Berita Bangka Selatan
Bangka Selatan Bebas dari Desa Tertinggal, 36 Desa Ditargetkan Jadi Mandiri
terus mendorong agar 36 desa yang berstatus berkembang dan maju dapat naik kelas menjadi desa mandiri. Sehingga dengan menjadi desa mandiri, desa ...
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kabupaten Bangka Selatan mencatat pencapaian penting di tahun 2024 dengan tidak adanya lagi desa yang berstatus sangat tertinggal maupun tertinggal. Karenanya, pemerintah daerah terus mengoptimalkan pengembangan desa di daerah itu. Di mana 36 dari 50 desa yang masih berstatus berkembang dan maju ditargetkan menjadi desa mandiri selama beberapa tahun ke depan.
Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangka Selatan, Mirwan berujar hingga tahun 2024 ini Kabupaten Bangka Selatan telah terbebas dari desa sangat tertinggal dan tertinggal. Maka dari itu pihaknya terus mendorong agar 36 desa yang berstatus berkembang dan maju dapat naik kelas menjadi desa mandiri. Sehingga dengan menjadi desa mandiri, desa tersebut mampu mempertahankan ketahanan sosial, ekonomi dan ekologi secara berkelanjutan
“Sampai saat ini tidak ada lagi desa di Kabupaten Bangka Selatan yang berstatus sangat tertinggal dan tertinggal,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Rabu (4/12/2024).
Menurutnya desa adalah faktor penunjang ekonomi daerah, fokus utama yang dilakukan dalam strategi pembangunan pedesaan adalah dengan mendorong perkembangan desa secara berkelanjutan. Sebagian besar desa di Kabupaten Bangka Selatan sudah mengalami kemajuan signifikan, dengan status berkembang, maju, bahkan mandiri. Pihaknya memahami bahwa desa menjadi tulang punggung perekonomian dan sosial masyarakat di daerahnya.
Sehingga desa akan tetap menjadi fokus pembangunan sekaligus melakukan peningkatan sumber daya yang ada di desa. Oleh sebabnya, pemerintah daerah terus mendukung agar 50 desa di Kabupaten Bangka Selatan dapat berstatus mandiri secara 100 persen. Khususnya melalui program pembagian bibit sawit kepada setiap desa dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan dan pengoptimalan keuangan di desa.
Baca juga: 28 Persen Desa di Bangka Selatan Berstatus Mandiri, 36 Desa Masih Berstatus Berkembang dan Maju
“Kita terus mengoptimalkan supaya desa-desa di Kabupaten Bangka Selatan dapat menjadi desa mandiri. Utamanya dengan program-program yang ada,” papar Mirwan.
Di sisi lain sambung dia, dari 50 desa yang ada di Kabupaten Bangka Selatan terdapat 14 desa atau sebesar 28 persen desa berstatus mandiri. Sementara 44 persen atau sebanyak 22 desa berstatus desa maju dan 28 persen atau 14 desa berstatus berkembang. Pemerintah terus mengupayakan pengoptimalan potensi masing-masing desa yang dapat dikembangkan. Mulai dari memanfaatkan potensi alam untuk sektor pertanian organik, industri kecil dan menengah.
Pengembangan sektor pariwisata baik itu wisata alam, budaya, dan sejarah dapat mengembangkan pariwisata sebagai sumber pendapatan. Membangun sarana dan prasarana desa hingga penguatan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) desa. Terpenting meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program-program pembangunan desa.
“Karena untuk desa mandiri salah satu indikatornya adanya fasilitas umum bagi masyarakat. Mulai dari puskesmas dan rumah sakit atau fasilitas penunjang lainnya,” sebutnya.
Kendati demikian kata Mirwan pemerintah akan terus memberikan sentuhan bagi desa-desa maju dan berkembang. Pihaknya juga mendorong setiap desa untuk berjuang meningkatkan status desa menjadi desa mandiri. Selain banyak manfaat dengan berubahnya status desa, dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat juga dapat digunakan untuk merehabilitasi kantor desa.
“Dana desa yang dialokasikan untuk rehab kantor desa bisa mencapai 10 persen dari total pagu anggaran, jika desa tersebut berstatus mandiri. Keputusan ini harus diputuskan melalui musyawarah desa,” pungkas Mirwan.
Berikut Desa di Bangka Selatan Berstatus Mandiri, Maju dan Berkembang:
14 Desa Mandiri : Desa Serdang, Desa Jeriji, Desa Rias, Desa Keposang dan Desa Gadung. Lalu, Desa Bencah, Desa Nangka, Desa Ranggas, Desa Airbara dan Desa Airgegas. Kemudian Desa Sadai, Desa Sumber Jaya Permai, Desa Payung dan Desa Tanjung Labu.
22 Desa Maju : Desa Bikang, Desa Kepoh dan Desa Rindik. Desa Delas, Desa Pergam, Desa Nyelanding, Desa Sidoharjo dan Desa Tepus. Desa Jelutung II, Desa Bangka Kota, Desa Rajik, Desa Simpang Rimba, Desa Permis. Desa Penutuk, Desa Malik, Desa Sengir, Desa Tukak dan Desa Pasir Putih. Selanjutnya Desa Tiram, Desa Bukit Terap, Desa Batu Betumpang, Desa Fajar Indah.
14 Desa Berkembang: Desa Penutuk, Desa Kumbung, Desa Gudang, Desa Sebagin, Desa Pangkal Buluh, Desa Irat, Desa Bedengung, Desa Nadung, Desa Ranggung, Desa Paku, Desa Sukajaya, Desa Panca Tunggal, Desa Pongok, Desa Celagen. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Pemkab Bangka Selatan All Out Dukung KNPI, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan |
|
|---|
| Satresnarkoba Polres Basel Tangkap Pengedar Sabu di Desa Rias, Pelaku Diduga Masuk Jaringan Besar |
|
|---|
| Bank Sampah Desa Keposang Bisa Jadi Langkah Awal Dorong Terbentuknya di Desa Lain |
|
|---|
| DLH Kabupaten Bangka Selatan akan Gunakan BBM Subsidi untuk Truk Pengangkut Sampah |
|
|---|
| Biaya Operasional BUS Sekolah Basel Tembus Rp6,8 Juta per Hari Gegara Harga BBM Non Subsidi Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241202-Kepala-Bidang-Administrasi-Pemerintahan-Desa-PMD-Kabupaten-Basel-Mirwan.jpg)