Tribunners

Wisata Hebat, Wisata Selamat

Tempat wisata yang hebat ialah tempat wisata yang dapat menjamin keselamatan para wisatawan.

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Tessya Safita - Mahasiswi Magister Hukum Universitas Bangka Belitung 

Oleh: Tessya Safita - Mahasiswi Magister Hukum Universitas Bangka Belitung

BANGKA Belitung dikenal dengan pesona wisata alam yang memukau. Mulai dari tempat wisata alam, wisata sejarah, hingga wisata religinya yang masing-masing memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Salah satu tempat wisata yang paling banyak diminati oleh wisatawan baik yang berasal dari dalam maupun luar daerah ialah wisata pantai.
Bangka Belitung memiliki lebih dari lima puluh pantai yang tersebar di Pulau Bangka, Pulau Belitung, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Tentunya, masing-masing pantai memiliki ciri khas tersendiri dan daya tarik terbesar dari pantai-pantai di Bangka Belitung adalah suasana tenang dan damainya.

Berbeda dengan Bali atau Lombok yang kerap ramai dengan wisatawan, Bangka Belitung menawarkan pantai-pantai yang masih relatif sepi dan alami. Hal ini membuat pengunjung dapat menikmati keindahan alam dengan lebih intim, tanpa gangguan dari hiruk-pikuk keramaian. Wisata pantai juga menjadi alternatif pilihan keluarga untuk dikunjungi pada akhir pekan, karena menawarkan suasana tenang dan gembira sebagai pelepas penat setelah bekerja.

Namun, di balik keindahan pantai yang memikat, terdapat risiko yang sering kali diabaikan oleh orang tua, yaitu mengenai keselamatan keluarga terutama anak. Bahaya wisata pantai bagi anak-anak, terutama ketika pengawasan yang diberikan tidak memadai, akan menimbulkan adanya korban jiwa seperti yang terjadi di beberapa pantai di Bangka Belitung.

Pantai, meskipun terlihat damai dan menenangkan, menyimpan berbagai ancaman alamiah yang tidak bisa dianggap enteng, terutama bagi anak-anak yang masih rentan dan belum memahami bahaya di sekitarnya. Salah satu bahaya utama di pantai adalah ombak dan arus laut yang tidak bisa diprediksi. Anak-anak sering kali tidak menyadari bahwa laut memiliki kekuatan besar yang bisa menarik mereka ke tengah dengan cepat, terutama ketika arus bawah atau rip current sedang aktif. Arus bawah adalah arus laut yang bergerak dengan kuat dari pantai ke laut, dan dalam beberapa kasus, kekuatan arus ini bahkan sulit dilawan oleh orang dewasa yang memiliki kemampuan berenang sekalipun. Bagi anak-anak yang lebih kecil dan belum berpengalaman berenang, situasi ini bisa sangat berbahaya. 

Selain itu, perubahan kedalaman air laut secara tiba-tiba juga merupakan ancaman yang nyata. Di beberapa pantai, kontur dasar laut tidak merata dan bisa membuat anak-anak yang bermain air tiba-tiba terjebak di area yang lebih dalam dari perkiraan mereka. Hal ini bisa berujung pada insiden tenggelam, terutama jika anak-anak tersebut tidak diawasi dengan ketat.

Kejadian anak-anak yang terseret arus atau tenggelam sering kali terjadi karena mereka berada terlalu jauh dari pantauan orang tua. Anak-anak cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan suka menjelajahi lingkungan di sekitar mereka, termasuk berlari menuju air atau mencoba berenang ke area yang lebih dalam. Tanpa pengawasan yang ketat, mereka bisa dengan cepat berada di situasi yang berbahaya.

Selain itu, tidak semua orang tua memiliki pemahaman yang cukup tentang kondisi pantai yang sedang mereka kunjungi. Misalnya, beberapa pantai memiliki tanda peringatan mengenai arus berbahaya, hewan berbahaya, atau perubahan cuaca yang ekstrem, namun karena ketidaktahuan atau kelalaian, orang tua sering kali mengabaikan tanda-tanda tersebut.

Kurangnya pengawasan juga diperparah dengan asumsi yang salah bahwa pantai merupakan tempat yang aman karena banyaknya orang di sekitar. Orang tua mungkin berpikir bahwa keramaian akan secara otomatis memberikan pengawasan tambahan kepada anak-anak mereka. Padahal, dalam kenyataannya, keramaian justru bisa membuat anak-anak mudah hilang dari pandangan, dan sulit bagi orang lain untuk segera menyadari jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Selain itu, tidak semua pantai memiliki fasilitas penjaga pantai atau layanan pengawasan yang memadai. Pantai-pantai yang lebih terpencil atau yang belum berkembang secara komersial cenderung tidak dilengkapi dengan fasilitas pengawasan yang baik. Pengunjung di pantai-pantai ini sering kali dibiarkan untuk menjaga diri mereka sendiri, yang tentu saja meningkatkan risiko kecelakaan. Padahal, bahaya alam seperti arus bawah atau perubahan cuaca yang tiba-tiba bisa terjadi kapan saja, tanpa peringatan.

Selain pengawasan, pengelola atau petugas pantai juga seharusnya memberikan peringatan-peringatan akan bahaya pantai melalui media-media yang akan dipahami dengan mudah oleh pengunjung, misalnya membuat papan tulisan atau spanduk yang berisikan peringatan atau imbauan kepada pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat mengancam keselamatan pengunjung. 

Tempat wisata yang hebat ialah tempat wisata yang dapat menjamin keselamatan para wisatawan. Hal ini dapat terwujud dengan kerja sama yang baik antara pengelola atau petugas tempat wisata dan para wisatawan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan aktivitas wisata akan memberikan kenyamanan dan keselamatan. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved