342 Rumah Tangga di Kabupaten Belitung Bisa Menikmati Listrik dari Program BPBL dari PLN
Penyalaan perdana program BPBL ini dilakukan langsung oleh Ketua XII DPR RI, Bambang Pattijaya di Kabupaten Belitung.
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sebanyak 342 rumah tangga di Kabupaten Belitung bisa menikmati energi listrik dari PLN melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Penyalaan perdana program BPBL ini dilakukan langsung oleh Ketua XII DPR RI, Bambang Pattijaya di Kabupaten Belitung.
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, dalam sambutannya menekankan pentingnya program ini untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.
"Program BPBL ini merupakan upaya untuk mendukung ketahanan energi, yang merupakan salah satu program prioritas Presiden. Kedaulatan energi, termasuk listrik, menjadi elemen penting agar Indonesia berkembang menjadi negara super power," ujar Bambang.
Beliau juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak dalam menyukseskan program ini.
"Program ini adalah wujud kolaborasi yang luar biasa. Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dirjen Ketenagalistrikan, PLN, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan program ini," tambahnya.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, turut hadir dalam acara tersebut. Beliau menegaskan bahwa listrik adalah kebutuhan primer yang harus tersedia untuk seluruh masyarakat, termasuk di pelosok desa.
"Pemerintah bersama PLN terus berkomitmen melistriki setiap rumah tangga di Indonesia. Kami mendorong kepala desa dan masyarakat untuk menyampaikan data jika masih ada rumah tangga yang belum berlistrik di Bangka Belitung, ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ungkap Jisman.
Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung yang mewakili Penjabat Bupati Belitung, menyampaikan apresiasi atas manfaat program ini bagi masyarakat setempat.
"Program BPBL sangat membantu masyarakat, terutama yang berada di dusun-dusun terpencil. Atas nama masyarakat Belitung, kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi XII DPR RI, Kementerian ESDM, dan PLN," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Niaga dan Retail PLN, Edi Srimulyanti, menyampaikan capaian signifikan dari program BPBL.
"Program ini telah dijalankan sejak 2022 atas inisiasi Komisi VII DPR RI disambut baik oleh pemerintah dan kemudian pemerintah menugaskan PLN untuk merealisasinya. Tahun 2024, dari target 150.000 rumah tangga, PLN berhasil melampaui target dengan menyelesaikan 155.488 rumah tangga atau 103 persen sari target yang telah ditetapkan. Semoga ditahun 2025 ini program ini lebih baik lagi, untuk membantu lebih banyak saudara kita yang belum menikmati listrik," jelasnya.
Selain program BPBL, PLN juga menjalankan program "Light Up the Dream" yang ditujukan untuk membantu keluarga prasejahtera mendapatkan akses listrik.
"Semoga program-program ini dapat memberikan manfaat besar, membantu anak-anak belajar, dan meningkatkan perekonomian masyarakat," tutup Edi Srimulyanti
Dengan program BPBL ini, pemerintah dan PLN berharap semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat listrik, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil. (*/E8)
| Tarif Listrik PLN per kWh 13-18 April 2026, Beli Rp100 Ribu Dapat Berapa? |
|
|---|
| Keandalan Listrik Jadi Kunci Kelancaran Ujian TKA SMP, PLN Perkuat Siaga Sistem |
|
|---|
| Direktur Utama PLN Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025 |
|
|---|
| Harga Token Listrik 8–12 April 2026, Segini kWh Didapat Beli Rp20 Ribu, Rp50 Ribu, Rp100 Ribu |
|
|---|
| Segini Tarif Listrik April 2026, Simak Cara Hitung Kuota Token Anda Jika Beli Rp100 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Bambang-Pattijaya-di-Belitung-ne.jpg)