Berita Bangka Barat
Ojol Belum Hadir di Mentok, Ojek Pengkolan Masih Jadi Andalan Warga
Layanan Transportasi Ojol Belum Tersedia di Bangka Barat, Ini Penyebanya
Penulis: Riki Pratama | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hingga saat ini, layanan transportasi Ojek Online (Ojol) belum tersedia di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ). Warga setempat masih mengandalkan keberadaan ojek pengkolan yang mangkal di sejumlah titik, seperti Pasar Mentok, persimpangan lampu merah, hingga Pelabuhan Tanjungkalian.
Namun, jumlah ojek pengkolan di wilayah tersebut terbilang terbatas, sehingga belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.
Kepala Bidang Perhubungan Disperkimhub Kabupaten Bangka Barat, Juswardi, menyebutkan ojek pengkolan masih menjadi peluang usaha bagi sebagian masyarakat di Mentok.
Namun, terkait aturan tarif dan izin, jenis transportasi ini memang tidak direkomendasikan menjadi angkutan penumpang formal
"Kita daerah pulau, terutama di Mentok mungkin ada kebutuhan masyarakat, misalnya dari pelabuhan, pasar. Lalu ada satu, dua orang yang tertarik untuk ngojek. Jadi ada organisasi lalu membuka ojek," kata Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Disperkimhub Bangka Barat, Juswardi, kepada wartawan, Minggu (17/11/2024).
Ia menambahkan, ojek pengkolan yang saat ini masih ditemui di Kecamatan Mentok, Bangka Barat secara aturan resmi tidak diatur, baik itu melalui Peraturan Daerah atupun Peraturan Bupati.
"Kalau ojek roda dua aturan perhub tidak di rekomendasikan menjadi angkutan penumpang. Karena secara sefety tidak layak, sama ojek online pun harusnya tetap roda empat, walaupun off line, roda dua tidak ada, pilihannya Angkot," katanya.
Dikatakan Juswardi, keberadaan ojek pengkolan hanya ada di Mentok, dan jumlahnya tak banyak. Sementara belum ditemui ojek online (Ojol) melalui aplikasi di Bangka Barat.
"Belum ada, Ojol dari sejumlah aplikasi seperti Grab tidak ada. Kemarin informasi coba ke sini, tetapi setelah mereka survei tidak masuk, malah rugi bukan malah untung. Tentu pengusaha ini ada hitung untung ruginya," jelasnya.
Lebih jauh, Juswardi mengatakan, keberadaan ojek pengkolan atau offline masih bertahan di Mentok, Bangka Barat, di tengah semakin banyaknya kendaraan pribadi saat ini.
"Kalau di Mentok ojek off line atau ojek pengkolan, masih ada mereka mangkal di lampu merah, pasar, pelabuhan. Tetapi jumlahnya tidak bertambah setiap tahun, bahkan menurun, karena sekarang penjualan kendaraan dipermudah untuk memiliki roda dua dan empat," terangnya.
Selain itu, Juswardi menjelaskan, untuk jasa online di Mentok, banyak bermunculan, dilakukan secara online, seperti membeli barang dan jasa lainnya.
"Kalau sekarang ini lebih ke barang secara onlins, untuk motor banyak sekali delivery barang dari tempat penjual ke rumah pembeli di Mentok. Istilahnya COD, karena belanja lebih simpel. Tetapi itu antar warga saja, kalau secara resmi melaui aplikasi atau provider resmi, belum ada," katanya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)
| Defisit Anggaran Rp100 Miliar, Plt Sekda Bangka Barat Sebut Bakal Ada Pemangkasan |
|
|---|
| Pelajar 13 Tahun yang Hilang dari Pesantren Ditemukan Selamat di Mentok |
|
|---|
| Proyek Penataan Klaster Eropa Mentok di Taman Lokomobil Rp22,7 Miliar Ditarget Rampung Desember 2026 |
|
|---|
| Kasus Asusila di Bangka Barat, Polisi Lindungi Identitas Korban |
|
|---|
| Terduga Pelaku Asusila Anak Tiri di Bangka Barat Meninggal Dunia, Polisi Bakal Hentikan Penyidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241117-Ojek-pengkolan-yang-mangkal-di-Pasar-Mentok.jpg)