Profil Tokoh
Profil Rusdi Kirana Bos Lion Air Dilantik Jadi Wakil Ketua MPR dari PKB, Dijuluki Pengusaha 9 Naga
Rusdi Kirana, bos Lion Air yang baru saja dilantik sebagai wakil ketua MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM- Inilah profil Rusdi Kirana, bos Lion Air yang baru saja dilantik sebagai wakil ketua MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sebelumnya Rusdi memang sebelumnya diusulkan oleh partainya jadi pimpinan MPR.
"Betul," kata Ketua Fraksi DPR dari PKB, Jazilul Fawaid, Rabu (2/10/2024).
Rusdi Kirana terpilih jadi Anggota DPR RI pada Pemilu 2024 ini.
Dia dilantik bersama 580 anggota DPR RI lainnya pada 1 Oktober 2024 lalu.
Rusdi Kirana mendulang suara besar di Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VIII.
Dapil ini meliputi Kabupaten Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kota Madiun, dan Kota Mojokerto.
Menurut hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Rusdi Kirana mendulang 121.080 suara, terbesar di dapilnya.
Sebanyak 732 anggota MPR periode 2024-2029 resmi dilantik dalam Sidang Paripurna Pengucapan Sumpah Janji Jabatan di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Senin (1/10/2024).
Anggota MPR yang dilantik terdiri dari 580 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan 152 anggota DPD.
Setelah dilantik dipilih 9 pimpinan MPR RI.
Ada sembilan kursi pimpinan MPR yang bakal diisi oleh perwakilan dari 8 partai politik dan 1 perwakilan DPD.
Lantas seperti apa profil Rusdi Kirana?
Profil Rusdi Kirana
Rusdi Kirana, bos Lion Air yang dijuluki pengusaha 9 Naga kini menjabat lagi sebagai Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (Waketum PKB).
Sebelumnya Rusi Kirana menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden 2014-2019.
Kabar penunjukkan Rusdi itu disampaikan oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
“Wakil-wakil ketua umum, pertama Ibu Ida Fauziyah, kedua Pak Hanif Dhakiri, yang ketiga Cucun Syamsurijal, yang keempat Faisol Riza, yang berikutnya Rano Alfath,” ujar Muhaimin di Kantor DPP PKB, Senen, Jakarta, Rabu (18/9/2024), dikutip dari Kontan.co.id.
“Ditambah satu lagi, tidak bisa hadir wakil ketua umum Rusdi Kirana, juga Jazilul Fawaid,” sambung dia.
Meski begitu, nama Rusdi sendiri belum masuk dalam daftar wakil ketua umum PKB berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tentang Pengesahan Perubahan Susunan Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Masa Bakti 2024-2029 yang diteken 26 Agustus 2024.
Profil Rusdi Kirana
Rusdi Kirana merupakan sosok di balik tiket penerbangan Lion Air bertarif murah ke manapun, bahkan ke luar negeri.
Bahkan, kebijakannya itu sempat membikin heboh karena dinilai mengobrak-abrik bisnis dunia penerbangan.
Ia pernah dihujat dan dihujani pertanyaan soal modal asing hingga nasionalisme selama tujuh jam di Komisi IV DPR.
Rusdi Kirana menjawab Lion Air tak memiliki hubungan dengan perusahaan penerbangan Singapura.
"Bintang saya Leo, itu artinya singa yang bahasa Inggris-nya Lion. Apa ada yang salah?" katanya membela dikutip dari Harian Kompas pada 14 Desember 2003.
Kala itu, ia juga sempat dituduh tidak nasionalis karena kebijakan yang membuat tiket murah.
Namun, Rusdi membantahnya.
"Orang marah ketika tarif listrik dan BBM naik. Waktu bikin tarif penerbangan turun, saya malah digebukin. Apa kalau menciptakan produk yang mahal itu punya rasa nasionalisme? Orang disebut nasionalis kalau dapat menciptakan lapangan pekerjaan. (Lion kini mempekerjakan 2.500 orang, termasuk pegawai tetap 1.700 orang)," ujarnya dikutip dari Harian Kompas 14 Desember 2003.
Ayah satu putri dan dua putra tersebut kemudian masuk ke dunia politik pada tahun 2013.
Ia bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Di sana ia sempat menjadi Wakil Ketua Umum PKB.
Ketika periode pertama Pemerintahan Joko Widodo, Rusdi Kirana didaulat menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2014-2019.
Pada tahun 2017, Rusdi sempat ditunjuk sebagai Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk negara sahabat.
Dilansir dari situs resmi Sekretariat Negara Republik Indonesia, kala itu, Rusdi berjanji akan memprioritasnya penanganan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), baik yang legal maupun ilegal, terutama Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang jumlahnya sangat banyak di negara tersebut.
Harta Kekayaan Rusdi Kirana
Harta Kusnan Kirana dan Rusdi Kirana menurun pada tahun 2018.
Versi Forbes kekayaan Kirana bersaudara menjadi USD 800 juta atau setara Rp 11,60 triliun (kurs USD 1 = Rp 14.505) atau menduduki peringkat ke-37 sebagai orang paling kaya di Indonesia.
Jumlah kekayaan tersebut anjlok dibandingkan pada 2017 yang mencapai USD 970 juta atau setara Rp 14,06 triliun.
Puncak kekayaan Kusnan Kirana dan Rusdi Kirana berada pada level tertingginya pada 2015 yaitu sebesar USD 1,9 miliar.
Kusnan Kirana dan Rusdi Kirana memiliki perusahaan penerbangan swasta terbesar di Indonesia dengan 226 penerbangan dalam sehari menuju 36 destinasi.
(Bangkapos.com/Vigestha Repit/Tribunnews/Tribun Medan/Kontan.id)
Profil Fuad Hasan Masyhur, Pemilik Travel Haji Maktour Diperiksa KPK, Mertua Menpora Dito Ariotedjo |
![]() |
---|
Rekam Jejak Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Pernah Minta Maaf Ulah Prajurit |
![]() |
---|
Profil Biodata AKBP Didid Imawan, Baru 2 Bulan Jabat Kapolres Sudah Hadapi Keributan Besar di Markas |
![]() |
---|
Profil Muchtarul Fadhal, Putra Babel Lulusan Tercepat dan Terbaik di Malaysia, S3 Selesai 2,5 Tahun |
![]() |
---|
Profil Letjen TNI Suharyanto, Kepala BNPB Sebar Undangan Rapat Nikah Anak Berkop BNPB, Pernah di BIN |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.