Rabu, 20 Mei 2026

Berita Belitung

Bupati Belitung Pantau Produsen Minyak Goreng MinyaKita

Pemerintah daerah menemukan adanya perbedaan harga jual minyak goreng MinyaKita yang menjadi perhatian

Tayang: | Diperbarui:
IST/dok Prokopim Pemkab Beltim
PANTAU PRODUSEN MINYAKITA - Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten bersama Wakilnya Khairil Anwar meninjau PT SWP selaku produsen MinyaKita pada Senin (17/3/2025). 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, bersama Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar melakukan pantauan ke PT Steelindo Wahana Perkasa (SWP) selaku produsen minyak goreng MinyaKita di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Senin (17/3/2025).

Kunjungan bersama forkopimda itu dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap distribusi minyak goreng agar lebih merata dan mudah diakses oleh masyarakat di seluruh wilayah Belitung Timur.

“Kami ingin memastikan bahwa minyak goreng MinyaKita ini benar-benar bisa diakses masyarakat dengan harga yang sesuai,” ujar Bupati Kamarudin Muten.

Selain itu, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten juga masih menerima keluhan masyarakat terkait kurangnya pasokan MinyaKita saat menggelar pasar murah di Kelapa Kampit. 

Dalam pertemuan dengan pihak PT SWP, terungkap minyak goreng MinyaKita sebenarnya sudah disalurkan sesuai prosedur. 

Namun, pemerintah daerah menemukan adanya perbedaan harga jual yang menjadi perhatian.

Harga yang seharusnya diberikan kepada distributor utama (D1) justru dijual dengan harga distributor kedua (D2).

Sebagai informasi, pemerintah sudah mengatur masalah HET MinyaKita Rp15.700 per liter. 

"Kami melihat ada selisih harga yang berdampak pada harga jual kepada masyarakat, dan ini yang perlu kita evaluasi bersama," katanya. 

Kamarudin juga mengimbau pentingnya pemerataan agen MinyaKita di tujuh kecamatan di Belitung Timur.

Minimal terdapat dua agen di masing-masing kecamatan. Sehingga tidak terjadi monopili harga dan masyarakat lebih mudah mendapatkan pasokan minyak goreng tanpa ketergantungan pada satu pihak tertentu.

“Dengan adanya lebih banyak agen, distribusi akan lebih merata dan masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan minyak goreng tanpa ada kesan monopoli,” katanya.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar) 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved