Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Dalam Setahun PT Central Charcoal Babelindo Bisa Enam Kali Ekspor Daun Kering

PT CCB rutin melakukan ekspor berbagai jenis daun kering, meliputi daun ketapang, daun manggis dan daun dadap yang digunakan untuk menetralkan kadar

Tayang:
Penulis: Sela Agustika | Editor: Hendra
(dok/Bea Cukai Pangkalpinang)
Lukman saat melakukan ekspor daun kering melalui Bea Cukai Pangkalpinang beberapa waktu lalu 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Pelaku usaha di Bangka Belitung sukses mengolah daun kering hingga dilirik pasar ekspor. 

PT Central Charcoal Babelindo (CCB) yang dikelola oleh Lukman ini berhasil memasarkan produknya untuk di ekspor ke luar negri.

Sejak 2022 lalu, PT CCB rutin melakukan ekspor berbagai jenis daun kering, meliputi daun ketapang, daun manggis dan daun dadap yang digunakan untuk menetralkan kadar asam air baik itu di kolam ataupun akuarium.

Hingga saat ini permintaan ekspor produk daun kering di luar negeri ini masih terus dilirik.

Lukman menceritakan, saat ini dalam satu tahun ia bisa melakukan ekspor ke luar negeri sebanyak enam kali.

“Mulai mengenal ekspor itu dari 2021, tapi tidak langsung daun ketapang ini karena awalnya saya belajar bagaimana mengekspor arang, tapi agak sulit. secara tidak sengaja melihat video di YouTube ada yang menjelaskan kalau daun ketapang laku di luar negeri. Setelah kurang lebih delapan bulan belajar, menawarkan ke buyer di luar negeri, sampai akhirnya ada kontak dari pembeli di Amerika Serikat dan dikirim,” ujar Lukman, Senin (16/12/2024).

Permintaan ekspor daun kering ini kian diliri, Lukman menceritakan dari ekspor pertama PT CCB ke Amerika sebanyak 5.000 bungkus daun ketapang kering, kemudian tawaran terus berlanjut, mulai pengiriman ke Jepang, ataupun Jerman.

“Paling banyak pernah mengirimkan 30.000 bungkus daun ketapang ke negara Jerman. Saat itu, saya melibatkan sebanyak 10-15 orang warga sekitar untuk membantu proses produksi. Biasanya, buyer luar negeri memberikan waktu satu atau dua bulan untuk menyiapkan pesanan, jadi kalau banyak yang pesan lebih banyak orang yang membantu kami," terangnya.

Lukman menargetkan daun kering yang dikelolanya bisa mendapatkan kerjasama dari 10 perusahaan dari berbagai negara di dunia.

"Sekarang kami sedang menyiapkan sebanyak 15.000 bungkus untuk di kirim ke Amerika Serikat pada Desember nanti. Ada masuk pesanan juga dari Turki atau Korea, jadi harapan saya ke depan semoga paling tidak kami bisa menjalin kerjasama tetap dengan 10 perusahaan buyer dari berbagai negara," tuturnya.

Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap produk, perizinan, dan mencari pembeli dari luar negeri menjadi strategi penting dalam menyasar pasar ekspor. 

“Mengetahui produk yang kita jual, perizinan yang diperlukan, dan menemukan buyer di luar negeri itu sangat penting. Jangan ragu memanfaatkan teknologi yang ada, seperti Google Translate untuk berkomunikasi dengan pembeli melalui email jika kita terkendala bahasa,” ungkap Lukman.

Tak di pungkirinya pelatihan ini yang digelar instansi terkait termasuk Bea Cukai sangat membantu pelaku usaha untuk memasuki pasar ekspor agar mampu bersaing dengan produk internasional.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved