma Anantha menerima apresiasi dari Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa pada Jumat (20/9/2024). 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Bimma Ananta, pemuda berusia 23 tahun asal Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), sukses mengharumkan nama daerahnya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXX tahun 2024 di Samarinda, Kalimantan Timur ( Kaltim ).

Sebagai perwakilan (khalifah) dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Bimma berhasil meraih juara dua pada cabang karya ilmiah Alquran. Dalam karya tulisnya, ia mengupas tuntas isu judi online ( Judol ) dari perspektif Alquran, serta menyusun sebuah program rehabilitasi online bagi para pelaku judi.

Atas prestasi itu, Bimma mendapatkan apresiasi uang penghargaan Rp10 juta yang diberikan Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa pada Jumat (20/9/2024). 

"Alhamdulillah yang jelas bersyukur, apalagi persiapan juga sudah maksimal. Karena saya persiapannya itu berlanjut semenjak awal ikut MTQ beberapa tahun sebelumnya," ujarnya saat ditemui posbelitung.co.

Anak pertama dari Harmansyah dan Beti Apriani itu sebenarnya sudah tiga kali menembus ajang MTQ tingkat Nasional.

Ia pertama kali mengikuti lomba karya tulis ilmiah alquran pada 2020, tapi waktu itu hanya mampu menembus peringkat tujuh tingkat Nasional.

Pada tahun 2022, Bimma kembali mengikuti event yang sama dan berhasil masuk tiga besar.

Pada kesempatan terakhir MTQ XXX Nasional, Bimma mampu menembus juara dua untuk cabang Karya Tulis Ilmiah Alquran.

"Memang ini yang terakhir karena usia saya sudah melewati syarat," katanya.

Bimma menuturkan tema karya tulis dari panitia keluar dari awal tahun 2023 yaitu ketahanan keluarga dan transformasi digital.

Pada babak penyisihan, Bimma membuat karya ilmiah dengan tema ketahanan keluarga dan mampu lolos enam besar.

Memasuki babak semi final dan final, ia mengangkat tema transformasi digital dengan tulisan tentang judi online

"Tentunya judi itu dilarang yang tertuang dalam surat Al Maidah ayat 90. Lalu kami elaborasikan dengan surat Al Anbiya ayat 80," katanya. 

Kemudian, Bimma mendesain program yang disebut online rehabilitation and informent yang didalamnya terdapat empat program yaitu kampanye anti judi online, penyediaan layanan cyber konseling, pelatihan ekonomi digital dan penyediaan wadah komunikasi. 

Pada babak tersebut, Bimma diminta presentasi tentang karya ilmiah sekaligus tanya jawab dengan dewan juri. 

"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, meskipun para jurinya sudah profesor dan saingannya ada yang S2 atau lagi sekolah S2," kata lulusan dari Politeknik Belitung itu. 

Bimma mengajak kepada generasi muda untuk menyukai dunia MTQ dengan semua cabang perlombaanya. 

Ia menyarankan tetap konsisten, terus belajar,  rajin menulis dan membaca apa saja yang bermanfaat. (posbelitung.co/dede s)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved