Tribunners
Budaya Kerja SANTUN dalam Satuan Pendidikan
Budaya kerja SANTUN merupakan akronim dari budaya kerja yang setia, amanah, negarawan, teladan, unggul dan ngemong.
Oleh: Rudiyanto, S.Pd., Gr - Guru Pendidikan Agama Islam SDN 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan
BUDAYA kerja SANTUN merupakan akronim dari budaya kerja yang setia, amanah, negarawan, teladan, unggul dan ngemong. Budaya kerja ini pertama kali diperkenalkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Pendidik selaku aparatur sipil negara (ASN) harus dapat mengimplementasikan budaya kerja SANTUN dengan optimal. Hal ini karena pendidik sebagai pelopor dan contoh bagi lingkungan satuan pendidikan dan umumnya dalam lingkungan sosial masyarakat.
Dunia pendidikan merupakan pilar utama untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berakhlakul karimah. Dengan demikian, perlu upaya untuk mewujudkan budaya kerja yang positif dalam menunjang keberhasilan pendidikan di Indonesia. Salah satu budaya kerja positif yang perlu untuk diimplementasikan oleh para pendidik adalah budaya kerja SANTUN.
Menurut hemat penulis, budaya kerja setia, amanah, negarawan, teladan, unggul dan ngemong sangat perlu di implementasikan oleh para pendidik dalam satuan pendidikan. Budaya kerja SANTUN ini merupakan budaya kerja yang sangat positif yang dapat mendukung kemajuan dan perkembangan tiap-tiap satuan pendidikan. Budaya kerja SANTUN dapat menjawab persoalan-persoalan dalam dunia pendidikan yang selama ini kerap terjadi.
Menurut penulis, beberapa upaya implementasi yang dapat dilakukan oleh para pendidik dapat mengimplementasikan budaya kerja SANTUN, antara lain:
● Setia
Implementasi budaya kerja setia oleh pendidik pada satuan pendidikan dapat ditunjukkan dengan sikap setia kepada Pancasila, UUD 1945, hukum, dan perundang-undangan, serta pemimpin bangsa seperti presiden, menteri, maupun atasan. Secara lebih spesifik, budaya kerja setia dalam lingkungan satuan pendidikan merupakan upaya bagaimana seorang pendidik dapat memberikan kesetiaannya terhadap pekerjaannya dengan sepenuh hati serta loyal terhadap aturan dan atasannya. Dalam proses pembelajaran, pendidik yang memiliki budaya kerja setia, maka akan senantiasa mendidik dengan sepenuh hati, berupaya memenuhi kebutuhan peserta didik, taat pada aturan dan pimpinannya.
● Amanah
Budaya kerja amanah dalam satuan pendidikan dapat diimplementasikan oleh pendidik dengan senantiasa bekerja secara profesional, sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, berintegritas, dan berdedikasi tinggi. Aksi nyata budaya kerja amanah oleh pendidik dapat terlihat dari sikapnya yang senantiasa melahirkan inovasi-inovasi terbaru, menjunjung tinggi kejujuran, mencurahkan hati, tenaga, dan pikirannya sepenuhnya untuk kemajuan dunia pendidikan.
● Negarawan
Implementasi budaya kerja negarawan oleh pendidik dapat dilakukan dengan cara bersikap kepahlawanan, rela berkorban, ksatria, mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Dalam satuan pendidikan, pendidik hendaknya berupaya dengan sepenuh hati dalam mengorbankan waktu, hati, tenaga, dan pikirannya untuk kemajuan pendidikan. Pendidik yang memiliki sikap negarawan akan senantiasa legawa dengan tugas tambahan yang diembannya serta tidak pernah mengeluh dan perhitungan.
● Teladan
Pendidik merupakan teladan dan contoh, baik dalam satuan pendidikan maupun di lingkungan sosial masyarakat. Dengan demikian, melalui implementasi budaya kerja teladan ini, hendaknya para pendidik dapat senantiasa menjaga dan menjadi contoh dalam setiap perkataan dan perbuatannya. Dengan demikian, pendidik tersebut dapat menjadi inspirasi dan cerminan bagi peserta didik maupun sosial masyarakat.
● Unggul
Budaya kerja unggul dapat dilakukan oleh para pendidik dengan senantiasa berupaya meningkatkan kompetensinya baik melalui pelatihan-pelatihan, bimbingan teknis terkait dunia pendidikan, dan lain sebagainya. Pendidik yang unggul akan harus senantiasa meng-upgrade diri terhadap perkembangan yang ada. Misalnya dengan perkembangan dan pertumbuhan teknologi saat ini, maka para pendidik hendaknya dapat melahirkan ide-ide terkait dengan proses pembelajaran berbasis teknologi.
● Ngemong
Dalam dunia pendidikan, budaya kerja ngemong ini dapat diimplementasikan dengan cara senantiasa mendampingi, memfasilitasi, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik maupun sesama rekan sejawat dalam proses pembelajaran maupun dalam pengembangan skill dan kompetensinya. Budaya kerja ngemong dapat tercermin dalam diri pendidik melalui sikapnya yang meliputi trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara: Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250216_Rudiyanto.jpg)