Bangka Pos Hari Ini
Debat Pertama Pilkada Belitung Timur, Kondisi Dunia Kesehatan Jadi Sorotan
pemerintah daerah Beltim telah mengalokasikan anggaran untuk beasiswa bagi tiga putra-putri daerah yang bersekolah di fakultas kedokteran sebagai...
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Debat publik pertama pemilihan kepala daerah Kabupaten Belitung Timur di Auditorium Zahari MZ, Manggar, Sabtu (26/10) malam, menyoroti salah satu masalah penting yang dihadapi masyarakat Belitung Timur, yaitu keterbatasan tenaga medis.
Dalam sesi debat tersebut, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Burhanudin, mendapatkan pertanyaan mengenai langkah yang akan diambil terkait kondisi dunia kesehatan di Beltim, di mana hanya terdapat 76 dokter yang me layani sekitar 100 ribu penduduk.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Burhanudin menyatakan bahwa pemerintah daerah Beltim telah berupaya meningkatkan jumlah dokter dengan mengajukan permohonan tambahan tenaga medis ke Kementerian Kesehatan.
“Dokter spesialis ada aturan harus sesuai dengan yang dibutuhkan daerah,” ujar Burhanudin.
Selain itu, kata Burhanudin yang merupakan petahana, pemerintah daerah Beltim telah mengalokasikan anggaran untuk beasiswa bagi tiga putra-putri daerah yang bersekolah di fakultas kedokteran sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia sejak di tingkat SMA.
Burhanudin juga menjelaskan bahwa Pemkab Beltim telah mengirimkan beberapa dokter untuk melanjutkan pendidikan spesialis di bidang jantung, mata, dan saraf.
“Kami ingin menata kembali kebutuhan masyarakat agar lebih terarah. Semua upaya ini demi meningkatkan SDM,” tuturnya.
Sementara itu, calon bupati nomor urut 2, Kamarudin Muten, memberikan kritikan terkait kondisi fasilitas kesehatan di Beltim. Ia menyebutkan, masyarakat sering mengeluhkan kondisi alat-alat medis di rumah sakit yang sudah rusak dan tidak bisa digunakan.
Kamarudin mengatakan, banyak warga yang dia temui mengeluhkan tentang kondisi kesehatan di Beltim yang tidak maksimal melayani masyarakat.
“Peralatan rusak, dokter pun tidak ada. Apa yang harus dilakukan Pak Burhanudin? Kesehatan itu nomor satu. Kalau tidak sehat, bagaimana mau hidup?” ujarnya.
Burhanudin menanggapi kritik Kamarudin dengan menyatakan bahwa fasilitas kesehatan di Beltim telah berangsurangsur ditingkatkan. Ia mencontohkan bahwa layanan cuci darah sudah tersedia di Beltim, namun tidak semua fasilitas harus diadakan secara mandiri.
“Kami bekerja sama dengan pihak ketiga agar pelayanan tetap tersedia, dan pengadaan fasilitas akan dilakukan bertahap
sesuai kemampuan keuangan daerah,” kata Burhanudin. (s1)
| Pupuk Rp90 Ribu Dijual Rp280 Ribu, Polres Bangka Barat Ungkap Dugaan Penyelewengan Pupuk Bersubsidi |
|
|---|
| Dua Wilayah di Jawa ini Bisa Kering 9 Bulan, BMKG Ungkap Kemarau 2026 di Jateng |
|
|---|
| Di Balik Kunjungan Prabowo di Seoul, Latihan Kaindra dan Luthfi Berbuah Momen Tak Terlupakan |
|
|---|
| WFH ASN Tiap Jumat Mulai Diterapkan, Layanan Publik Tetap Jadi Prioritas |
|
|---|
| Pemerintah Tambah Subsidi BBM hingga Rp100 Triliun, Harga Dijaga Tetap Stabil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241027-Bangka-Pos-Hari-Ini-Minggu.jpg)