Rabu, 15 April 2026

Berita Pangkalpinang

Dosen Unmuh Babel Ajak Remaja Desa Kerakas Mengenali Karakter Diri dengan Metode STIFIN

Kegiatan ini bertujuan membantu para remaja mengenali karakter diri mereka menggunakan metode STIFIN (Science of the Identified Function of the Brain)

Dok/Iis
DOSEN MENGABDI - Sejumlah remaja di Desa Kerakas, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, mendapat kesempatan ikuti kegiatan dosen mengabdi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel). Mengenali karakter diri mereka menggunakan metode STIFIN (Science of the Identified Function of the Brain). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sejumlah remaja di Desa Kerakas, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, mendapat kesempatan untuk lebih mengenal diri mereka melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel). 

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para remaja mengenali karakter diri mereka menggunakan metode STIFIN (Science of the Identified Function of the Brain).

Acara yang digelar pada Rabu, 12 Februari 2025, ini diinisiasi oleh Iis Juniati Lathiifah, dosen Program Studi Pendidikan Matematika Unmuh Babel, yang juga bertindak sebagai Ketua Tim dalam kegiatan. 

Dengan mengenali karakter diri, diharapkan para remaja Desa Kerakas juga dapat meningkatkan kemampuan Literasi dan Numerasinya dalam bersosial. 

STIFIN, yang merupakan metode pengenalan tipe kecerdasan berdasarkan fungsi otak, menjadi pilihan yang tepat untuk memberikan pemahaman lebih baik mengenai potensi yang dimiliki setiap individu.

"Dalam kegiatan ini, saya ingin para remaja di Desa Kerakas tidak hanya mengenal diri mereka dari segi sosial, tapi juga secara lebih mendalam, yaitu berdasarkan tipe otak dan cara berpikir yang ada dalam diri mereka," ungkap Iis Juniati Lathiifah dalam rilis, Jumat (14/2/2025).

Dosen Prodi Pendidikan Matematika sekaligus Narasumber, Putri Cahyani Agustine menjelaskan motede STIFIN terbagi dalam lima tipe diantaranya Sensing (indera), Thinking (berpikir), Intuition (intuisi), Feeling (perasaan), dan Instinct (insting). 

"Setiap tipe ini memiliki cara belajar, berinteraksi, dan membuat keputusan yang berbeda, serta membuat individu lebih memahami bagaimana cara tipe otak masing-masing dalam berfikir literasi dan numerasi. Sehingga pemahaman ini dapat membantu remaja dalam memilih karir dan merancang hidup yang lebih sesuai dengan karakter mereka," ungkap Putri.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melibatkan sesi interaktif dan tes untuk membantu para peserta mengidentifikasi tipe kecerdasan mereka.

Para remaja yang hadir tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat mereka mulai memahami karakteristik diri mereka dengan lebih jelas.

Rian, seorang peserta yang juga merupakan Ketua Karang Taruna Desa Kerakas, mengungkapkan jika kegiatan ini memberinya wawasan baru. 

“Awalnya saya tidak tahu banyak tentang tipe karakter ini, tapi setelah mengikuti sesi STIFIN, saya jadi lebih paham cara belajar yang cocok untuk saya. Rasanya seperti menemukan jati diri,” ujarnya.

Selain itu, Kaur Umum dan Tata Usaha Desa Kerakas, Sutarto, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang digagas oleh dosen Unmuh Babel. 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para remaja di desa kami, diharapkan dapat membuka wawasan para remaja di Desa Kerakas untuk lebih memahami diri mereka dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

(Rilis/Sela Agustika)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved