Penambang Timah di Bangka Disambar Buaya

Tim SAR Kerahkan Drone Pendeteksi Panas Cari  Jun Hian yang Disambar Buaya di Kolong Gedong Belinyu

Personil Basarnas Pangkalpinang memanfaatkan teknologi drone Mavic 3T, yang dilengkapi dengan pendeteksi panas tubuh, untuk membantu melacak ...

Penulis: deddy_marjaya | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Istimewa
Tim SAR melakukan pencarian korban serangan buaya di Desa Lumut Kecamatan Belinyu menggunakan drone mavic 3T yang mendeteksi panas tubuh Kamis (24/10/2024) malam. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pencarian terhadap Jun Hian, penambang pasir timah yang diserang buaya di Kolong Kampung Gedong, Desa Lumut, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), kembali dilanjutkan pada Jumat pagi (25/10/2024). 

Upaya pencarian semalam, Kamis (24/10/2024), belum membuahkan hasil meski Tim SAR Gabungan telah mengerahkan peralatan canggih.

Personil Basarnas Pangkalpinang memanfaatkan teknologi drone Mavic 3T, yang dilengkapi dengan pendeteksi panas tubuh, untuk membantu melacak keberadaan korban di area kolong yang terhubung dengan sungai. Selain itu, perangkat proteksi khusus digunakan untuk melindungi tim pencari dari potensi serangan buaya di area berbahaya tersebut.

Pencarian melibatkan berbagai pihak dalam Tim SAR Gabungan, termasuk Tim Rescue Kansar Pangkalpinang, Polsek Belinyu, Babinsa Desa Lumut, BPBD Kabupaten Bangka, Laskar Sekaban, serta masyarakat setempat. Meskipun pencarian hingga Kamis malam belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, tim tetap optimis untuk melanjutkan upaya di pagi hari.

"Tadi malam kita kerahkan 1 unit drone mavic 3T dan perangkat proteksi dari serangan buaya. Pagi ini pencarian kembali dilakukan," kata I Made Oka Astawa Kakansar Jumat (25/10/2024).

Baca juga: Breaking News: Serangan Buaya di Bangka, Penambang Pasir Timah Hilang di Kolong Gedong Belinyu

Korban Jun Hian warga Kampung Gedong Kecamatan Belinyu disambar buaya sekitar pukul 15.00 WIB Kamis (24/10/2024). Korban sedang melakukan aktivitas tambang timah sebu di kolong sungai tersebut. Tiba-tiba diserang oleh buaya dan ditarik ke tengah sungai. Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh rekannya Chin Foung.

Melihat korban diterkam buaya, rekan korban meminta bantuan warga dan melakukan pencarian bersama hingga sore hari. Namun hingga pukul 17.43 WIB, korban tidak kunjung ditemukan dan pencarian belum  membuahkan hasil. Kemudian warga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.

Menerima informasi tersebut, Kansar Pangkalpinang memberangkatkan 1 tim rescue menuju lokasi kejadian yang berada di desa lumut.

Dalam upaya mempermudah proses pencarian terhadap korban, Kansar Pangkalpinang mengerahkan 1 unit drone mavic 3T dan perangkat proteksi dari serangan buaya milik Kansar Pangkalpinang.

Kakansar Pangkalpinang, I Made Oka Astawa mengatakan, kejadian seperti ini tentunya tidak hanya sekali konflik antar manusia dengan predator air tersebut.

"Kansar pangkalpinang bersama Tim SAR Gabungan akan berupaya mencari dan menemukan korban yang diserang buaya secepatnya. Tentunya dukungan dari segala pihak tetap dibutuhkan agar mempermudah proses pencarian terhadap korban. Semoga upaya pencarian Bersama ini dapat membuahkan hasil secepatnya," kata I Made Oka Astawa. (Bangkapos.com/deddy marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved