Berita Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan Prioritaskan Transformasi Ekonomi untuk Pembangunan Daerah
Infrastruktur yang baik, sistem administrasi yang efisien, dan lingkungan bisnis yang inovatif dapat meningkatkan minat investasi baik dari ...
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terus mengedepankan transformasi ekonomi sebagai pilar utama dalam pembangunan daerah.
Kebijakan ini diambil guna memperluas kesempatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat bonus demografi demi tercapainya visi Indonesia Emas 2045.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bangka Selatan, Herman, menyatakan, percepatan transformasi ekonomi yang dilakukan secara masif dan terstruktur akan memberikan dampak signifikan bagi daerah.
Hal ini, kata Herman, mengingat akan terjadinya daya tarik investasi. Daerah yang menunjukkan kemajuan dalam transformasi ekonomi sering kali menjadi lebih menarik bagi investor.
“Infrastruktur yang baik, sistem administrasi yang efisien, dan lingkungan bisnis yang inovatif dapat meningkatkan minat investasi baik dari domestik maupun luar negeri,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (30/9/2024).
Herman memaparkan guna mempercepat proses transformasi ekonomi tersebut, strategi utama yang dapat diterapkan adalah penyediaan infrastruktur strategis dan kewilayahan yang berkualitas. Terutama pada simpul-simpul pelayanan produksi, tata rantai niaga serta aksesibilitas ke kawasan transitment point atau Kawasan industri Sadai. Progres sampai saat ini untuk dukungan infrastruktur strategis seperti listrik dan sumber air baku ke Kawasan Industri Sadai sudah disiapkan oleh pemerintah dan swasta berkolaborasi dengan badan usaha milik negara (BUMN).
Dampak lain dari transformasi ekonomi ini adalah menciptakan lapangan kerja. Hal ini sangat masuk akal mengingat dengan berkembangnya sektor-sektor baru pada bidang hilirisasi produk. Baik produk setengah jadi atau produk jadi, apalagi terlebih dilakukan di kawasan khusus Industri Sadai akan menyerap lapangan kerja. Mulai dari berkualitas menengah dan tinggi yang cukup signifikan yang pada akhirnya akan mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bangka Selatan.
“Transformasi ekonomi sering kali diikuti oleh peningkatan infrastruktur, layanan publik dan akses ke pendidikan serta kesehatan yang lebih baik. Ini semua berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih tinggi bagi penduduk daerah tersebut,” papar Herman.
Transformasi ekonomi lanjut dia, bisa terwujud ketika seluruh entitas pembangunan terutama pengambil kebijakan pembangunan memiliki komitmen baik itu komitmen perencanaan, komitmen penganggaran maupun komitmen kebijakan. Pihaknya menyadari bahwa percepatan transformasi ekonomi ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya saing Kabupaten Bangka Selatan. Dengan fokus pada inovasi, diversifikasi ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Transformasi ini melibatkan perubahan struktur ekonomi, pengembangan teknologi dan inovasi yang dapat mendorong kemajuan sosial dan ekonomi secara keseluruhan. Transformasi ekonomi yang efektif dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi. Kabupaten Bangka Selatan harus cepat dan tanggap dalam mencermati atau mengambil peluang tersebut.
“Tantangan pasti ada, namun kita optimis bahwa dengan strategi yang tepat dan adanya komitmen bersama, Bangka Selatan dapat memaksimalkan potensi ekonomi daerah yang dimiliki untuk masa depan yang lebih baik,” urainya.
Meskipun begitu kata Herman diversifikasi ekonomi harus dilakukan dengan mengurangi ketergantungan pada sektor tradisional seperti pertanian atau perikanan. Data tersebut membuktikan bahwa ketergantungan terhadap sektor primer sulit untuk mengurangi risiko ekonomi yang terkait dengan fluktuasi harga komoditas dan mengembangkan sektor-sektor yang lebih stabil, bernilai ekonomis dan berkelanjutan.
“Dalam era globalisasi yang semakin maju, daya saing daerah menjadi faktor kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan daya saing daerah adalah melalui percepatan transformasi ekonomi,” tukas Herman. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Harga TBS Masih Dibahas, Perusahaan di Bangka Selatan Tunggu Hasil Kesepakatan |
|
|---|
| Apkasindo Bangka Selatan Pasang Batas, Harga Sawit Tidak Boleh di Bawah Rp2.800 |
|
|---|
| Harga TBS Petani Anjlok, Pemkab Bangka Selatan Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
| Harga TBS Minimal Rp2.800, Ini Strategi Pemkab Bangka Selatan Lindungi Petani |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Undang Petani dan Pengusaha Sawit Bahas Harga TBS Tak Sesuai Pasaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240112-herman.jpg)