Selasa, 2 Juni 2026

Sosok Gimbal Alias Nanang Irawan Diduga Pelaku Penusukan Sandy Permana, Istrinya Ikut Terlibat?

Menurut Ade, darah korban ditemukan di samping rumah pelaku hingga ke gang sebelah. Tak hanya itu, bahkan di sekitar lokasi kejadian, ...

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
tribun
Sosok Gimbal Alias Nanang Irawan Diduga Pelaku Penusukan Sandy Permana, Istrinya Ikut Terlibat? 

BANGKAPOS.COM -- Gimbal alias Nanang Irawan (45) diduga pelaku penusukan terhadap Sandy Permana, aktor sinetron 'Mak Lampir'.

Istri Gimbal ikut menjadi sorotan usai diduga memberi keterangan palsu kepada pihak kepolisian.

Gimbal adalah tetangga Sandy Permana, mereka tinggal berdekatan.

Sosok Gimbal dikenal tertutup, ia jarang berbaur dengan warga sekitar.

Awal mula Gimbal diduga sebagai pelaku penusukan bermula dari keterangan Ade Andriani, istri dari Sandy Permana.

Menurut Ade Andriani, berdasarkan rekaman CCTV, suaminya itu keluar rumah pada pukul 06.30 WIB.

Sandy Permana keluar rumah untuk memberi makan hewan ternaknya di rumah mereka yang lain.

"Jam 07.20 WIB dia arah pulang bawa barang kayak paralon, bawa motor santai pakai senyum gitu. Kejadian 07.30 WIB," tutur Ade.

Setelah kejadian itu, dalam kondisi penuh luka Sandy berjalan meminta pertolongan ke warga.

"Pas mau dianterin dia nyebut nama pelaku 'Gimbal Gimbal' katanya gitu," ungkap Ade lagi.

Ade dan warga lainnya pun mengenali sosok Gimbal karena terduga pelaku tinggal tak jauh dari rumahnya.

"Si pelaku itu di perumahan ini kurang dekat dengan warga, suaminya, kalau istrinya sama semua kenal, suaminya tertutup," katanya lagi.

Menurut Ade, darah korban ditemukan di samping rumah pelaku hingga ke gang sebelah.

Tak hanya itu, bahkan di sekitar lokasi kejadian, kata dia, ada barang terduga pelaku yang tertinggal.

"Polisi pas olah TKP nemuin sendal jepit pelaku," jelasnya.

Hingga saat ini kata dia, pihaknya belum mengetahui di mana keberadaan Gimbal alias Nanang Irawan (45) itu.

Namun istri Gimbal mengaku tidak tahu di mana keberadaan sang suami.

"Kemarin setelah kejadian katanya dia pergi iringan sama istrinya. Tapi ditanya sama polisi istrinya bilang antar anak sekolah, kata polisi sekolah apa ini kan hari Minggu," tutur Ade lagi.

Ade pun sempat curiga dengan keterangan istri Gimbal yang terkesan menutupi keberadaan suaminya.

"Kemarin polisi bilang istrinya aja ngasih keterangan palsu. Masa iya istrinya gak tahu kalau suaminya berantem di situ," kata dia.

Bahkan saat dicek melalui CCTV warga sekitar, terlihat Gimbal jalan beriringan dengan sang istri.

"Tapi dia bilang gak tahu," kata dia lagi.

Ade juga mengungkap kalau Gimbal selama ini juga kerap disapa Limbad oleh warga sekitar.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar mengatakan kalau terduga pelaku merupakan tetangga korban.

"Iya, warga sekitar. Iya, dugaannya begitu (pelaku tetangganya," kata Kompol Onkoseno.

Pelaku Kru Film

Kakak ipar mendiang Sandhy Permana, Amelia menyebut terduga pelaku dan korban sama-sama bekerja di industri perfilman.

Amelia mengaku terakhir bertemu dengan pelaku saat sinetron Tukang Bubur Naik Haji.

"Dia (pelaku) kru film. Dulunya itu biasa di layar lebar. Saya terakhir bertemu terakhir pelaku itu di Tukang Bubur Naik Haji, dia soundman-nya," kata Amelia dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan youtube, Senin (13/1/2025).

Meski tak mengenal baik terduga pelaku, Amelia menyebut tahu soal sosok orang yang membunuh sang adik ipar.

Kata Amelia, terduga pelaku dikenal di lingkungan sebagai sosok yang pendiam.

"Pelaku itu orangnya enggak banyak bicara. Enggak ada komunikasi sama kita, emang orangnya pendiam," pungkas Amelia.

Namun diketahui keluarga, perang dingin antara Sandy dengan terduga pelaku sudah selesai sejak lama.

"Percekcokan itu cuma pagi-pagi aja, cuma perseteruan aja hanya selisih paham, masalah itu sudah clear."

"Tapi saya enggak tahu mungkin antara pelaku ada dendam, hanya mereka yang tahu," imbuh Amelia.

Keluarga meyakini kalau pelaku adalah tetangga korban yakni dari saksi yang melihat mereka.

Sebab, ada saksi di warung mengaku sempat melihat korban dan pelaku sedang cekcok.

Bahkan, korban sebelum menghembuskan napas terakhirnya juga sempat menyebutkan nama pelaku.

"Ada saksi mata dan korban sebelum meninggal dunia itu menyebutkan nama pelaku," kata dia lagi.

Menurut Amelia, jarak rumah korban dan pelaku sangat dekat.

"Deket banget, beda gang doang," katanya.

Amelia juga menuturkan, sesaat setelah ditusuk, korban sempat berlari untuk meminta pertolongan warga sekitar.

"Lari dengan wajah sudah berdarah, dari situ warga langsung bawa ke rs, ada yang dateng ke rumah adik saya," kata dia.

Istri korban pun syok saat mendapatkan kabar itu.

"Malem itu kita baru pulang dari Palembang, saya sama adik saya. Makanya kaget banget, pagi langsung dapat kabar adik ipar saya ditusuk sama tetangga sendiri," kata dia.

Sebelumnya, Sandy Permana ditemukan tergeletak di jalan dekat rumahnya kawasan Cibarusah pada pukul 08.00 WIB, Minggu (12/1/2025).

Ketika ditemukan, tubuh Sandy terdapat sejumlah luka tusuk.

Sandy pertama kali ditemukan tetangga rumahnya.

Awalnya Sandy masih hidup dalam kondisi bersimbah darah.

Korban yang sempat pingsan itu dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Awalnya korban ditemukan bersimbah darah oleh tetangganya. Kemudian dibawa ke rumah sakit, namun tidak tertolong," kata Kasat Reskrim Polres Bekasi, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar.

Sementara, menurut Ketua RT setempat, Sumardji, peristiwa tewasnya Sandy bermula ketika korban dalam perjalanan pulang setelah mengurus ternak yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

"Saat di tengah perjalanan, korban sedang mengendarai sepeda listrik dihadag pelaku dan langsung menikam korban dengan membabi buta," jelasnya, dikutip dari Tribun Bekasi.

Setelah terkena luka tusukan, korban sempat menghampiri rumah seorang warga yang berprofesi sebagai perawat.

Lalu, dia pun langsung dilarikan ke RSUD Cileungsi tetapi dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya jasad korban dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk kepentingan penyelidikan.

Di sisi lain, Onkoseno mengatakan terduga pelaku awalah warga setempat yang juga mengenal Sandy.

Hal ini diketahui lewat pemeriksaan sejumlah saksi dan rekaman CCTV yang berada di lokasi kejadian.

"Ya menurut warga sebelumnya korban sempat terlibat cekcok dengan seseorang, kami sedang kejar Identitas dan buru pelakunya," jelasnya.

(Bangkapos.com/TribunnewsBogor.com/TribunSumsel.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved