Berita Viral
Kenapa Korban Tak Melawan Saat Dirudapaksa Agus Buntung? Begini Pengakuannya
Kenapa Korban Tak Melawan Saat Dirudapaksa Agus Buntung? Begini Pengakuannya. Simak Selengkapnya
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM - Kenapa Korban Tak Melawan Saat Dirudapaksa Agus Buntung? Begini Pengakuannya.
Belakangan ini sedang viral kasus Agus seorang pria tanpa tangan diduga merupakan perempuan.
Banyak yang tak menyangka seorang pria tanpa tangan melakukan rudapaksa kepada lebih dari satu wanita.
Banyak pihak yang mempertanyakan kenapa para korban tak melawan atau berteriak saat Agus melakukan hal tersebut?
Ternyata, korban yang diduga dirudapaksa Agus Buntung mengaku ada alasan mengapa dirinya tak berontak ataupun teriak.
Hal itu diungkap pendamping korban bernama Ade Lativa yang menceritakan versi korban yakni mahasiswi yang dilecehkan oleh Agus Buntung.
Ia mengungkapkan awalnya di awal Oktober 2024, korban bertemu tak sengaja dengan Agus di kampus.
Di pertemuan itu, korban merasa tidak nyaman dengan ucapan-ucapan Agus Buntung yang mengarah ke seksualitas.
"Keterangan dari korban, korban dengan pelaku tidak saling mengenal sebelumnya.
Jadi pertemuan pertama mereka di taman Udayana seperti yang sudah diberitakan.
Di sana korban sedang duduk santai sambil membuat konten sendirian, sampai akhirnya didatangi oleh pelaku untuk diajak berkenalan, ngobrol ringan, membicarakan tentang keseharian, keluarga dan persoalan kuliah," imbuh Ade Lativa dilansir Tribun-medan.com, Selasa (3/12/2024).
"Namun saat itu sempat terjadi beberapa percakapan-percakapan yang kurang nyaman terkait dengan seksualitas dan sebagainya yang membuat korban merasa kurang nyaman sampai akhirnya sempat menangis juga ketakutan," sambungnya.
Tak cuma itu, korban juga syok saat mendadak diancam oleh Agus Buntung.
Di momen itulah akhirnya korban terpaksa menuruti permintaan Agus termasuk untuk pergi ke homestay alias penginapan.
"Pernyataan korban yang menjadi titik perhatian kami adalah di sana terjadi manipulasi dan ancaman yang dirasakan oleh korban di mana pelaku mengancam bahwa jika korban tidak menuruti permintaan dari pelaku maka pelaku akan membeberkan masalah-masalah yang sudah mereka sharing selama obrolan itu terhadap orang tua korban," ujar Ade Lativa.
"Korban merasa ketakutan dan akhirnya secara terpaksa menuruti permintaan-permintaan pelaku.
Setelah ancaman itu terjadi, pelaku meminta korban untuk membawa dirinya ke sebuah homestay, akhirnya di sana terjadi pelecehan seksual fisik dari pelaku ke korban," sambungnya.
Selain ancaman, Ade menyebut pelaku yakni Agus sempat mengiming-imingi korban dengan ritual pembersihan dosa.
Ya, Agus memaksa korban untuk mengikuti permintaannya agar dosanya bisa hilang.
Kala itu korban bercerita kepada Ade bahwa ia sempat melawan permintaan Agus.
Tapi karena korban ketakutan, akhirnya ia menurut saja.
"Ketika masih di taman Udayana korban sempat melakukan perlawanan, korban tidak ingin, tapi modusnya saat itu korban diajak melakukan pembersihan untuk terlepas dari dosa masa lalu.
Saat itu korban menyatakan 'saya tidak mau, saya bisa bertaubat sendiri'. Tapi pelaku mengancam 'akan membeberkan semua obrolan itu ke orang tua'. Saat ini korban sudah terikat dengan dirinya (pelaku)," kata Ade Lativa.
Bahkan diungkap korban, ia sempat melawan Agus Buntung di kamar penginapan.
Yakni dengan mendorong dan memberontak kala dirudapaksa.
Namun lagi-lagi korban mengaku tak berdaya karena diancam oleh Agus.
"Sebenarnya korban sudah sempat melawan juga namun ada ancaman lainnya, dikatakan (oleh pelaku) bahwa kalau melawan hidupnya hancur dan juga kalau teriak didengar orang mereka akan dinikahkan.
Korban semakin ketakutan dan akhirnya setelah itulah baru kemudian korban melaporkan kejadian itu ke kepolisian," ungkap Ade Lativa.
Sementara, korban lainya ada yang sampai rela sepeda motornya digadaikan oleh Agus.
Dimana kini Agus Buntung disebut telah merudapaksa 3 perempuan di Kota Mataram, NTB.
Selain korban pertama tersebut, koalisi anti kekerasan asusila NTB juga mencatat ada korban lainnya dengan terlapor yang sama.
Bahkan di korban kedua tersebut Agus menggadaikan sepeda motor korban senilai Rp 5 juta.
Namun, dengan korban kedua perbuatan tersebut dilakukan suka sama suka.
Sementara itu korban ketiga juga mengalami hal serupa dengan intimidasi yang dilakukan oleh pelaku, membuat para korban tidak berdaya.
Sementara itu kini dituduh melecehkan tujuh wanita, Agus semakin syok.
Ditegaskan oleh Agus, ia tidak mungkin berani dan mampu melecehkan banyak wanita.
"Saya berani bilang tidak (tidak ada tujuh korban perkosaan). Kenapa seketika baru ada kejadian ini, semua langsung kayak gitu melaporkan yang tidak-tidak.
Kalau memang ada anu dari awal dia sudah (laporkan) saya. Seketika ada kasus ini, dicari-cari kesalahan (saya)," tegas Agus Buntung.
"Tidak ada ancaman, ancaman seperti apa itu yang saya pengin tahu," tantang Agus.
(Tribunnews/tribunmedan/tribunbogor/tribunsumsel/Tribunjatim)
| Sosok dan Jejak Nus Kei, Ketua Golkar Tewas Ditikam OTK, Rumahnya Pernah Diserang Kelompok John Kei |
|
|---|
| Nus Kei Ketua Golkar Tewas Ditikam saat Tiba di Bandara, Kakak Korban Banting Pelaku Sebelum Kabur |
|
|---|
| Wanita ASN dan Polisi Kepergok Selingkuh yang Digerebek Keluarga Kini Nasibnya di Tangan Disnaker |
|
|---|
| Wanita ASN Terciduk Selingkuh dengan Oknum Polisi Ternyata PPPK, Digerebek Keluarga di Kontrakan |
|
|---|
| Oknum Polisi dan ASN Digerebek Selingkuh, Mobil Dirusak Warga, Propam Nganjuk Turun Tangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241201-Agus-Buntung-ditetapkan-tersangka-kasus-rudapaksa.jpg)