Hasil Quick Count Pilkada Jawa Timur 2024, Khofifah vs Risma vs Luluk
Hasil Quick Count Pilkada Jawa Timur 2024, Khofifah vs Risma dan Luluk. Simak selengkapnya
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM - Hasil Quick Count Pilkada Jawa Timur 2024, Khofifah vs Risma dan Luluk
Hasil quick count Litbang Kompas, dan Charta Politika Indonesia menyatakan, Khofifah Indar Parawansa jauh lebih unggul ketimbang Luluk Nur Hamidah dan Tri Rismaharini di Pilkada Jawa Timur.
Berikut hasil quick count Pilgub Jatim 2024 dari Litbang Kompas, dan Charta Politika Indonesia.
Litbang Kompas:
Update 27 November 2024, 15:17 WIB, total suara masuk 61.50 persen.
Luluk - Lukmanul: 8.97 persen
Khofifah-Emil: 58.77 persen
Risma - Gus Hans: 32.26 persen
Charta Politika Indonesia:
Update 27 November 2024, 15:28 WIB, total suara masuk 58.00 persen.
Luluk - Lukmanul: 8.70 persen
Khofifah-Emil: 57.36 persen
Risma - Gus Hans: 33.94 persen
Quick count merupakan metode penghitungan cepat suara yang dilakukan lembaga survei independen diluar Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Sifat dari quick count hanyalah prediksi, dengan metode pengambilan sampel dari beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Caranya adalah dengan mendata formulir C1 di TPS yang telah dipilih.
Meskipun hanya bersifat sebagai prediksi, quick count cukup akurat dengan mempertimbangkan margin of error di bawah 1 persen.
Ketika lebih dari 70 persen data suara sudah masuk, lembaga survei sering kali sudah dapat memproyeksikan kandidat yang unggul.
Di Pilkada Jawa Timur 2024, Luluk maju bersama Lukmanul Hakim, dan Khofifah maju bersama Emil Elestianto Dardak, dan serta Risma menggandeng Gus Hans.
Beda Quick Count dan Real Count
1. Quick Count
Mengutip jurnal berjudul 'Quick Count (Metode Hitung Cepat) dalam Perspektif Pemilukada' yang disusun oleh Robi Cahyadi Kurniawan, dijelaskan bahwa secara umum quick count adalah cara mengetahui lebih cepat siapa yang menang atau kalah dalam pemilu.
Hadirnya quick count bertujuan untuk mencegah agar perhitungan suara pemilu tidak dilakukan dengan cara-cara yang curang. Bukan hanya itu, quick count juga dapat menjaga suara pemilih dan membantu agar proses pemilu berjalan secara jujur dan adil.
Pelaksanaan quick count di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan hasilnya akan dipublikasikan kepada khalayak atau publik. Dengan cara ini, maka kecurangan pasca TPS dapat dicegah. Data yang diperoleh juga dapat menjadi alternatif terhadap perhitungan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
2. Real Count
Adapun untuk real count atau hitungan nyata terdapat penjelasannya dalam jurnal berjudul 'Sistem Informasi Real Count Pemilihan Umum Berbasis Web' yang disusun oleh Ilham Wibowo dan Febi Eka Febriansyah.
Dalam jurnal itu dijelaskan bahwa pengertian real count adalah sebuah proses pengumpulan informasi oleh ratusan relawan melalui pemantauan langsung saat pemungutan dan perhitungan suara di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) yang ada.
Cara ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas keseluruhan proses pemilihan umum. Baik untuk memverifikasi hasil resmi pemilihan umum, mengetahui hasil perhitungan suara di seluruh TPS secara akurat, hingga mencegah kecurangan dalam pemilihan umum.
(*)
| 1.061 Kopdes Merah Putih Resmi Beroperasi |
|
|---|
| Sosok dan Profil Irjen Nanang Avianto Jadi Alumni Akpol 1990 yang Masih Pimpin Polda |
|
|---|
| Uang Rp747 Miliar Rekening Penunggak Pajak di Babel dan Sumsel Diblokir |
|
|---|
| Diculik Pacar Anak Sendiri, Kakek 85 Tahun di Surabaya Malah Minta Polisi Selamatkan Pelaku |
|
|---|
| Kaget Bukan Kepalang, Saat Ibu Kandung Lihat Video Asusila 4 Menit Ternyata Putrinya yang Masih SMP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240110-Tri-Rismaharini-Luluk-Nur-Hamidah-dan-Khofifah-Indar-Parawansa.jpg)