Kamis, 30 April 2026

Sosok dan Profil Edwin Hidayat Abdullah Dirjen Ekosistem Digital, Kekayaannya Capai Rp65,8 Miliar

Dr. (Can.) Edwin Hidayat Abdullah, S.E., M.P.M seorang teknokrat Indonesia resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Ekosistem Digital

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
kolase tribunnews
Sosok dan Profil Edwin Hidayat Abdullah Dirjen Ekosistem Digital, Kekayaannya Capai Rp65,8 Miliar 

BANGKAPOS.COM--Dr. (Can.) Edwin Hidayat Abdullah, S.E., M.P.M., seorang teknokrat Indonesia dengan keahlian di bidang keuangan, manajemen strategi, dan manajemen publik, resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Ekosistem Digital oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pada Senin (13/1/2025).

Pelantikan berlangsung di Kantor Komdigi, Jakarta.

Edwin sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia, induk holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, pada periode 2021-2023.

Selain itu, ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Deputi Menteri BUMN (2015-2019) dan Wakil Direktur Utama PT Angkasa Pura II (2019-2021).

Profil Singkat Edwin Hidayat Abdullah

Edwin Hidayat Abdullah lahir di Jakarta pada 28 April 1971.

Ia adalah putra dari Taufik Abdullah, seorang sejarawan senior Indonesia, dan Rasidah.

 Edwin menikah dengan Sitta Farida pada 1999 dan memiliki tiga anak: Vian Muhammad Abdullah, Nadine Aisha Abdullah, dan Armand Muhammad Abdullah.

Edwin menyelesaikan pendidikan dasar di SD Selong 3, SMP Negeri 56 Jakarta, dan SMA Negeri 6 Jakarta.

Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1995. Gelar Master of Public Management diraihnya dari Lee Kuan Yew School of Public Policy–National University of Singapore dan Kennedy School of Government–Harvard University pada 2005.

Edwin juga mengikuti pendidikan non-gelar di Sloan School of Management, Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Karier dan Pengalaman

Edwin memulai kariernya sebagai analis riset di Industrial Bank of Japan, Jakarta, pada 1996. Pada 1998, ia bergabung dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan mencapai posisi Senior Vice President.

Pada 2004, ia menjadi Komisaris PT Bumi Serpong Damai Tbk. Selanjutnya, Edwin menjabat sebagai Deputi Menteri BUMN pada 2015-2019, dengan tanggung jawab membawahi sekitar 40 BUMN. Selama periode ini, ia juga memegang berbagai posisi strategis, seperti:

  • Komisaris PT Telkomsel (2015-2017)
  • Wakil Komisaris PT Pertamina (2016-2018)
  • Komisaris PT Pertamina (2016-2018)
  • Komisaris PT Telkom Indonesia (2018-2019)
  • Setelah itu, Edwin menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Angkasa Pura II pada 2019-2021. Pada Oktober 2021, Menteri BUMN Erick Thohir menunjuknya sebagai Wakil Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia.

Selain kiprah di dunia manajemen, Edwin juga seorang penulis.

Ia menerbitkan buku berjudul Keajaiban Silat: Kaidah Ilmu Kehidupan dalam Gerakan Mematikan pada 2013, yang mengupas seni bela diri tradisional.

Sebagai Dirjen Ekosistem Digital, Edwin diharapkan membawa pengalaman dan keahliannya untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia. 

Penunjukannya menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing global.

Harta Kekayaan

Edwin Hidayat Abdullah tercatat memiliki total harta sebesar Rp65,8 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK.

Edwin terakhir kali melaporkan hartanya pada 24 Maret 2023 untuk periodik 2022 saat ia menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia.

Harta terbanyak Edwin berasal dari tanah dan bangunan yang ia milik di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Bekasi hingga Semarang, senilai Rp37,4 miliar.

Berikut rincian harta milik Edwin Hidayat Abdullah.

DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 37.462.734.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 384 m2/245 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HIBAH TANPA AKTA Rp. 3.823.812.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 90 m2/40 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp. 179.258.400
 
3. Tanah Seluas 2220 m2 di KAB / KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 1.637.370.000
 
4. Bangunan Seluas 4 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT , HASIL SENDIRI Rp. 94.500.000
 
5. Bangunan Seluas 6 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT , HASIL SENDIRI Rp. 112.500.000
 
6. Bangunan Seluas 4 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 180.000.000
 
7. Tanah dan Bangunan Seluas 145 m2/165 m2 di KAB / KOTA SEMARANG, WARISAN Rp. 382.383.000
 
8. Tanah dan Bangunan Seluas 360 m2/284 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 3.404.926.800
 
9. Tanah dan Bangunan Seluas 734 m2/400 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 9.943.597.800
 
10. Tanah dan Bangunan Seluas 1280 m2/500 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 17.704.386.000
 
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 1.278.180.000

1. MOTOR, PIAGGIO SCOOTER Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp. 6.480.000
 
2. MOBIL, MITSUBISHI PAJERO SPORT DAKAR ULTIMATE Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 324.000.000
 
3. MOBIL, TOYOTA ALPHARD Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 947.700.000
 
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 1.092.212.000
 
D. SURAT BERHARGA Rp. 4.906.508.375
 
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 21.324.993.686
 
F. HARTA LAINNYA Rp.---

Sub Total Rp. 66.064.628.061
 
III. HUTANG Rp. 198.807.878
 
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 65.865.820.183

(Tribunnews.com/Falza/Bangkapos.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved