Kualifikasi Piala Dunia 2026
Keputusan FIFA untuk Indonesia vs Bahrain Usai Wasit Ahmed Al Kaf Jadi Kontroversi, Diulang?
Belum ada keputusan FIFA untuk Indonesia vs Bahrain buntut kontroversi Ahmed Al Kaf. Tapi, ada sejarah FIFA ulang pertandingan kualifikasi Piala Dunia
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Sejauh ini belum ada keputusan FIFA untuk hasil Indonesia vs Bahrain buntut kontroversi wasit Ahmed Al Kaf.
Tapi, ada sejarah FIFA ulang pertandingan di Kualifikasi Piala Dunia di 2016.
Bahrain sebenarnya sudah di-sanksi FIFA sebelum laga, lalu apa saja sederet kontroversi Ahmed Al Kaf?
BANGKAPOS.COM - PSSI memastikan mengirim surat protes ke AFC dan FIFA terkait hasil Indonesia vs Bahrain yang diwarnai keputusan wasit Ahmed Al Kaf yang penuh kontroversi.
PSSI menilai kepemimpinan Ahmed Al Kaf, wasit asal Oman tersebut berat sebelah.
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga blak-blakkan bahwa pihaknya kesal dengan kepemimpinan wasit tersebut.
Puncaknya adalah penghujung pertandingan yang berujung pada hasil 2-2 antara Indonesia vs Bahrain.
Padahal, waktu pertandingan sudah melewati 90+6 menit, dan Indonesia sudah unggul 2-1.
Tapi Wasit Ahmed Abu Bakar Al Kaf tidak meniupkan peluit berakhirnya pertandingan meski telah melewati batas injury time.
Perlu diketahui, wasit memberikan tambahan waktu babak kedua selama enam menit.
Timnas Indonesia merasakan kesialan di akhir babak kedua.
Pasalnya, Bahrain berhasil mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2 lewat aksi Mohmed Marhoon pada menit ke-90+9.
Gol pemain bernomer punggung 8 itu juga berbau offside.
Sayangnya, wasit Ahmed Abu Bakar Al Kaf tidak melakukan review VAR.
Para pemain timnas Indonesia di bangku cadangan melakukan protes keras kepada wasit.
Hingga akhirnya Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, diganjar kartu merah.
Selepas gol itu, wasit Ahmed Abu Bakar Al Kaf langsung meniup peluit berakhirnya laga timnas Indonesia Vs Bahrain.
Kedua tim harus puas bermain imbang 2-2 pada laga ketiga Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, Kamis (10/10/2024).
"Kami sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit."
"Dia seperti menambah waktu sampai Bahrain menciptakan gol," kata Arya Sinulingga, Jumat (11/10/2024) dilansir dari bolasport.
Arya Sinulingga mengatakan dalam waktu dekat ini surat protes akan segera dikirim.
PSSI ingin AFC dan FIFA melihat kepemimpinan wasit Ahmed Abu Bakar Al Kaf.
Apalagi PSSI juga kaget bahwa di laga tersebut wasit yang bertugas berasal dari federasi sepak bola yang sama.
Ya, Bahrain dan Oman masih satu naungan di Federasi Sepak Bola Asia Barat (WAFF)
"Ya kami akan kirim surat protes," kata Arya Sinulingga.
Sederet Kontroversi Wasit Ahmed Al Kaf
Mengutip kompas.com, Wasit Ahmed Al Kaf mendapat sorotan usai membuat keputusan kontroversial dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Indonesia vs Bahrain, Kamis (10/10/2024) malam.
Bahrain unggul lebih dulu berkat tendangan Mohamed Marhon.
Untungnya, tim nasional (timnas) Indonesia membalas dengan gol dari Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick.
Jelang akhir laga, wasit asal Oman itu tidak menghentikan pertandingan meski masa injury time selesai.
Akibatnya, Mohamed Marhoon kembali mencetak gol sehingga kedudukan berakhir imbang 2-2.
Tak hanya itu, Ahmed Al Kaf mengeluarkan sejumlah keputusan kontroversial lain selama pertandingan Indonesia vs Bahrain sehingga dinilai mencurangi tim Merah Putih.
Lalu, apa saja kontroversi yang dibuat wasit Ahmed Al Kaf dalam laga Indonesia vs Bahrain pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia?
1. Mudah beri kartu ke Indonesia
Wasit Ahmed Al Kaf dikenal mudah memberikan kartu pelanggaran dalam pertandingan yang dipimpinnya. Hal itu juga terlihat dalam laga Indonesia vs Bahrain.
Namun, dia tampak lebih banyak memberikan pelanggaran bagi Indonesia daripada Bahrain.
Padahal, kontak fisik yang terjadi antarpemain cenderung minim.
Dalam laga ini, Indonesia tercatat membuat 27 pelanggaran.
Dua pelanggaran berbuah kartu kuning untuk Marselino Ferdinan dan Ragnar Oratmangoen. Pasukan Garuda juga membuat dua offside.
Sebaliknya, Bahrain hanya memiliki sepuluh pelanggaran.
Satu pelanggaran berbuah kartu kuning untuk Amine Benaddi.
Padahal, ada momen-momen ketika Bahrain melanggar pemain Indonesia dengan keras tapi tidak dinyatakan sebagai pelanggaran.
Tak hanya pemain yang mendapat kartu, Al Kaf bahkan memberikan kartu merah kepada manajer Timnas Indonesia, Sumardji saat memprotes pertandingan yang belum berakhir meski injury time selesai.
2. Tidak beri tendangan bebas Selanjutnya, Al Kaf juga disorot karena tidak memberikan tendangan bebas kepada timnas Indonesia pada babak kedua.
Padahal saat itu, Rafael Struick dilanggar pemain belakang Bahrain tepat di depan kotak penalti.
Wasit Al Kaf hanya memberikan drop ball kepada timnas Indonesia.
Wasit beralasan, tendangan bebas tidak diperlukan karena bola mengenai Rafael saat dilanggar pemain lawan. Indonesia pun kehilangan peluang membuat gol.
3. Tambah waktu melebihi injury time
Saat pertandingan mencapai menit ke-90, wasit memberikan tambahan waktu atau injury time selama enam menit. Itu berarti laga seharusnya usai pada menit ke-90+6.
Namun, wasit tidak menghentikan laga tersebut meski waktu tambahan habis. Akibatnya, Bahrain membuat gol pada menit 90+9 atau tiga menit lebih lama dari waktu pertandingan seharusnya berakhir.
Selama babak tambahan waktu, tidak ada kejadian khusus yang membuat injury time dapat bertambah lebih dari waktu yang sudah ditetapkan.
Situasi ini memicu protes. Sebab, tim Merah Putih nyaris menang 2-1 atas Bahrain sebelum disamakan kedudukannya menjadi 2-2.
4. Tidak cek VAR untuk Bahrain
Selain waktu yang bermasalah, gol penyama kedudukan pada menit ke-90+9 itu juga menimbulkan kontroversi.
Sebab, gol itu dinyatakan sah meski wasit tidak mengecek VAR. Al Kaf seharusnya memastikan gol terakhir yang dibuat Mohamed Marhoon sah atau tidak melalui VAR.
Pengecekan diperlukan karena penyerang nomor 9 Bahrain, Husein Abdulkarim tampak mengalami offside sebelum Mohamed Marhoon menerima bola.
Pertandingan tersebut membuat Indonesia menempati peringkat kelima klasemen Grup C dengan torehan tiga poin dari tiga kali bermain imbang lawan Arab Saudi (1-1), Australia (0-0), dan Bahrain (1-1).
Atas kontroversi yang ada, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan mengajukan protes kepada AFC dan FIFA atas kepemimpinan wasit Indonesia vs Bahrain, Ahmed Al Kaf.
"Ya, kita kirim surat protes," kata Exco PSSI, Arya Sinulingga, diberitakan Kompas.com, Jumat (11/10/2024).
Dalam laga tersebut, banyak keputusan wasit yang dinilai kontroversi dan bisa diperdebatkan. PSSI pun kecewa dengan kepemimpinan Al Kaf.
Sementara itu, para pemain beserta ofisial pun perlu mengajukan protes kepada wasit.
Sebab, keputusannya dinilai kontroversi.
"Kita sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Seperti menambah waktu sampai Bahrain menciptakan gol," imbuh Arya.
Sejarah FIFA Ulang Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia
Sejauh ini belum ada keputusan FIFA untuk hasil Indonesia vs Bahrain buntut kontroversi wasit Ahmed Al Kaf.
Tapi, ada sejarah FIFA ulang pertandingan di Kualifikasi Piala Dunia di 2016.
Dikutip dari Antara pada 2017, FIFA dikabarkan memerintahkan laga kualifikasi Piala Dunia antara Afrika Selatan (Afsel) melawan Senegal digelar ulang menyusul wasit yang memimpin laga tersebut dihukum atas perkara pengaturan pertandingan.
Laga pada November 2016 yang akan diulang November tahun ini, itu dimenangi oleh Afrika Selatan dengan skor 2-1 setelah wasit asal Ghana Joseph Lamptey memberikan penalti kontroversial.
Lamptey pada awalnya diskors selama tiga bulan oleh CAF (Federasi Sepak Bola Afrika) karena memberikan hukuman handball "yang sebenarnya tidak ada," dan FIFA menjatuhkan larangan seumur hidup untuk wasit itu pada Maret.
Berita tentang pertandingan ulang tersebut akan memacu semangat Senegal yang berada di posisi ketiga, satu poin di belakang Cape Verde dan Burkina Faso di Grup D zona Afrika, dengan dua laga tersisa.
Hanya juara grup yang mendapatkan tiket lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.
FIFA menjelaskan keputusan mengulang laga tersebut setelah CAF mengonfirmasi "larangan seumur hidup dari wasit pertandingan, Joseph Lamptey, atas memanipulasi laga, keputusan yang diberlakukan oleh Komite Disiplin dan Banding FIFA."
"Pertandingan akan diulang pada jeda internasional November 2017, tanggal pasti akan dikonfirmasi pada waktunya," lanjut pernyataan itu, demikian AFP yang dilansri Antara.
Sanksi FIFA untuk Bahrain Sebelum Laga vs Indonesia
Faktanya, ternyaa FIFA telah menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA), Rabu (9/10/2024).
Sanksi tersebut turun tepat sehari menjelang pertandingan Bahrain vs Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Kamis (10/10/2024) malam.
Mengutip kompas.com, pengelola dan operator Timnas berjuluk Dilmun's Warriors itu dihukum karena suporter sepak bola setempat menyalakan laser yang menyoroti beberapa pemain Jepang, dalam matchday kedua Grup C yang berlangsung di Bahrain National Stadium, Riffa, (10/9/2024) lalu.
Tak hanya itu, pendukung tuan rumah juga meniup peluit yang sangat mengganggu jalannya pertandingan antara Bahrain vs Jepang.
Namun, meski mendapatkan gangguan dari suporter tuan rumah, Timnas Jepang berhasil menang telak atas Bahrain dengan skor 5-0.
Dikutip dari Alwatan News, Rabu (9/10/2024), FIFA memutuskan untuk menjatuhkan sanksi denda kepada Federasi Sepak Bola Bahrain senilai 5.000 Swiss Franc atau sekitar Rp 91 juta.
Selain itu, FIFA juga memutuskan untuk mendenda Federasi Sepak Bola Bahrain dalam jumlah yang sama karena meniup peluit saat lagu kebangsaan Jepang dinyanyikan sebelum dimulainya pertandingan.
Sehingga, total denda yang dijatuhkan FIFA kepada BFA sebesar 1.000 Swiss Franc atau sekitar Rp 182 juta.
Hukuman itu bisa kembali didapat BFA apabila suporter Bahrain melakukan aksi yang sama ketika melawan Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Anggota Exco Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Arya Sinulingga mengatakan, pihaknya emoh memikirkan ulah dari suporter Bahrain pada Timnas Jepang.
Ia berharap agar insiden laser dan peluit dari pendukung Timnas Bahrain tidak terulang saat pertandingan melawan Indonesia.
Apabila teror laser kembali terjadi saat pertandingan Bahrain vs Indonesia, PSSI menegaskan siap melaporkannya kepada AFC dan FIFA.
"Kalau ada itu (laser) pasti kita lapor. Bikin protes pada mereka pada AFC dan FIFA," ucap Arya dikutip dari Bola Sport dilansir kompas.com. (Bolasport/ Bangkapos.com/ Antara)
FIFA Matchday September, Timnas Indonesia Vs Kuwait dan Lebanon, 6 Pemain Dipanggil Kluivert |
![]() |
---|
Catatan Impresif Miliano Jonathans Jadi Andalan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 |
![]() |
---|
Biodata Miliano Jonathans Striker FC Utrecht Segera Perkuat Timnas Indonesia |
![]() |
---|
Profil Miliano Jonathans Winger Utrecht Bakal Gabung Timnas Indonesia, Masih di Bawah Ole Romeny |
![]() |
---|
Profil Miliano Jonathans dan Dean Zandberger 2 Pemain Belanda Bakal Perkuat Timnas Indonesia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.