Minggu, 14 Juni 2026

Bacaan Adzan Subuh Lengkap Tulisan Arab dan Arti, Mengapa Dibaca Dua Kali?

Umumnya bacaan adzan untuk lima waktu sholat wajib sama. Namun pada adzan sholat subuh ada perbedaan, yakni terdapat lafadz Asholatu Khairum Minannaum

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: fitriadi
Banjarmasin.tribunnews.com
Bacaan Adzan Subuh Lengkap Tulisan Arab dan Arti, Mengapa Dibaca Dua Kali? 

BANGKAPOS.COM -- Berikut ini bacaan adzan subuh, lengkap dengan tulisan Arab dan arti.

Umumnya bacaan adzan untuk lima waktu sholat wajib sama.

Namun pada adzan sholat subuh ada perbedaan, yakni terdapat lafadz Asholatu Khairum Minannaum.

Disebutkan Rasulullah SAW dalam kitab Hamid, 2013: 148. Abi Mahdzurah ra. mengungkapkan bahwa dia pernah meminta diajari adzan kepada Rasulullah SAW.

Kemudian, beliau mengajarkannya bacaan adzan dan bersabda:

"Jika (adzan) hendak Sholat Subuh, tambahkanlah Ash sholaatu khoirum minan nauum. Ash sholaatu khoirum minan nauum”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud) 

Lafadz Asholatu Khairum Minannaum dibaca setelah hayya 'alalfalah.

Arti dari Asholatu Khairum Minannaum yakni Sholat itu lebih baik dari pada tidur.

Berikut bacaan lengkap azan subuh beserta tulisan Arab dan arti.

للهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَر
للهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَر
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ ، أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
ااَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ، اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر لاَ إِلَهَ إِلاَّالله

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar
Ashadualailahaillallah, Ashadualailahaillallah
Ashaduannamuhammadarosuulullah, Ashaduannamuhammadarosuulullah
Hayya 'alassolah, Hayya 'alassolah
Hayya 'alalfalah, Hayya 'alalfalah
Assolatuhoiruminannaum, Assolatuhoiruminannaum
Allahuakbar, Allahuakbar la ilahaillallah

Artinya:

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar"
"Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah"
"Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah"
"Marilah sholat, Marilah sholat"
"Marilah menuju kemenangan, Marilah menuju kemenangan"
"Sholat itu lebih baik dari pada tidur, Sholat itu lebih baik dari pada tidur"
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan selain Allah"

Mengapa Adzan Subuh Dibaca Dua Kali?

Dari lima waktu sholat wajib, semuanya dibaca satu kali, kecuali adzan sholat subuh.

Adzan subuh dibaca dua kali, hal ini sebagaimana sunnah Nabi Muhammad saw.

Ustad Khalid Basalamah lewat kanal YouTube pernah menjelaskan, di Mekkah dan Madinah selalu melantunkan adzan sebanyak dua kali.

Hal ini bukan suatu hal yang asing di sana, berbeda dengan di Indonesia yang mungkin di beberapa tempat masih melantunkan adzan subuh hanya satu kali.

Lebih lanjut Ustad Khalid Basalamah menjelaskan bahwa adzan pertama yang dilantunkan di waktu subuh belum masuk waktu sholat.

Selain itu, adzan pertama di waktu subuh juga menandakan bahwa masih ada waktu untuk sahur bagi yang hendak melaksanakan ibadah puasa.

Adzan subuh pertama juga merupakan peringatan bagi orang-orang yang belum melaksanakan waktu sholat malam, agar segera melaksanakannya.

Jeda antara waktu adzan subuh yang pertama dan kedua sekitar 30 sampai 40 menit.

"Disebutkan dalam sebuat riwayat dari Ibnu Umar ra. bahwasannya nabi bersabda 'sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan di malam hari (azan pertama subuh), karena itu makan dan minum saja. Kalau azan yang kedua baru kalian berhenti makan dan minum'," jelas Ustad Khalid Basalamah.

Sebagai informasi, Nabi Muhammad memiliki dua orang yang ditunjuk untuk mengumandangkan azan, yakni Bilal bin Rabah dan Abdullah Ummi Maktum

Dilansir dari NU Online, khusus untuk salat Subuh, azan awal dapat dilakukan sebelum masuk waktunya subuh namun setelah lewat tengah malam. 

Hal tersebut dilakukan karena ketika masuk waktu salat Subuh orang-orang masih dalam keadaan tidur.

Bahkan beberapa di antara mereka ada dalam keadaan junub dan berhadas.

Oleh karena itu, dibutuhkan azan sebelum masuk waktunya agar ada persiapan bagi mereka untuk melakukan salat Subuh.

Berbeda dengan salat-salat yang lain, di mana saat masuknya waktu salat orang-orang dalam keadaan terjaga sehingga tidak dibutuhkan persiapan.

Sementara itu, Imam Nawawi di dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab menyampaikan pendapat bahwa para ulama di kalangan mazhab Syafi’i menganggap sunah hukumnya melakukan dua kali azan untuk salat Subuh.

Azan pertama dilakukan sebelum terbitnya fajar (sebelum masuk waktu Subuh) dan yang kedua setelah terbitnya fajar (setelah masuk waktu Subuh).

Bila azan subuh hanya dicukupkan sekali saja, maka bisa dilakukan sebelum atau setelah terbitnya fajar.

Namun azan subuh yang dilakukan setelah terbitnya fajar lebih utama dari pada yang dilakukan sebelum fajar.

Wallahu a'lam bishawab...

(Bangkapos.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved