Rabu, 6 Mei 2026

Doa

Arti Allahumma Inni A‘udzu Bika Minal Barashi, Doa Terhindar dari Wabah Penyakit

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit yang buruk.”

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: fitriadi
Freepik
ILUSTRASI BERDOA -- Arti Allahumma Inni A‘udzu Bika Minal Barashi, Doa Terhindar dari Wabah Penyakit 

BANGKAPOS.COM -- Salah satu nikmat hidup adalah sehat, oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk meminta kesehatan kepada Allah SWT.

Sehat membawa kita dapat melakukan banyak hal, khususnya dalam hal ibadah.

Salah satu doa untuk meminta agar terhindar dari berbagai macam penyakit adalah 

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، والجُنُونِ، والجُذَامِ، وَسَيِّئِ الأسْقَامِ

Allahumma inni a‘udzu bika minal barashi, wal jununi, wal judzami, wa sayyi’il asqami.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit yang buruk.”

Doa ini diajarkan Rasulullah saw agar orang-orang mukmin terhindar dari berbagai macam penyakit.

Setiap makhluk yang bernyawa pasti pernah diuji rasa sakit dalam tubuhnya.

Penyakit ini disebabkan beberapa faktor bakteri dan virus yang ditularkan melalui sejumlah kondisi misalnya tak kuat beradaptasi dengan perubahan cuaca, kelelahan, telat makan, dan lain sebagainya.

Meskipun penyakit  telah membuat kita lemah tak berdaya, kita harus  senantiasa berprasangka baik terhadap Allah SWT.

Masa-masa sulit diuji dengan penyakit itu tidak membuatnya kehilangan iman kepada Allah.

Dalam melewati ujian sakit, kita dianjurkan berikhtiar periksa ke dokter untuk mendapatkan obat, beristirahat, dan menjaga pola makan, dan tidak panik.

Selain itu dan yang terpenting, semua kesembuhan datangnya hanya dari Allah SWT.

Oleh karenanya sebagai hamba kita juga harus berdoa kepada Allah untuk memohonkan kesembuhan dan kesehatan.

Ustaz Dr Ariful Bahri, Lc., Ma. lewat potongan video pernah menjelaskan mengenai doa allahumma inni a‘udzu bika minal barashi, wal jununi, wal judzami, wa sayyi’il asqami.

"Itu diantara salah satu doa yang dianjurkan bagi kita untuk senantiasa mengulangnya," kata Ustaz Dr Ariful Bahri.

"Begitu juga dengan doa-doa yang lain, berlindung kepada Allah dari pikun, berlindung kepada Allah dari penyakit-penyakit yang membahayakan,"

"Itu merupakan di antara kewajiban kita, salah satunya allahumma inni a‘udzu bika minal barashi, wal jununi, wal judzami, wa sayyi’il asqami," jelas Ustaz Dr Ariful Bahri.

Lebih lanjut, Ustaz Dr Ariful Bahri menyampaikan makna dari doa tersebut.

Dijelaskan bahwa arti barashi merupakan penyakit kusta dan penyakit kulit lainnya.

"Penyakit kulit itu ada banyak, ada kusta, diabetes misalnya yang akan menghilangkan kulit-kuit kita, itu semuanya termasuk ke dalam al barashi," kata Ustaz Dr Ariful Bahri.

Sama halnya dengan judzami yang memiliki arti penyakit kulit.

Namun judzami berbeda dengan penyakit kulit yang dimaksudkan dengan barashi.

Jununi adalah hilang akal atau hilang ingatan. Penyakit ini biasa terjadi pada orang yang telah lanjut usia.

Dan yang terakhir yaitu sayyi’il asqami, artinya adalah penyakit yang berat-berat.

"Kita selalu mengucapkan doa ini, allahumma inni a‘udzu bika minal barashi, wal jununi, wal judzami, wa sayyi’il asqami,"

"Itu merupakan diantara kewajiban kita bersama untuk selalu menghafalnya," tutup Ustaz Dr Ariful Bahri.

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih:

وروينا في كتابي أبي داود والنسائي بإسنادين صحيحين عن أنس – رضي الله عنه – : أنَّ النبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يقول اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، والجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ. رواه أَبُو داود بإسناد صحيحٍ

Artinya, “Diriwayatkan kepada kami di kitab Abu Dawud dan An-Nasa’i dengan sanad yang bagus dari Anas–radliyallahu anhu–Nabi Muhammad SAW berdoa, ‘Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit buruk.’ (HR Abu Dawud dengan sanad sahih.”

Abdul Muhsin Al-Abbad dalam Syarah Abu Dawud menafsirkan kata “sayyi’il asqam” atau penyakit-penyakit buruk dalam hadits ini sebagai ragam penyakit yang membuat buruk rupa dan bahaya pada manusia.

Sedangkan M Syamsul Haqqil Azhim Abadi dalam Kitab Aunul Ma‘bud memahami “sayyi‘il asqam” sebagai wabah penyakit seperti tuberculosis, busung air, dan penyakit lain.

Adapun Abu Abdillah Ar-Rahmani Al-Mubarakfuri dalam Kitab Mir’atul Mafatih Syarh Misykatil Mashabih mengutip pendapat Ibnu Malik yang mengatakan bahwa penyakit buruk itu adalah penyakit di mana orang lain menjaga diri dari pengidapnya, di mana mereka tidak mengambil manfaat dari pasien dan pasien tidak mendapat manfaat dari mereka.

Dengan penyakit itu, pasien atau korban tidak dapat menjalankan kewajiban terhadap Allah dan makhluknya.

Atas penyakit ini, kita disunnahkan untuk berlindung diri.

Syekh Abdur Rauf Al-Munawi dalam At-Taysir syarah Al-Jami’is Shaghir mengatakan, Rasulullah berlindung dari segala penyakit tersebut sebagai bentuk pernyataan kefaqiran kepada Allah atau pengajaran bagi umatnya.

Sedangkan tiga penyakit pertama yang disebut (lepra, gila, dan kusta) adalah termasuk penyakit buruk.

Tetapi ketiganya tetap disebut karena tiga penyakit itu paling dibenci oleh bangsa Arab.

Adapun sebagai upaya pencegahan, masyarakat tetap harus mengikuti petunjuk-petunjuk teknis dari pihak medis dan kebijakan pemerintah dalam beraktivitas sehari-hari saat situasi darurat virus.

Wallau a‘lam.

(Bangkapos.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved