Tribunners

Basa-basi yang Hahahihi

Basa-basi yang hahahihi sering terjadi di dalam masyarakat. Biasanya basa-basi yang hahahihi ini mengabaikan nilai-nilai norma yang berlaku

Editor: suhendri
Istimewa/Dok. Andre Pranata
Andre Pranata - Pendidik di SMPN 2 Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah 

Oleh: Andre Pranata - Pendidik di SMPN 2 Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah

BERBICARA adalah seni. Begitulah keadaan yang terjadi di masyarakat dewasa ini. Seperti di dunia kerja yang harus mengandalkan berbicara dalam pelaksanaannya. Seorang guru juga dihormati karena berbicara hal esensial terkait masa depan siswanya. 

Di film-film juga banyak terdapat adegan di mana pemecahan masalahnya melalui berbicara. Contohnya adalah film Naruto yang di adegannya banyak menampilkan seni-seni dalam berbicara. 

Seni-seni dalam berbicara dalam kehidupan bisa banyak rupanya. Salah satunya adalah basa-basi atau obrolan ringan yang bertujuan untuk menciptakan suasana nyaman dan akrab sebelum mengobrol lebih dalam lagi. Basa-basi sangat akrab dengan masyarakat Indonesia yang masih mempertahankan nilai-nilai ketimuran dan nilai-nilai adab.

Selayaknya basa-basi dilakukan dengan santai dan ringan sehingga menciptakan suasana yang saling menghargai dan guyub. Kesalahan fatal dalam basa-basi adalah ketika pelaku basa-basi tersebut tidak mengetahui batasan dalam basa-basi. Contoh kesalahan dalam basa-basi adalah bertanya hal-hal yang menyinggung perasaan orang lain. 

Intinya sebelum basa-basi yang harus dilakukan adalah pandai-pandai mengetahui raut muka, nada bicara, dan suasana hati lawan bicara. Basa-basi juga bisa menimbulkan sikap empati terhadap lawan bicara. Basa-basi pun bisa dilakukan berbarengan dengan kegiatan mengopi atau meminum teh di depan rumah atau di mana pun.

Generasi sekarang perlu juga diajarkan untuk berbasa-basi. Tujuannya adalah agar bisa berbaur di kehidupan bermasyarakat. Peran orang tua dan guru sangat vital dalam membentuk cara berbasa-basi anak-anak. Cara paling mudah yang bisa dipraktikkan dalam berbasa-basi adalah menegur dan senyum ke tetangga ketika bertemu di jalanan. Selain itu, bisa juga menawarkan makan sebelum makan ke orang yang berada di rumah. Mengucapkan salam juga termasuk basa-basi.

Sebenarnya, di dalam lingkungan masyarakat peran basa-basi sangat penting. Coba bayangkan jika bertemu tetangga di jalan tetapi tidak saling menegur, rasanya aneh. Bisa-bisa orang lain menganggap bahwa sedang terjadi konflik antara di A yang bertetangga dengan si B.

Nah, pemakaian basa-basi seharusnya sesuai dengan peruntukannya. Bisa digunakan untuk membuka atau mencairkan suasana sebelum memasuki topik yang lebih mendalam.

Kesalahan dalam menggunakan basa-basi pada kehidupan sehari-hari adalah menjadikan basa-basi sebagai hal untuk membuat tertawa dengan menjadikan seseorang sebagai subjeknya. Hal tersebut bukanlah disebut dengan basa-basi lagi, tetapi sudah masuk ke dalam perundungan dan juga bisa disebut dengan penghinaan jika subjek tersebut merasa dirugikan. Perlu mengajarkan anak-anak berbasa-basi dengan santun dan dengan norma-norma yang tidak boleh dilanggar.

Basa-basi yang hahahihi sering terjadi di dalam masyarakat. Biasanya basa-basi yang hahahihi ini mengabaikan nilai-nilai norma yang berlaku. Mereka hanya mencari pelarian agar bisa tertawa lepas dengan berbasa-basi menggunakan kekurangan orang atau mengejek orang lain. Jangan sampai terpapar dengan basa-basi hahahihi yang tidak ada faedahnya. 

Di atas sudah dijelaskan bahwa berbicara adalah seni. Seni bisa dikatakan seni karena adanya pertunjukan seni. Nah, basa-basi termasuk seni. Kenyamanan dan keguyuban bisa diciptakan melalui basa-basi yang tepat, bukan basa-basi yang hahahihi. (*) 

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved