Berita Bangka Tengah

Gelar Reses di Desa Tanjung Gunung, Me Hoa Disambut Hangat oleh Masyarakat

Kehadiran Me Hoa anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, disambut hangat ratusan warga di Desa Tanjung Gunung

Editor: Hendra
(Ist) 
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, disambut hangat ratusan warga di desa tanjung gunung kecamatan pangkalan baru Bangka Tengah. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA- Kehadiran Me Hoa anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, disambut hangat ratusan warga di Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka tengah.

Kehadiran Srikandi PDI-P DPRD Babel yakni dalam rangka melaksanakan Kegiatan Reses masa sidang I tahun sidang I tahun 2025, langsung disambut baik oleh Kepala Desa Tanjung Gunung, Muslim beserta ratusan masyarakat Tanjung Gunung dengan sangat antusias.

Kepala Desa Tanjung Gunung, Muslim sangat mengapresiasi kehadiran anggota DPRD Babel Me Hoa, dan berharap dengan dilaksanakannya reses di desanya, seluruh aspirasi dan keinginan masyarakat dapat segera terwujud dengan kehadiran srikandi PDI-P ini yang bersedia melaksanakan reses di daerahnya.

"Mudah-mudahan apa yang kita sampaikan aspirasi ini, dapat beliau perjuangkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata Muslim, dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Senin (20/1/2025).

Tak hanya itu, menurut kades, sosok Me Hoa menjadi inspirasi bagi dirinya serta  masyarakat di desa tanjung gunung kecamatan pangkalan baru Bangka tengah. Sebab, Me Hoa dikenal sebagai orang yang tidak asing lagi di mata masyarakat tanjung gunung dan sekitarnya, dan beliau begitu peduli terhadap masyarakat.

"Ini menjadi kesempatan emas bagi kita, menyampaikan apa yang ingin dikembangkan didesa kita ini. Sekali lagi kami mengucapkan ribuan terimakasih karena banyak desa-desa yang lain di Bangka tengah 56 desa, justru tanjung gunung yang menjadi pilihan beliau. Beliau ini di mata masyarakat tanjung gunung tidak asing lagi, beliau ketika ada hal yang urgent beliau langsung datang dan tidak urgent pun beliau datang ketika ada orang sakit ada acara, sangat luar biasa bagi masyarakat tanjung gunung. Kami sangat berterimakasih kepada beliau," ucapnya.

Sementara itu, Srikandi PDI-P Me Hoa sangat menyayangkan dengan tidak adanya kehadiran dinas Koperasi UMKM dan Dinas ketenagakerjaan disaat melaksanakan reses, pasalnya, saat ini usaha kecil menengah dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat menjadi tujuan utama dalam mendongkrak perekonomian di masyarakat yang saat ini dalam keadaan tidak baik -baik saja.

"Di sini masyarakatnya banyak, cerminnya itu RT nya banyak, daerah pesisir dekat pantai dan Letak geografisbya setelah batu belubang sebelum baskara bakti. Makanya kami hadir disini mendorong itu agar lebih baik.  tapi legislatif itu kewenangan nya terbatas, kewengan yang mutlak itu ada di eksekutif. Makanya kita disini ingin berkolaborasi bergotong royong bersama sama. Jadi saya hadir disini minimal membuka simpul-simpul membuka jalan," jelas Me Hoa. 

"Kira-kira disini, pak kades, BPD dan masyarakat disini sudah merencanakan apa saja, kendala keinginan sampaikan lah dengan saya hadir disini, itu lah yang namanya reses yaitu menyerap aspirasi.itulah tugas dan fungsi kami sesuai dengan kewenangannya," tambahnya. 

Seperti diketahui, warga di Desa Tanjung Gunung selain berprofesi sebagai nelayan, masyarakat setempat juga berprofesi sebagai petani.

Menyikapi hal tersebut, srikandi PDI-P ini juga menyoroti harga beli tandan buah sawit (TBS) yang ada dibangka tengah, pasalnya, harga jual TBS di tingkat petani di Bangka Tengah lebih rendah jika dibandingkan dengan harga jual di kabupaten Bangka induk dan daerah lainnya.

Dari hasil dialog yang dilakukan, banyak aspirasi yang disampaikan kepala desa, masyarakat desa tanjung gunung dan masyarakat sekitarnya, seperti infrastruktur daerah, pembangunan jamban, rumah layak huni, akses jalan yang banyak rusak, pembangunan Siring, penerangan lampu jalan, pemberdayaan UMKM, bantuan usaha,  bantuan pendidikan, bus sekolah,  tambatan dermaga kapal nelayan, talud pemecah ombak, labuh kapal nelayan dan bantuan peralatan bagi nelayan. 

Selain itu, fasilitas kesehatan seperti BPJS kesehatan, pelayanan kesehatan, pelayanan KB maupun fasilitas yang ada di daerah tersebut.

"Kita disini gotong royong, suarakan yang kencang apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Kita minta aktivasi BPJS, itu ada di rumah sakit 24 jam. Jadi kalau kita sayang rakyat harus seperti itu jangan tanggung tanggung," bebernya. (Rilis/Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved