Berita Pangkalpinang
HMI Babel Gelar Diskusi Dampak Ekologi dan Ekononi Tambang Timah Terhadap Masyarakat Batu Beriga
HMI cabang Babel menggelar diskusi ini agar ada solusi apabila memang aktivitas pertambangan laut akan dilakukan
Penulis: Adi Saputra | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bangka Belitung (Babel) menggelar diskusi menelah dampak ekologi dan ekonomi tambang timah terhadap masyarakat Desa Batu Beriga, Kabupaten Bangka Tengah.
Diskusi itu digelar di Cafe Rofang 2, Kota Pangkalpinang dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang berasal dari PT Timah, masyarakat Desa Batu Beriga, dinas-dinas terkait hingga anggota DPRD Provinsi Babel.
Namun sayangnya, dalam diskusi kali ini dari perwakilan PT Timah tidak hadir dengan alasan ada kegiatan lain dan hanya empat narasumber yang hadir dalam diskusi terkait persoalan rencana pertambangan laut di Desa Batu Beriga yang akan dilakukan PT Timah bersama mitra, Kamis (31/10/2024).
Seperti halnya diungkapkan ketua HMI cabang Babel Asep Muldani, yang menyayangkan ketidakhadiran PT Timah dalam diskusi ini yang seharusnya bisa melihat dan mencari solusi terkait persoalan pertambangan laut Batu Beriga.
"Kegiatan kali ini kita hadirkan pihak-pihak terkait, bahwasanya kita sama-sama tahu menyangkut persoalan Batu Beriga ini banyak menimbulkan polemik di masyarakat sendiri terus juga antara PT Timah dengan masyarakat," ungkap Asep Muldani.
"Jadi, kami inisiasi kegiatan ini untuk mencari solusi dengan harapan mendapatkan solusi sebagaimana tadi disampaikan ada dari Dinas Lingkungan Hidup, anggota dewan, masyarakat Batu Beriga dan PT Timah tapi mereka tidak hadir kami sangat menyayangkan sekali ketidak hadiran mereka," ucapnya.
Oleh sebab itu, HMI cabang Babel menggelar diskusi ini agar ada solusi apabila memang aktivitas pertambangan laut akan dilakukan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan supaya bagaimana tidak mengganggu secara ekosistem di laut Desa Batu Beriga.
"Kita kan bicara tambang, bicara tambang ini tidak mudah. Lalu, ada dampak baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Apalagi di laut ini kita sampai hari ini masih melihat belum adanya hasil atau reklamasi yang betul-betul nyata atau di wilayah mana dan setahu saya belum ada di wilayah laut hasil reklamasinya betul-betul berjalan dan perbaikkan secara ekosistem artinya dampaknya sangat panjang," kata Asep.
Diakuinya, apalagi kerusakkan terumbu karang bukan hanya bisa dilakukan reklamasi atau perbaikan selama satu tahun atau dua tahun akan tetapi bisa jutaan tahun bisa pulih akibat adanya aktivitas pertambangan laut.
"Makanya tadi, kita harapkan pihak PT Timah hadir didalam diskusi ini. Bagaimana AMDALnya seperti apa, isi AMDAL yang betul-betul bisa menjamin kesejahteraan masyarakat kedepannya di Desa Batu Beriga atau justru sampai hari ini secara rancangan perbaikkan di wilayah ekologinya atau ekonominya dampak kepada masyarakat Batu Beriga. Malah membawa kesengsaraan bagi masyarakat Batu Beriga. Nah maka dari itu kami ingin mengetahui dengan hadirnya dua belah pihak," bebernya.
Dirinya juga berharap dengan adanya diskusi hari ini, hasilnya nanti akan dibahas dan dibawa lagi untuk dilakukan evaluasi serta mencari solusi agar dilakukan tindak lanjut.
"Tindak lanjutnya rencana kita akan bertemu pihak PT Timah untuk menyampaikan hasil diskusi malam ini, kita bawa dan sampaikan serta ada beberapa hal termasuk terkait AMDAL dari PT Timah," ucap Asep.
(Bangkapos.com/Adi Saputra)
| Lomba Lari Bhayangkara Babel Run 2026, Promosikan Daerah Lewat Sport Tourism |
|
|---|
| Ultimatum Wali Kota Pangkalpinang Ingatkan Istri Pejabat Hati-hati Bermedsos: Ibu-ibu Juga Dimonitor |
|
|---|
| Pengacara Anggap Perkara Justiar Noer Masuk Pidana Umum, Jaksa Minta Dibuktikan Dalam Persidangan |
|
|---|
| Profil Budiyanto, Plh Sekda Pangkalpinang Setelah Mie Go Jadi Staf Ahli : Dulu Cuma Iseng Tes PNS |
|
|---|
| Kesbangpol Pangkalpinang Pererat Sinergi dengan Pemuda Muhammadiyah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241101-HMI-cabang-Babel.jpg)