Selasa, 14 April 2026

Berita Bangka Tengah

Kecelakaan Maut di Simpangkatis, Pengendara Motor Tewas Usai Adu Kambing dengan Mobil

Pada saat di TKP, tepatnya Jl. Raya Desa Beruas, korban ini melebar ke kanan dan masuk ke jalur mobil, kemudian pada saat melebar dari arah ...

Penulis: Sepri Sumartono | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Istimewa/ Lantas Polres Bangka Tengah
KECELAKAAN -- Terjadi tabrakan adu kambing antara mobil Avanza warna hitam dan sepeda motor Yamaha Byson warna hitam di Desa Beruas, Jumat (14/2/2025). Akibat kecelakaan tersebut, Sukandi, warga Desa Puput, dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, Mas Darul, warga Desa Simpangrimba, tidak mengalami luka-luka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Desa Beruas, Kecamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah ( Bateng), Provinsi Kepulauan Bangka Belitng ( Babel ), pada Jumat (14/2/2025) sekitar pukul 04.30 WIB. Insiden ini melibatkan satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam yang dikemudikan Mas Darul (38) dan sepeda motor Yamaha Byson warna hitam yang dikendarai Sukandi (32).

Akibat kecelakaan tersebut, Sukandi, warga Desa Puput, dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, Mas Darul, warga Desa Simpangrimba, tidak mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Bangka Tengah, Iptu Lilis menjelaskan, kecelakaan bermula saat Sukandi yang melaju dari arah Pangkalpinang menuju Simpangkatis.

"Pada saat di TKP, tepatnya Jl. Raya Desa Beruas, korban ini melebar ke kanan dan masuk ke jalur mobil, kemudian pada saat melebar dari arah berlawanan melaju Mobil Toyota Avanza warna Hitam," katanya, Jumat (14/2/2025).

Lalu, karena masing-masing kendaraan tersebut tidak dapat lagi menghindar maka terjadilah tabrakan adu kambing yang mengakibatkan pengendara motor, Sukandi meninggal dunia.

Dijelaskannya, penyebab kecelakaan diduga pengendara sepeda motor Yamaha Byson warna hitam, yakni Sukandi dalam kondisi mengantuk dan melebar, sehingga masuk ke jalur lawan dan mengakibatkan laka lantas.

"Diduga dalam kondisi mengantuk, kami juga menghimbau jika merasa mengantuk disarankan, agar beristirahat terlebih dahulu, sebelum kembali berkendara dan tetap hati-hati serta patuhi peraturan lalu lintas," jelasnya. (Bangkapos.com/Sepri Sumartono)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved