Minggu, 12 April 2026

Berita Pangkalpinang

Harga Bumbu Dapur Naik, Tomat Melambung Hingga Capai Rp25 Ribu per Kilo

Harga bumbu dapur ini naik turun, terutama karena faktor cuaca seperti saat ini, musim hujan harga beberapa komoditi cenderung naik. Apalagi ...

Penulis: Sela Agustika | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BangkaPos.com/Sela Agustika
Aktivitas jual beli di Pasar Pangkalpinang, Rabu (13/12/2024). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga sebagian besar komoditi bumbu dapur mulai dari bawang merah, bawang putih, wortel, tomat dan beberapa jenis lainnya alami kenaikan.

Pada perdagangan hari ini, Rabu (13/11/2024), harga jual komoditi seperti bawang merah menyentuh Rp38 ribu perkilogram, bawang putih Rp40 ribu perkilo, tomat Rp23 ribu perkilo, wortel Rp14 ribu perkilo, cabai merah Rp30 ribu perkilo, cabai rawit Rp40 ribu perkilo.

Kenaikan harga bumbu dapur ini diakui pedagang sudah terjadi secara berangsur sejak satu minggu terakhir.

"Sekarang sebagian besar bumbu dapur naik, yang tinggi naiknya ini tomat dari Rp10 ribu jadi Rp23 ribu. Kalau kaya bawang memang sudah berangsur naik beberapa hari terakhir," ujar Pedagang sayuran di Pasar Pangkalpinang, Yuli kepada Bangkapos.com, Selasa (13/11/2024).

Dia memprediksi harga jual bumbu dapur ini akan naik terus naik hingga Desember mendatangan.

"Harga bumbu dapur ini naik turun, terutama karena faktor cuaca seperti saat ini, musim hujan harga beberapa komoditi cenderung naik. Apalagi Desember nanti biasanya musim hujan banyak panen gagal dan kenaikan ini harga paling tinggi," ungkapnya.

Selain harga tinggi Yuli menyebut, ditengah kondisi saat ini daya beli masyarakat cenderung menurun. Banyak konsumen mengurangi jumlah pembelian bumbu dapur dari biasnaya.

"Sekarang sepi, ekonomi sulit banyak yang belanja juga sedikit-sedikif biasa beli setengah kilo sekarang ini malah per ons. Rumah makan juga begitu pesanan langanan gak sebanyak dulu," tuturnya.

Naiknya harga bumbu dapur ini turur dikeluhkan oleh warga Sandra. Ia mengaku saat ini dorinya hanya membeli dalam jumlah yang sedikt dari biasanya.

"Ditengah kondisi ekonomi sekararang, justru harga bumbu dapur ikut melonjak. Ya kita mau gak mau walau harga tinggi tetap beli, tapi memang jumlahnya dikurangi dari biasnaya," tuturnya. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved