bangka selatan

Pemkab Bangka Selatan Gencarkan Sosialisasi Program Cek Kesehatan Gratis

Dongkrak Partisipasi Masyarakat Ikut CKG, Pemkab Bangka Selatan Gencarkan Sosialisasi

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, terus memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memeriksakan kesehatannya. Langkah ini dilakukan karena rendahnya minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut meski sudah tersedia secara gratis.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, menjelaskan, program CKG telah diluncurkan sejak 10 Februari 2025. Namun, hingga kini partisipasi masyarakat masih tergolong rendah.  Karenanya pemerintah darerah terus menggencarkan sosialisasi untuk mendongkrak partisipasi masyarakat dalam program CKG.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui petugas di setiap puskesmas. Agar masyarakat mau memeriksakan kesehatannya,” kata Agus kepada Bangkapos.com, Jumat (14/3/2025).

Menurutnya terdapat beberapa alasan partisipasi masyarakat untuk ikut program cek kesehatan gratis masih rendah. Pertama, masyarakat masih enggan memeriksakan diri apabila belum jatuh sakit. Padahal, pemeriksaan kesehatan rutin dapat dilakukan guna deteksi dini sekaligus mencegah sejumlah penyakit. Sehingga penanganan dan pengobatan ke depannya dapat dilakukan dengan baik.

Terutama untuk penyakit tidak menular, seperti diabetes, jantung dan stroke sering kali baru terdeteksi saat sudah parah. Dengan adanya layanan gratis ini, masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan lebih awal, yang memungkinkan tindakan pencegahan lebih efektif. Sedangkan terkait problem masyarakat gagap teknologi (Gaptek), pihaknya turut memberikan pendampingan lewat puskesmas bagi masyarakat yang hendak mendaftar.

“Karena pendaftaran cek kesehatan gratis lewat aplikasi Satu Sehat Mobile. Masyarakat yang mengalami kesulitan mendaftar bisa langsung datang ke Puskesmas,” ujar Agus.

Program cek kesehatan gratis sambung dia, dirancang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mengurangi beban penyakit yang dapat dicegah. Pemerintah berinisiatif mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatannya. Terdapat dua jenis program pemeriksaan kesehatan gratis. Program pertama, berupa pemeriksaan kesehatan untuk anak usia sekolah yang akan dilakukan di sekolah masing-masing.

Dimulai pada saat penerimaan peserta didik baru pada bulan Juni 2025 mendatang. Program kedua adalah pengecekan kesehatan bagi masyarakat dengan usia di bawah maupun di atas usia sekolah hingga lanjut usia alias lansia. Dirinya pun memastikan fasilitas hingga kesiapan seluruh puskesmas di delapan kecamatan telah mumpuni.

“Kita sudah menyediakan sepuluh puskesmas yang saat ini sudah siap melayani program cek kesehatan gratis,” sebutnya.

Hingga kini kata Agus Pranawa, sudah sebanyak 206 orang pendaftar program CKG. 168 orang di antaranya hadir dan ikut pemeriksaan sementara 38 orang lainnya tidak hadir. Pendaftar paling banyak berada di Puskesmas Airgegas dengan 66 orang pendaftar, 31 orang pendaftar di Puskesmas Toboali dan 26 orang pendaftar di Puskesmas Payung. Dilanjutkan 16 orang pendaftar di Puskesmas Rias, 15 orang di Puskesmas Airbara dan 12 orang di Puskesmas Simpang Rimba. Sisanya 11 orang masing-masing di Puskesmas Tanjung Labu dan Puskesmas Batu Betumpang seta masing-masing sembilan orang di Puskesmas Tiram dan Puskesmas Kepulauan Pongok.

“Program cek kesehatan gratis juga harus menjadi ajang edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat,” ucap Agus. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved