Tribunners
Pelajar Penulis dari Negeri Junjung Behaoh
Lahirnya para penulis dari kalangan pelajar ini tentunya amat membahagiakan dan menambah perbendaharaan jumlah penulis
Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali
"PAK. Aku ada tulisan tentang perjalanan. Mungkin cocok untuk dimuat di media,"
demikian pesan WhatsApp dari pelajar SMAN 1 Toboali, Muhammad Arsy, atau biasa disapa Acil kepada penulis, Kamis (26/12/2024) siang.
Penulis tertegun membaca pesan WhatsApp dari pelajar SMAN 1 Toboali itu. Seorang pelajar sudah mampu menulis dengan baik. Ada sebuah kebanggaan yang tertancap dalam hati.
Sebelumnya, seorang penulis Bangka Belitung Meilanto pernah mengirimkan sebuah pesan WhatsApp yang menceritakan tentang Adibah, seorang pelajar SDN di Kecamatan Payung, yang memiliki kemampuan menulis cerita pendek saat acara Kemah Literasi yang digelar Kantor Bahasa Bangka Belitung. "Bibit baru dunia kepenulisan Bangka Selatan," ujar Meilanto.
Dua nama di atas bukan nama baru dalam dunia kepenulisan pelajar di Bangka Selatan. Setiap sekolah di Bangka Selatan, sepertinya memiliki pelajar yang berkemampuan menulis dengan baik. Memiliki karya tulisan yang baik. Apakah feature, opini, cerita pendek, dan puisi.
Mereka tersebar dari Sebagin, Simpang Rimba, hingga Pulau Pongok. Dan ini amat membanggakan bagi kebermajuan dunia literasi Bangka Selatan.
Di Simpang Rimba, kita mengenal nama penulis pelajar, Putri Rachmawati. Beberapa buku telah dilahirkan siswi SMAN 1 Simpang Rimba ini. Ada pula nama Pangeran Apriansyah, Fitri, Rara Octavia, dan Riskia.
Demikian pula dengan pelajar SMAN 1 Payung. Ada nama Maria Sareng Putri yang merupakan bagian dari tim jurnalistik SMAN 1 Payung bersama Saskia Puspita Sari.
Sementara itu untuk SMAN 1 Airgegas, lahir seorang penulis cerita pendek, Khoiriah Apriza. Setidaknya dua buku cerpen telah dilahirkannya dalam rimba literasi.
Adapun dari SMAN 1 Toboali, selain nama Acil, ada Hikmah Tul Aulia dan Arsi, penulis puisi yang buah penanya sering termuat di media massa.
Sementara itu untuk SMAN 1 Lepar, ada nama esais muda yang naskahnya masuk dalam buku Inkubator Literasi Pustaka Nasional (ILPN) yang diterbitkan Perpusnas Press.
Sementara itu untuk SMAN 3 Toboali ada nama Navishabilllah, sedangkan dari SMAN 2 Toboali ada nama Sari Andini, juara menulis cerpen FLS2N tingkat Kabupaten Bangka Selatan tahun 2024 dan Arif.
Dari SMA Muhammadiyah Toboali lahir penulis feature terbaik untuk tingkat nasional yakni Ferlisya Andini dan Selvia Metha Erdevita. Dan tentunya sederet nama penulis pelajar lainnya yang terlalu banyak untuk dituliskan.
Lahirnya para penulis dari kalangan pelajar ini tentunya amat membahagiakan dan menambah perbendaharaan jumlah penulis yang lahir di Negeri Junjung Behaoh ini.
Setidaknya memberikan harapan dan asa yang tinggi dalam dunia kepenulisan di Bangka Selatan yang dipelopori para penulis terdahulu yang telah meninggalkan jejak kepenulisan di negeri Junjung Behaoh yang hebat ini.
Apalagi sebagaimana kita pahami bersama, pelajar merupakan pewaris peradaban. Di era milenial tentunya harus mengambil peran di garda depan untuk selalu produktif dan ikut serta dalam memecahkan problem kebangsaan yang kian hari makin menantang.
Dan pelajar dari Tanah Junjung Behaoh telah memulainya. Ini sesuatu yang patut kita syukuri dan membanggakan. Pelajar Bangka Selatan hebat! (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241102_Rusmin-Sopian.jpg)