Berita Viral
Briptu Yuli Setiabudi Kembali Viral, Bikin Sayembara Tembak Warga yang Kontroversial
Nama Briptu Yuli Setiabudi, seorang anggota kepolisian sekaligus konten kreator kembali viral, bikin sayembara tembak warga
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM-- Nama Briptu Yuli Setiabudi, seorang anggota kepolisian sekaligus konten kreator, kembali menjadi perbincangan hangat setelah video sayembara yang ia buat menjadi viral.
Dalam video tersebut, ia mengajak warga untuk datang kepadanya agar dapat ditembak pada bagian kaki sebagai bagian dari tantangan yang ia tawarkan.
Video berdurasi 30 detik itu diunggah salah satunya oleh akun X @papaloren pada Selasa (7/1/2025).
Dalam video tersebut, Briptu Yuli terlihat santai dan bercanda menawarkan hadiah kepada siapa saja yang berani mengikuti tantangannya.
"Kita buat challenge saja. Kamu ke Palu atau ke alamatku, nanti kamu lari, saya tembak kena kaki atau tidak. Bagaimana? Nanti kita kasih hadiah siapa yang menang," ujarnya sambil tertawa.
Ia mengaku membuka tantangan tersebut karena dirinya menyukai tantangan. "Saya tuh orangnya suka tantangan," katanya dalam video itu.
Sosok Briptu Yuli Setiabudi
Briptu Yuli bukanlah nama baru di jagat media sosial maupun pemberitaan.
Sebelumnya, ia sempat menjadi sorotan karena kritik pedasnya terhadap Polri dan sejumlah kontroversi lainnya.
Sebagai seorang polisi, Briptu Yuli juga dikenal aktif di media sosial.
Ia memiliki akun Instagram bernama setyabudi38 dengan 154 ribu pengikut dan akun TikTok bernama setyabudi.real dengan 82 ribu pengikut.
Di akun-akun tersebut, ia sering mengunggah konten edukasi, termasuk biaya pembuatan SKCK hingga aktivitas sehari-harinya.
Namun, karirnya sebagai polisi tidak selalu berjalan mulus.
Pada Mei 2024, Briptu Yuli sempat viral setelah mengaku didemosi karena konten-konten yang ia buat.
Ia dipindahkan dari Polsek Kulawi, Polres Sigi, ke Polda Sulawesi Tengah.
Kontroversi dan Sanksi
Briptu Yuli sempat mendapat sanksi demosi karena pelanggaran disiplin dan kode etik, termasuk tuduhan penipuan pada 2021.
Ia divonis 7 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Donggala.
Selain itu, ia juga terlibat dalam beberapa kasus lainnya seperti judi online dan penggelapan mobil.
Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Djoko Wienartono, membantah bahwa demosi tersebut terkait konten yang dibuat oleh Yuli.
Menurutnya, mutasi dan sanksi yang dijatuhkan adalah konsekuensi dari pelanggaran yang telah diproses melalui Komisi Kode Etik Polri.
Salah satu isu yang pernah diangkat Yuli adalah dugaan pemotongan anggaran Operasi Lilin Tinombala 2023.
Ia menyebut anggaran yang ditandatangani sebesar Rp1,4 juta, tetapi hanya menerima Rp900 ribu.
Namun, Kombes Djoko menjelaskan bahwa pembagian anggaran dilakukan karena jumlah personel yang bertugas ditambah dari 50 menjadi 173 orang.
Dukungan dan Kritik terhadap Briptu Yuli
Meskipun kerap menuai kontroversi, Briptu Yuli mengklaim bahwa konten-kontennya bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Namun, beberapa tindakannya dianggap tidak sesuai dengan etika profesi.
Dalam salah satu curhatannya, ia merasa diperlakukan tidak adil oleh pimpinannya.
"Saya merasa hukuman yang diberikan berbeda dari yang lain, padahal ada yang kesalahannya lebih parah dari saya," ujarnya.
Ia juga pernah ditahan bersama narapidana pidana umum, meskipun menurutnya seharusnya tahanan polisi dipisahkan.
"Saya itu ditahan lima hari digabung dengan tahanan pidana umum, harusnya kan kalau Patsus (penahanan khusus) itu beda tahanannya," keluhnya.
Briptu Yuli berharap agar sanksi yang diberikan kepada anggota polisi dapat dilakukan secara adil tanpa melihat jabatan atau posisi.
Ia juga meminta hak-hak anggota kepolisian tetap dijaga dan pelanggaran ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
Dengan kontroversi yang terus melekat padanya,
Briptu Yuli kini menjadi sosok yang menarik perhatian, baik di kalangan masyarakat maupun institusi kepolisian.
Bagaimana kasus ini akan berkembang, terutama dengan sayembara terbarunya, masih menjadi perhatian publik.(*)
(Bangkapos.com/Tribun Medan/Tribunnews)
| Siapa Aman Yani Sosok Misterius yang Disebut Otak Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu |
|
|---|
| Sosok Aman Yani, Diduga Otak Pelaku yang Habisi Haji Sahroni Sekeluarga, Disayembarakan KDM 750 Juta |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Siapkan Rp 750 Juta Untuk Penemu Aman Yani, Hidup atau Mati |
|
|---|
| Viral Daftar Mobil Dilarang Pakai Pertalite, Avanza Terdampak? Pertamina Beri Penjelasan Resmi |
|
|---|
| Terkuat AKP Deky Minta Bandar Ishak Jebak Pihak Lain Demi Dongkrak Jabatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240803-Briptu-Yuli-Setyabudi.jpg)