Senin, 27 April 2026

Berita Pangkalpinang

Ternyata Ini Alasan Mengapa Program Makan Bergizi Gratis Belum Dilaksanakan di Bangka Belitung

Ternyata Ini Alasan Mengapa Program Makan Bergizi Gratis Belum Dilaksanakan di Bangka Belitung

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Uji coba program makan bergizi gratis di SMKN 5 Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Provinsi Bangka Belitung hingga saat ini belum melakukan program makan bergizi gratis.

Seperti diketahui, program tersebut merupakan salah satu janji utama Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.

Sasaran utama program ini adalah pelajar di sekolah-sekolah atau anak-anak di komunitas yang belum memiliki akses memadai terhadap makanan bergizi.

Dengan fokus pada pemberantasan kelaparan dan gizi buruk, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat dan produktif.

Meski demikian, pelaksanaan program ini di berbagai daerah masih memerlukan koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan daerah.

Lantas bagaimana program ini di Provinsi Bangka Belitung?

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung belum dapat memastikan terkait jadwal pelaksanaan program makan bergizi gratis, Senin (20/1/2025).

Hal ini pun diungkapkan Pj Gubernur Bangka Belitung, Sugito usai menggelar rapat bersama dengan instansi terkait lainnya. 

"Belum bisa memastikan tanggalnya ya, tapi diupayakan waktu terdekat. Hal ini karena untuk alat masaknya ini, semuanya di dropping dari Badan Gizi Nasional. Tentunya secepatnya karena peralatan dapurnya kan dikirim dari pusat, jadi yang melaksanakan ada satuan pelaksana satuan pelayanan dapur yang ditunjuk oleh BGN. Kalau kita, sifatnya koordinatifnya di Pemerintah Provinsi," ujar Sugito.

Lebih lanjut saat dikonfirmasi terkait anggaran, Sugito mengatakan pos anggaran berasal dari Pemerintah Pusat dalam hal ini BGN

Sedangkan untuk anggaran yang berasal dari APBD, Sugito menegaskan belum ada petunjuk teknis ataupun petunjuk pelaksanaan dari Kemendagri.

"Kita juga mencadangkan walaupun mungkin dengan kondisi kita APBD kita yang saat ini mengalami kontraksi, kita juga menyiapkan walaupun sekali lagi itu sebagai bentuk supporting kita," jelasnya.

Selain itu dari rapat tersebut, Pemprov Bangka Belitung pun memastikan telah menentukan harga untuk satu menu makanan bergizi gratis yang akan diberikan kepada siswa di bangku SD, SMP dan SMA.

"Kalau dananya sudah disebut Rp 10.000 per menu, saya tanyakan apakah itu cukup memenuhi untuk standar gizi lalu dari BGN mengatakan cukup," katanya

Sementara itu saat disinggung terkait dapur umum, Sugito memastikan akan terus melakukan evaluasi guna mengoptimalkan program makan bergizi gratis.

"Tentu akan soal tingkat keterjangkauan itu juga menjadi pertimbangan, tentunya akan ada masukan-masukan. Jadi wajar ini masih uji coba di tahap pertama, dan pastinya akan ada evaluasi dan perbaikan," ungkapnya.

Pertimbangan Menu

Pelaksanaan program makan bergizi gratis di Provinsi Bangka Belitung, kini masih menunggu peralatan dapur hingga pemilihan menu makanan bergizi.

Hal ini pun diungkapkan Kepala Satuan Pemenuhan Layanan Gizi Pangkalpinang, Rica Wulandari terkait persiapan program andalan dari Presiden Republik Indonesia. 

"Saat ini sudah ada dapur pelayanan yang berlokasi di Kampung Melayu Gerunggang Pangkalpinang, namun terkendala peralatan yang belum tersedia, kebutuhan karyawan, perlengkapan kantor, dan perlengkapan pendukung seperti exhaust hingga timbangan digital yang belum tersedia," ujar Rica Wulandari. 

Lebih lanjut untuk mengoptimalkan program makan bergizi gratis, Rica Wulandari memastikan akan melakukan observasi terhadap menu yang diinginkan para pelajar.

"Mungkin yang harus di highlight adalah kami memang lagi berpikir, cara membuat menu yang masuk kultur anak-anak zaman sekarang. Hal ini karena ini tantangan terbesar kami, karena anak-anak ada yang suka ini atau tidak suka ini dan ini menjadi tantangan kami," ucapnya. 

Terkait hal tersebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk menentukan menu yang akan diberikan mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. 

"Kami akan berkoordinasi lagi dengan pihak sekolah, untuk menanyakan apa yang mereka suka. Misalnya ikan diolah apa, maka kami akan mengolahnya sesuai dengan apa yang diinginkan," tuturnya. 

Tunggu Juknis

Sementara, Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, hingga kini masih menunggu kejelasan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat, terkait program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak sekolah serta kelompok rentan lainnya guna mengatasi masalah kelaparan, kekurangan gizi, dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, Unu Ibnudin, mengungkapkan pihaknya belum menerima keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan lebih lanjut program ini.

"Hingga saat ini, kita masih menunggu keputusan dari pusat. Belum ada juknis khusus yang diterima untuk Kota Pangkalpinang," ujar Unu kepada Bangkapos.com, Selasa (21/1/2025).

Namun sebelumnya, pada Desember lalu, Pemerintah Kota Pangkalpinang telah melaksanakan uji coba pembagian makanan bergizi gratis kepada 10 sekolah SD dan SMP menggunakan APBD.

Unu menjelaskan, pelaksanaan program di tingkat daerah masih akan bergantung pada arahan pemerintah pusat, termasuk skema alokasi anggaran untuk pembiayaan program tersebut.

"Skemanya seperti apa nanti akan kita rapatkan terlebih dahulu. Saat ini, intinya, kami masih menunggu petunjuk langsung dan alokasi anggaran dari pusat," tambahnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah/Rizky Irianda Pahlevy). 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved