Jumat, 24 April 2026

Berita Bangka Selatan

Edarkan Surat ke Puskesmas, Pemkab Bangka Selatan Siaga Penanganan Cacar Monyet

Sarana dan prasarana di puskesmas maupun rumah sakit, telah disiagakan Pemkab Basel guna mengantisipasi penyebaran cacar monyet

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB), Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan siaga terhadap penyebaran virus cacar monyet atau monkeypox.

Walaupun di daerah itu belum ditemukan kasus penyebaran cacar monyet, seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Bahkan sarana dan prasarana di puskesmas maupun rumah sakit, telah disiagakan guna mengantisipasi penyebaran cacar monyet.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB), Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin berujar pihaknya tetap siaga dengan strategi untuk pencegahan dan penanggulangan cacar monyet.

Kewaspadaan dini mulai diterapkan di seluruh puskesmas maupun ru- mah sakit yang ada melalui surat edaran yang diterbitkan.

Khususnya jika ditemukan pasien yang menderita penyakit cacar untuk mendapatkan penanganan ekstra.

“Surat edaran juga sudah disebar ke puskesmas. Mereka kami minta jika menemukan pasien dengan kasus cacar, karena takutnya ini adalah kasus monkeypox,” kata dia kepada Bangka Pos, Sabtu (28/9).

Menurutnya kesiapan sarana dan prasarana kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit telah dilaksanakan sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Di mana penanganan monkeypox diklaim tak jauh berbeda, dibandingkan dengan penanganan saat pandemi Covid-19 beberapa tahun terakhir.

Jika ditemukan kasus cacar monyet pihaknya akan melakukan surveilans dan penyelidikan epidemiologi.

Kemudian langsung koordinasi dan pengambilan sampel untuk pemeriksaan.

Tidak hanya itu rumah sakit serta puskesmas telah diminta guna menyediakan ruang isolasi khusus bagi penderita cacar.

Karena penderita monkeypox harus dikarantina secara mandiri atau diisolasi di rumah sakit apabila membutuhkan perawatan.

Meski monkeypox tak jauh berbeda dengan cacar biasa, jika tidak dilaksanakan tatalaksana serius dapat menyebabkan infeksi cukup parah dan khawatirkan dapat menyebabkan kematian. (u1)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved