Tribunners
Harak, Warisan Budaya Sarat Pesan
Apa pun jenis kegiatan di bumi ini, kalau berlebihan akan menimbulkan dampak negatif.
Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali
"JANGAN berlebihan, nanti kalian harak," ungkapan lama dari Toboali itu mengakhiri dialog film pendek yang diproduksi siswa-siswi SMAN 1 Toboali, Bangka Selatan, yang akan mengikuti perlombaan Tantangan Inovasi Siswa (TANOS) tahun 2024. Tantangan Inovasi Siswa SMA merupakan program tahunan yang diadakan oleh Direktorat SMA untuk menantang kreativitas dan inovasi siswa SMA dalam berbagai kategori.
Tahun 2024 ini, TANOS memasuki penyelenggaraan yang ke-5, dan mengajak siswa untuk berkarya di 4 kategori utama; film pendek, cipta lagu, fotografi, dan komik digital. Tantangan Inovasi Siswa 2024 bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi siswa SMA untuk menyalurkan ide, inovasi, dan kreativitas mereka, tidak hanya untuk bersaing secara kompetitif, tetapi juga untuk mendorong mereka berpikir kritis dan solutif dalam menghadapi isu-isu sosial budaya dan lingkungan.
Film pendek Harak ini disutradarai Arsi Pratiwi dengan kameramen Ziidan Agustama dibantu Aldy Dwi Anggara sebagai penata suara dan Riko Anggara sebagai editor. Semuanya adalah siswa-siswa SMAN 1 Toboali.
Film Harak diperankan Affany Asyahlan yang berperan sebagai Bujang, seorang siswa sekolah menengah atas yang sangat rajin membantu ibunya. Sebelum sekolah, Bujang menyempatkan waktu untuk "nyungkur" (mencari udang kecil di laut).
Usai menikmati gudo-gudo (makanan khas Toboali yang terbuat dari udang kecil) dan lempah kuning (makanan khas Toboali Bangka Selatan), siswa SMA ini mengalami sakit perut yang amat parah. Menurut cerita lisan dari mulut ke mulut, Bujang mengalami penyakit "harak" yang diakibatkan karena memuji makanan terlalu berlebih-lebihan saat menikmati kelezatan makanan.
Hal itu terungkap dalam dialog saat Bujang menikmati masakan gudo-gudo yang disajikan ibunya. "Enak bener, Mak," puji Bujang saat menyantap gudo-gudo. "Jangan berlebihan, Jang. Entar kamu harak," pesan ibunya.
Hanya dalam hitungan menit, Bujang lalu mengalami sakit perut yang luar biasa. Hanya dengan meminum air dalam lesung, akhirnya sakit perut yang luar biasa dialami Bujang bisa terselesaikan.
Apa yang diceritakan siswa-siswi SMAN 1 Toboali ini memberikan sebuah kontemplasi bagi kita semua. Apa pun jenis kegiatan di bumi ini, kalau berlebihan akan menimbulkan dampak negatif.
Tidak terkecuali dalam menjalankan amanah, terlalu berlebih-lebihan akan menimbulkan efek negatif. Apalagi sampai kemaruk jabatan, berujung tidak baik. Bukan tidak mungkin berujung kepada petaka yang bukan hanya memalukan dirinya pribadi, keluarga. Lebih dari itu, daerah yang dipimpinnya.
Film pendek karya siswa-siswi SMAN 1 Toboali ini layak ditonton. Ada nilai edukasi yang tinggi. Gaya berceritanya sangat menarik.
Selamat berlomba wahai pewaris masa depan negeri ini. Di tangan kalian, masa depan negeri ini berada. Di pundak Anda semua kearifan lokal harus terus terjaga. Tanpa harus tergerus perubahan zaman.
Terima kasih untuk ceritanya yang luar biasa. Cerita yang memberikan inspirasi yang luar biasa. Kalian pewaris masa depan negeri yang istimewa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241002_Rusmin-Sopian.jpg)